Saham Perbankan Rontok,, OJK Kasih Saran Begini
Sektor perbankan masih menjadi pilar utama dalam perekonomian nasional.
Ilustrasi bursa saham Asia (Foto by AI)
(@ 2024 merdeka.com)Otoritas Jasa Keuangan (OJK) angkat bicara mengenai penurunan tajam harga saham perbankan yang turut menyebabkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menjelaskan penurunan ini tidak terlepas dari aksi jual investor asing yang dipengaruhi oleh berbagai faktor eksternal dan internal.
"Kondisi penurunan IHSG dan harga saham perbankan itu tidak terlepas tentu saja dari adanya aksi jual investor asing sesuai dengan risk appetite investor asing yang dipengaruhi oleh faktor eksternal maupun juga faktor internal," kata Dian dalam konferensi pers, Selasa (4/3).
Dia menyebut di tingkat global, divergensi pertumbuhan ekonomi dunia yang melambat serta ketidakpastian pasar keuangan masih menjadi tantangan utama. Penguatan ekonomi Amerika Serikat (AS) serta kebijakan tarif yang mempengaruhi proses disinflasi di negara tersebut turut mendorong ekspektasi bahwa penurunan suku bunga acuan Federal Reserve (Fed Fund Rate) akan lebih terbatas.
Menurutnya, hal ini menyebabkan suku bunga global diperkirakan tetap tinggi dalam waktu yang lebih lama. Selain itu, penguatan mata uang dolar AS pasca pemilu juga berkontribusi terhadap perubahan pandangan investor terhadap aset berbasis rupiah, termasuk saham-saham blue chip seperti saham perbankan.
"Ini sehingga memang kita akan waktu yang cukup lama masih akan ada di rezim dengan suku bunga yang tinggi. Selain itu penguatan mata uang USD, pasca pemilu AS tadi juga sudah disinggung, sebenarnya mempengaruhi bagaimana view atau pandangan investor terhadap asset-asset berdominasi rupiah termasuk saham-saham blue chip seperti saham perbankan," terang Dian.
Dari sisi domestik, faktor likuiditas pasar dan kondisi perekonomian yang masih menghadapi tantangan turut mempengaruhi kinerja saham perbankan.
Perbankan Dituntut Lebih Transparan
Penurunan daya beli masyarakat juga menjadi faktor yang tidak bisa diabaikan. Namun, meskipun dihadapkan pada tekanan pasar, perbankan nasional tetap optimistis. Berdasarkan survei terbaru, bank-bank masih menunjukkan kinerja fundamental yang solid dan manajemen risiko yang baik, sehingga kepercayaan investor, baik domestik maupun internasional, tetap bisa dijaga.
"Menghadapi situasi penurunan harga saham tersebut tentu perbankan tetap optimis bahwa dari hasil survei terakhir juga demikian sebetulnya. Mereka juga akan tetap fokus pada kinerja fundamental yang solid dan tetap kelola yang baik sehingga akan tetap bisa menjaga kepercayaan investor ya baik domestik maupun internasional," jelasnya.
Sehingga, pihaknya terus mengimbau industri perbankan untuk meningkatkan transparansi dan komunikasi yang lebih proaktif kepada investor ritel maupun institusi guna meminimalkan asimetri informasi.
Dian menekankan saat ini terdapat kesenjangan antara persepsi pasar dengan kondisi fundamental perbankan yang sebenarnya masih sangat kuat.
Oleh karena itu, perbankan Indonesia diharapkan dapat merancang strategi yang lebih terarah serta mengelola risiko dengan prinsip kehati-hatian agar tetap mampu menjaga stabilitas pertumbuhan di tengah dinamika ekonomi global dan domestik.
"Ini untuk meminamilisir sebetulnya asimetrik informasi asimetrik information serta evaluasi gap antara kinerja yang telah dicapai dengan persepsi market. Karena sebetulnya kalau saya dapat katakan sekarang ini adalah situasinya adalah perbedaan antara persepsi market dengan kondisi bank-bank kita yang seperti yang tadi saya uraikan sebetulnya dalam kondisi yang sangat baik secara fundamental," paparnya.
Lebih lanjut, dia juga menegaskan sektor perbankan masih menjadi pilar utama dalam perekonomian nasional. Kecepatan dan keberlanjutan pertumbuhan ekonomi Indonesia sangat bergantung pada kinerja sektor perbankan. Oleh karena itu, penting untuk menjaga persepsi positif terhadap industri perbankan agar stabilitas dan kepercayaan pasar tetap terjaga.
Pihaknya pun memastikan akan terus memantau perkembangan ini serta berkolaborasi dengan perbankan, kementerian, dan lembaga terkait guna memastikan bahwa sektor perbankan nasional dapat terus tumbuh dan berkontribusi bagi perekonomian secara berkelanjutan.
"Jadi memang kecepatan atau ketinggian tingginya pertumbuhan ekonomi kita juga akan sedikit banyak dipengaruhi oleh kinerja perbankan. Sehingga kita memang harus betul-betul menjaga persepsi positif, menjaga kinerja perbankan kita itu dengan baik. Dan ini akan terus kita pantau tentu saja kondisi ini dan kita akan terus berkolaborasi dengan perbankan, kementerian, dan lembaga terkait untuk memastikan bahwa kinerja perbankan yang selama ini sangat baik untuk terus bertahan lebih baik lagi," Dian mengkahiri.