Gubernur Bengkulu Berupaya Pertahankan Rute Garuda Bengkulu yang Terancam Berhenti
Gubernur Bengkulu Helmi Hasan menemui manajemen Garuda Indonesia guna membahas nasib kelanjutan Rute Garuda Bengkulu yang terancam dihentikan akibat rendahnya tingkat keterisian penumpang, memicu kekhawatiran akan konektivitas daerah.
Bengkulu, 5 Maret 2026 – Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, secara proaktif telah melakukan pertemuan dengan pihak manajemen Garuda Indonesia. Pertemuan ini bertujuan untuk membahas keberlanjutan operasional penerbangan dari dan menuju Bengkulu yang dikabarkan akan dihentikan dalam waktu dekat.
Langkah ini diambil menyusul beredarnya informasi mengenai rencana penghentian layanan maskapai nasional tersebut di rute Bengkulu. Pemerintah daerah berkomitmen penuh untuk mendukung agar Garuda Indonesia tetap melayani masyarakat di Bumi Merah Putih.
Kunjungan Gubernur Helmi Hasan ke Kantor Pusat Garuda Indonesia di Garuda Sentra Operasi (GSO) Tangerang pada Rabu (4/3) menunjukkan keseriusan Pemerintah Provinsi Bengkulu. Diskusi intensif dilakukan dengan jajaran manajemen maskapai untuk mencari solusi terbaik demi menjaga konektivitas daerah.
Upaya Pemerintah Provinsi Pertahankan Rute Garuda Bengkulu
Gubernur Helmi Hasan menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Bengkulu tidak akan tinggal diam menghadapi potensi penghentian Rute Garuda Bengkulu. Ia menyatakan bahwa pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan akan berupaya maksimal mendukung keberadaan Garuda Indonesia.
Dalam waktu dekat, Pemerintah Provinsi Bengkulu akan segera berkoordinasi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para bupati dan wali kota, serta pelaku usaha. Koordinasi ini diharapkan dapat menghasilkan dukungan konkret agar maskapai tersebut tetap melayani masyarakat Bengkulu.
Keberadaan Garuda Indonesia dinilai sangat krusial bagi konektivitas daerah, khususnya dalam mendukung mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi di Provinsi Bengkulu. Adanya penerbangan langsung sangat menunjang pertumbuhan sektor pariwisata dan investasi di wilayah tersebut.
Tantangan Bisnis di Balik Ancaman Penghentian Operasional
Direktur Teknik Garuda Indonesia, Mukhtaris, menjelaskan bahwa kendala operasional penerbangan di Bengkulu disebabkan oleh faktor bisnis. Permasalahan utama adalah belum tercapainya target jumlah penumpang pada rute tersebut yang mengakibatkan tingkat keterisian masih rendah.
Mukhtaris menambahkan bahwa rendahnya tingkat keterisian penumpang berpotensi menimbulkan kerugian berkelanjutan bagi perusahaan. Oleh karena itu, evaluasi terhadap Rute Garuda Bengkulu menjadi suatu keharusan dari sisi manajemen maskapai.
Meskipun demikian, manajemen Garuda Indonesia menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan Pemerintah Provinsi Bengkulu. Mereka juga membuka ruang sinergi dengan pemerintah daerah untuk menjaga keberlangsungan layanan penerbangan yang optimal.
Sebelumnya, informasi mengenai penghentian operasional penerbangan Garuda Indonesia dari dan ke Bengkulu telah beredar luas. Penerbangan terakhir disebut-sebut dijadwalkan pada 28 Maret 2026, meskipun ada laporan lain yang menyebutkan 23 Maret 2026 sebagai tanggal akhir operasional sementara rute tersebut.
Sumber: AntaraNews