Pemkot Tanjungpinang Usulkan Penyesuaian Slot Penerbangan Garuda demi Optimalisasi Layanan di Bandara RHF
Pemkot Tanjungpinang usulkan penyesuaian slot penerbangan Garuda di Bandara RHF. Tujuannya untuk mengoptimalkan layanan dan meningkatkan keterisian penumpang, demi keberlanjutan rute vital Tanjungpinang-Jakarta.
Pemerintah Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), mengusulkan penyesuaian slot penerbangan maskapai Garuda Indonesia. Usulan ini bertujuan mengoptimalkan layanan di Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang. Penyesuaian ini diharapkan sesuai dengan pola perjalanan penumpang.
Wali Kota Tanjungpinang, Lis, menyatakan bahwa slot penerbangan pukul 07.00 WIB sangat memberatkan. Jadwal tersebut tidak efisien bagi sebagian besar penumpang, kecuali pada akhir pekan. Opsi waktu yang lebih siang, sekitar pukul 10.00 WIB, dianggap lebih memungkinkan.
Penyesuaian slot penerbangan ini menjadi kunci untuk mengembalikan operasional Garuda yang optimal. Lis menegaskan rendahnya keterisian sebelumnya bukan karena minimnya permintaan. Namun, lebih disebabkan oleh ketidaksesuaian jadwal yang ditawarkan.
Evaluasi Jadwal dan Keterisian Penumpang Garuda
Wali Kota Lis menjelaskan bahwa jadwal penerbangan Garuda sebelumnya, terutama pada pukul 07.00 WIB, kurang ideal. Kebanyakan penumpang merasa kesulitan untuk tiba di bandara sepagi itu. Hal ini berdampak pada tingkat keterisian kursi yang rendah pada rute Tanjungpinang-Jakarta.
Lis juga membandingkan dengan maskapai lain yang melayani rute serupa. Maskapai lain tetap menunjukkan tingkat keterisian yang baik. Ini membuktikan bahwa permintaan untuk rute tersebut sebenarnya tinggi, bukan minim.
Penyesuaian slot penerbangan Garuda menjadi solusi strategis. Dengan jadwal yang lebih fleksibel, diharapkan lebih banyak penumpang dapat terakomodasi. Optimalisasi layanan ini penting untuk keberlanjutan operasional maskapai.
Tanggapan Garuda Indonesia dan Perubahan Pola Penerbangan
General Manager Garuda Indonesia Cabang Tanjungpinang, Ahmad Ihsan Wartadiredja, membenarkan adanya peningkatan tingkat keterisian penumpang. Sebelumnya, keterisian hanya sekitar 60 persen. Kini, angka tersebut sudah menunjukkan perbaikan signifikan.
Ihsan menjelaskan bahwa Garuda Indonesia sebelumnya memiliki pola penerbangan yang berbeda. Penerbangan dari Tanjungpinang pukul 07.00 WIB dan dari Jakarta pukul 15.30 WIB. Pola ini mengharuskan pesawat menginap di Tanjungpinang.
Namun, pada tahun 2025, jadwal tersebut diubah. Penerbangan kini dimulai pagi hari dari Jakarta menuju Tanjungpinang. Perubahan jadwal ini menjadi salah satu bahan evaluasi penting dalam pembahasan penyesuaian slot penerbangan.
Pihak Garuda Indonesia masih mempertimbangkan rencana penghentian operasi. Rencana tersebut terkait rute Tanjungpinang-Jakarta di Bandara RHF per 10 Februari 2026. Penyesuaian slot diharapkan dapat mencegah penghentian ini.
Langkah Strategis Pemkot dan Dukungan Kebijakan
Untuk menindaklanjuti usulan ini, Pemkot Tanjungpinang akan menyusun surat resmi. Surat tersebut akan berisi detail usulan terkait penyesuaian slot penerbangan. Ini merupakan langkah konkret Pemkot untuk mendukung optimalisasi layanan.
Usulan resmi tersebut nantinya akan disampaikan kepada Komisi VI DPR RI. Dukungan dari parlemen diharapkan dapat mempercepat realisasi penyesuaian jadwal. Kolaborasi antar lembaga ini sangat penting untuk kepentingan masyarakat.
Wali Kota Lis berharap penyesuaian ini dapat segera terwujud. Dengan begitu, layanan penerbangan Garuda Indonesia dapat kembali beroperasi secara berkelanjutan. Rute Tanjungpinang-Jakarta merupakan jalur vital bagi perekonomian lokal.
Sumber: AntaraNews