Padukan Wisata dan Sepak Bola, Pemprov Kepri Gelar Nobar Piala Dunia 2026
Pemprov Kepri berkolaborasi dengan TVRI menyelenggarakan nobar Piala Dunia 2026 di berbagai titik strategis, memadukan wisata untuk menarik wisatawan dan mendongkrak ekonomi lokal.
Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) mengambil langkah inovatif dengan mengintegrasikan agenda pariwisata daerah bersama acara nonton bareng (nobar) Piala Dunia 2026. Kolaborasi strategis ini dilakukan bersama TVRI, bertujuan untuk menarik minat wisatawan nusantara maupun mancanegara. Inisiatif ini diharapkan dapat memberikan pengalaman unik bagi pengunjung.
Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kepri, Hasan, menjelaskan bahwa acara nobar perdana akan berpusat di Taman Gurindam 12, Kota Tanjungpinang. Kegiatan ini akan diselaraskan dengan event "Kemilau Nusantara Kepri" yang dijadwalkan berlangsung pada 13 hingga 15 Juni 2026. Dua sesi nobar Piala Dunia telah disiapkan untuk memeriahkan acara tersebut.
Selain di Tanjungpinang, agenda serupa juga akan digelar di Pulau Penyengat melalui event "Penyengat Heritage 2026". Program nasional ini tidak hanya menjadi magnet hiburan yang kuat, tetapi juga diharapkan memberikan dorongan ekonomi langsung bagi destinasi wisata. Khususnya di Kepri, serta mendukung pelaku UMKM setempat.
Kemilau Nusantara Kepri: Perpaduan Budaya dan Sepak Bola
Ajang "Kemilau Nusantara Kepri" akan menjadi panggung perjumpaan budaya yang mempertemukan kekayaan tradisi Nusantara dengan karakter khas Melayu. Acara ini akan menampilkan kolaborasi budaya dalam satu panggung yang megah. Selama tiga hari pelaksanaan, masyarakat dan wisatawan akan disuguhkan beragam atraksi menarik.
Berbagai kegiatan telah disiapkan, termasuk parade wisata budaya Nusantara, tari kreasi Melayu dan Nusantara, serta seni pertunjukan budaya. Selain itu, akan ada musik tradisional Melayu dan penampilan grup musik lokal. Tak ketinggalan, bazar UMKM juga akan turut meramaikan acara ini.
Puncak acara adalah nonton bareng Piala Dunia FIFA 2026 yang didukung penuh oleh TVRI Kepri. Hasan menyebutkan bahwa nobar akan dilaksanakan pada 14 Juni pukul 02.00 WIB dini hari dan 15 Juni pukul 00.00 dini hari. Kegiatan ini menargetkan sedikitnya 2.900 pengunjung, meliputi wisatawan lokal, nusantara, dan mancanegara.
Melalui kegiatan ini, Pemprov Kepri berharap dapat mendongkrak perekonomian di Tanjungpinang. Khususnya, para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) diharapkan merasakan dampak positifnya. Ini adalah upaya nyata untuk menggairahkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
Penyengat Heritage 2026: Festival Internasional di Pulau Bersejarah
Setelah sukses dengan Kemilau Nusantara Kepri, agenda berikutnya adalah "Penyengat Heritage 2026" yang akan diselenggarakan di Pulau Penyengat. Acara ini juga akan diselaraskan dengan nobar Piala Dunia. Lokasi nobar akan dipusatkan di Balai Adat, sekitar pukul 01.00 WIB dini hari.
Beragam agenda unggulan telah disiapkan untuk memeriahkan Penyengat Heritage. Ini termasuk Penyengat Indra Sakti Jong Festival dan Penyengat Internasional Gasing Festival. Selain itu, akan ada tari kreasi Melayu, pertunjukan budaya Melayu, serta Kampoeng Permainan Tradisional Melayu.
Ajang ini juga akan melibatkan partisipasi internasional, dengan peserta lomba Jong dari Malaysia, Singapura, dan Provinsi Riau. Tim gasing dari Malaka dan Singapura juga akan turut serta dalam festival ini. Kegiatan penanaman mangrove dan Gerakan Indonesia Asri Kepri, serta bazar rakyat, turut melengkapi rangkaian acara.
Dukungan Penuh dan Titik Nobar Piala Dunia 2026 di Kepri
Perpaduan ajang pariwisata dan nobar Piala Dunia ini merupakan bentuk dukungan pemerintah daerah kepada TVRI. TVRI adalah pemegang hak siar resmi tayangan Piala Dunia 2026 di Indonesia. Inisiatif ini menunjukkan sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga penyiaran nasional.
Program nasional ini diharapkan menjadi magnet hiburan yang kuat bagi masyarakat dan wisatawan. Selain itu, program ini diharapkan dapat memberikan dorongan ekonomi langsung bagi destinasi wisata. Khususnya di Kepulauan Riau, yang memiliki potensi pariwisata besar.
TVRI Stasiun Kepri telah merilis daftar titik nobar Piala Dunia 2026 yang tersebar di seluruh kabupaten/kota setempat. Di Kota Batam, titik nobar meliputi The Lounge Batam Marriott Harbour Bay, Hotel Wyndhan Panbil Batam, Artotel Batam, Bajawa Batam, Nagoya Foodcourt, War Aceh 99, Tim Kopi, Bandrek Mie Aceh Angkasa, dan Angkringan Tikungan Rasa.
Untuk Kabupaten Bintan, lokasi nobar tersedia di Hotel Indigo + Holiday Inn Resort, STAIN Sultan Abdurrahman Bintan, Kebun Rekoh, Kampung Sidomulyo, dan The Bar. Sementara di Kota Tanjungpinang, beberapa titik termasuk Tuah Kopi, Polresta Tanjungpinang, Lanudal Tanjungpinang, Balai Adat Pulau Penyengat, Kawasan Gurindam 12, Toko Evi, dan TVRI Stasiun Kepri.
Lebih lanjut, Kabupaten Karimun memiliki titik nobar di Kantor Lurah Harjosari. Kabupaten Lingga menyediakan lokasi di Lapangan Hang Tuah Daik dan Minctory. Terakhir, di Kabupaten Natuna, nobar Piala Dunia akan digelar di Polres Natuna.
Hasan juga menambahkan, bagi hotel-hotel yang tidak mendaftarkan tayangan resmi Piala Dunia, dapat bergabung nobar yang telah disiapkan di Tanjungpinang. TVRI Kepri juga mengajak masyarakat dan pelaku usaha yang ingin mengadakan nobar resmi untuk mendaftar. Pendaftaran dapat dilakukan melalui scan QR code atau menghubungi kontak TVRI Kepri di nomor 082391473116.
Sumber: AntaraNews