Pemprov NTT Siap Sukseskan Nobar Piala Dunia 2026 Bersama TVRI, Dorong Ekonomi Lokal
Pemerintah Provinsi NTT siap berkolaborasi dengan TVRI NTT menggelar Nobar Piala Dunia 2026. Kolaborasi ini tak hanya meriahkan ajang sepak bola akbar, tetapi juga dorong ekonomi lokal, terutama UMKM. Simak detail persiapannya!
Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menyatakan kesiapannya untuk berkolaborasi dengan TVRI NTT dalam menyelenggarakan nonton bareng (nobar) Piala Dunia 2026. Inisiatif ini bertujuan untuk memeriahkan ajang sepak bola akbar yang akan disiarkan langsung oleh TVRI pada Juni 2026 mendatang. Gubernur NTT Melki Laka Lena menegaskan komitmen daerah untuk mendukung penuh penyiaran tersebut.
Pernyataan ini disampaikan Gubernur Melki Laka Lena saat menghadiri acara Kick Off Piala Dunia 2026 di area hari bebas kendaraan bermotor di Kupang, Sabtu. Beliau mengungkapkan bahwa tim khusus akan segera dibentuk untuk membicarakan detail kerja sama dengan TVRI. Kolaborasi ini diharapkan dapat memastikan kelancaran dan kesuksesan seluruh rangkaian kegiatan nobar di berbagai lokasi di NTT.
Melki Laka Lena juga menyampaikan apresiasinya terhadap TVRI yang kembali mengambil alih hak siar Piala Dunia. Menurutnya, hal ini mengingatkan kembali masa kecilnya di mana TVRI menjadi satu-satunya saluran televisi yang tersedia. Penyelenggaraan nobar secara meriah dan sesuai ketentuan akan menjadi fokus utama pemerintah daerah.
Kolaborasi Pemprov dan TVRI untuk Nobar Meriah
Gubernur NTT Melki Laka Lena menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi NTT siap mendukung penuh penyelenggaraan Nobar Piala Dunia 2026. Kolaborasi dengan TVRI NTT akan menjadi kunci sukses dalam menghadirkan pengalaman menonton yang berkesan bagi masyarakat. Pembentukan tim khusus akan menjadi langkah awal untuk merancang strategi pelaksanaan yang efektif dan efisien.
Melki Laka Lena mengenang masa kecilnya saat TVRI menjadi satu-satunya media hiburan yang tersedia. Oleh karena itu, kembalinya TVRI sebagai pemegang hak siar Piala Dunia 2026 merupakan momen yang patut diapresiasi secara luas. Antusiasme masyarakat NTT terhadap sepak bola diharapkan dapat tersalurkan melalui acara nobar yang terorganisir dengan baik.
Penyelenggaraan Nobar Piala Dunia 2026 di NTT direncanakan akan digelar secara bagus dan meriah. Pemerintah daerah akan memastikan bahwa semua kegiatan berlangsung sesuai dengan ketentuan dan regulasi yang berlaku. Hal ini penting untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan seluruh peserta nobar di berbagai titik lokasi.
Dampak Ekonomi dan Perizinan Nobar Piala Dunia 2026
Selain memeriahkan ajang olahraga, penyelenggaraan Nobar Piala Dunia 2026 di NTT juga diprediksi akan membawa dampak positif bagi perekonomian lokal. Gubernur Melki Laka Lena menjelaskan bahwa nobar secara tidak langsung akan menciptakan perputaran uang di lokasi acara. Kehadiran UMKM yang berjualan makanan dan minuman akan menjadi salah satu pendorong ekonomi tersebut.
Kepala Stasiun TVRI NTT, Jefri, menjelaskan mengenai mekanisme perizinan untuk kegiatan nonton bareng. Khusus untuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), mereka dapat berkonsultasi atau mengajukan izin melalui TVRI NTT. Proses ini diharapkan tidak memberatkan UMKM sehingga mereka dapat turut serta meramaikan acara dan mendapatkan keuntungan ekonomi.
Namun, untuk perhotelan dan usaha berskala besar yang ingin menyelenggarakan nobar, akan ada biaya yang dikenakan. Perizinan tetap harus melalui TVRI sebagai pemegang hak siar resmi Piala Dunia 2026. Ketentuan ini diberlakukan untuk menjaga hak eksklusif penyiaran dan memastikan semua pihak mematuhi regulasi yang ada.
Cara Menonton Piala Dunia 2026 di Rumah
Bagi masyarakat yang memilih untuk menonton Piala Dunia 2026 secara mandiri di rumah, TVRI menyediakan solusi yang mudah. Jefri dari TVRI NTT menjelaskan bahwa sistem penyiaran menggunakan antena konvensional. Penonton hanya perlu menyambungkan antena tersebut dengan perangkat set top box digital.
Perangkat set top box kini sudah sangat terjangkau, dengan harga mulai dari sekitar Rp100.000. Ketersediaan perangkat ini memudahkan seluruh lapisan masyarakat untuk mengakses siaran Piala Dunia 2026 tanpa perlu biaya langganan tambahan. Ini menunjukkan komitmen TVRI untuk menjangkau khalayak luas di seluruh Indonesia.
Sumber: AntaraNews