Gubernur Ansar Ajak Warga Tanam Cabai dan Sayur, Perkuat Kemandirian Pangan Kepri
Gubernur Kepri Ansar Ahmad mengajak masyarakat menanam cabai dan sayur di pekarangan rumah untuk memperkuat Kemandirian Pangan Kepri, mengurangi ketergantungan pasokan luar daerah.
Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Ansar Ahmad mendorong masyarakat untuk aktif menanam cabai dan sayur di pekarangan rumah. Ajakan ini disampaikan di Tanjungpinang pada Rabu (11/12) sebagai langkah strategis dalam memenuhi kebutuhan pangan harian.
Inisiatif ini bertujuan utama untuk mengurangi ketergantungan pasokan bahan pokok dari daerah lain yang selama ini menjadi andalan Kepri. Ketersediaan pangan lokal diharapkan dapat lebih terjamin di tengah tantangan distribusi.
Langkah ini juga merupakan respons terhadap hambatan pasokan yang terjadi akibat bencana alam di provinsi pemasok. Dengan demikian, Kemandirian Pangan Kepri dapat semakin ditingkatkan melalui partisipasi aktif warga.
Tantangan Pasokan dan Pentingnya Kemandirian Pangan
Kebutuhan pokok di Kepri sebagian besar masih bergantung pada pasokan dari luar daerah, seperti Sumatera Utara dan Sumatera Barat. Kondisi geografis Kepri yang didominasi laut membuat sektor pertanian lokal belum optimal.
Baru-baru ini, banjir dan longsor yang melanda provinsi pemasok tersebut telah menghambat kelancaran distribusi bahan pangan ke Kepri. Situasi ini menunjukkan kerentanan sistem pasokan yang ada saat ini.
Oleh karena itu, Gubernur Ansar menekankan pentingnya Kemandirian Pangan Kepri melalui upaya lokal. "Makanya, saya mengajak masyarakat, PNS serta teman-teman media, giat menanam cabai dan sayur cepat panen, seperti sawi dan kangkung," katanya.
Pemanfaatan pekarangan rumah menjadi solusi praktis untuk membantu pemerintah mengurangi defisit neraca kebutuhan. Fokus utama adalah pada komoditas seperti cabai dan berbagai jenis sayur-mayur.
Gerakan Menanam di Pekarangan dan Pengaktifan Dasawisma
Gubernur Ansar tidak hanya mengajak, tetapi juga memberikan contoh langsung dengan menanam aneka cabai di pekarangan rumahnya. Ia menanam cabai rawit, cabai hijau, dan cabai merah untuk kebutuhan pribadi.
"Ada sekitar 15 pohon cabai yang ditanam dan beberapa kali sudah panen. Sekali panen dapat dua sampai tiga ons. Lumayan untuk konsumsi di rumah," ungkap Ansar, menunjukkan hasil nyata dari upaya ini.
Selain itu, Gubernur juga mengimbau bupati/wali kota se-Kepri untuk mengaktifkan kembali program Dasawisma. Program ini diharapkan dapat meningkatkan ketahanan pangan di setiap daerah, khususnya untuk komoditas penting.
Melalui Dasawisma, masyarakat didorong memanfaatkan lahan pekarangan secara maksimal. Tujuannya adalah menanam sayuran serta tanaman lain yang dapat menyediakan pangan bergizi bagi keluarga, terutama anak-anak, guna mendukung Kemandirian Pangan Kepri.
Strategi Jangka Panjang dan Kerja Sama Antardaerah
Meskipun gerakan menanam di pekarangan digalakkan, Pemprov Kepri juga terus menjalin koordinasi dan kerja sama antardaerah. Ini dilakukan untuk memastikan pemenuhan bahan kebutuhan pokok secara berkelanjutan.
Gubernur Ansar menjelaskan tantangan unik Kepri. "Kepri ini, 98 persen wilayahnya adalah laut. Hanya dua persen daratan, sehingga diperlukan strategi bersama dalam menjawab tantangan pemenuhan kebutuhan pangan," ucap dia.
Baru-baru ini, Kepri memperkuat kerja sama misi dagang dan investasi dengan Jawa Timur. Salah satu fokus utama dari kerja sama ini adalah untuk memenuhi bahan kebutuhan pokok di daerah setempat.
Beberapa komoditas yang dipasok dari Jawa Timur meliputi beras, bawang, cabai, serta ayam beku. Kerja sama ini menjadi bagian integral dari upaya Pemprov dalam menjaga stabilitas pasokan dan mendukung Kemandirian Pangan Kepri.
Sumber: AntaraNews