Mendagri Apresiasi KURMA 2026, Dorong Pemberdayaan UMKM Kepri dan Ekonomi Syariah
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengapresiasi Kepulauan Riau Ramadhan Fair (KURMA) 2026 sebagai ajang vital pemberdayaan UMKM Kepri, memperkuat ekonomi lokal, dan keuangan syariah, dengan harapan mendongkrak perekonomian daerah.
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyampaikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan Kepulauan Riau Ramadhan Fair (KURMA) 2026. Acara ini dinilai sebagai platform penting untuk pemberdayaan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah Kota Tanjungpinang dan Kota Batam. Penutupan KURMA 2026 berlangsung di Taman Gurindam 12, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, pada Minggu.
Mendagri Tito Karnavian menegaskan bahwa UMKM merupakan sektor riil yang menjadi tulang punggung ekonomi nasional. Ia menyoroti peran krusial UMKM yang tetap bertahan bahkan berkontribusi menjaga stabilitas ekonomi Indonesia saat pandemi COVID-19 melanda. Ini menunjukkan resiliensi sektor UMKM dalam menghadapi krisis ekonomi.
Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad menambahkan bahwa KURMA telah menjadi agenda tahunan untuk menyemarakkan bulan suci Ramadan. Selain itu, acara ini juga bertujuan memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan syariah di Kepri. KURMA 2026 diselenggarakan pada tanggal 2 hingga 8 Maret 2026 di Batam dan Tanjungpinang.
Peran Strategis UMKM dan Potensi Ekonomi Kepri
Mendagri Tito Karnavian mencontohkan bagaimana perekonomian Yogyakarta tetap tumbuh positif selama pandemi COVID-19. Hal ini terjadi dengan mengandalkan sektor UMKM, meskipun tanpa memiliki industri berskala besar. Contoh ini menunjukkan kekuatan UMKM sebagai penopang ekonomi di tengah tantangan global.
Khusus untuk Kepulauan Riau, Tito melihat potensi besar karena lokasinya yang berbatasan langsung dengan negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura. Posisi geografis ini memberikan peluang besar untuk mendongkrak perekonomian daerah melalui pemasaran produk UMKM ke luar negeri. Inisiatif seperti KURMA dapat menjadi jembatan bagi UMKM lokal untuk menembus pasar internasional.
KURMA 2026 menampilkan beraneka produk ekonomi kreatif lokal, mulai dari kerajinan tangan hingga kuliner khas tradisional Melayu. Keberagaman produk ini tidak hanya menarik wisatawan, tetapi juga memperkuat identitas budaya daerah. Acara ini menjadi wadah promosi efektif bagi produk-produk unggulan Kepri.
Kolaborasi dan Ragam Kegiatan KURMA 2026
Penyelenggaraan KURMA merupakan upaya konkret untuk mendorong pertumbuhan ekonomi syariah dan memperkuat peran UMKM. Selain itu, acara ini turut mendukung pengembangan pariwisata halal dan budaya yang kaya di Kepri. Gubernur Ansar Ahmad menekankan pentingnya sinergi ini dalam membangun ekonomi masyarakat.
KURMA 2026 adalah penyelenggaraan ketiga, menunjukkan konsistensi dan keberlanjutan program ini. Acara ini merupakan hasil kolaborasi dan sinergi antara Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Kepri, Bank Indonesia Perwakilan Kepri, OJK Kepri, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya. Kemitraan ini memastikan jangkauan dan dampak yang lebih luas.
Melalui KURMA 2026, masyarakat tidak hanya disuguhkan festival kuliner UMKM, tetapi juga berbagai kegiatan lain yang bermanfaat. Ini termasuk perlombaan Ramadan, edukasi keuangan syariah, serta pelayanan publik bagi masyarakat dan pelaku UMKM. Gerakan Pangan Murah (GPM) juga menjadi bagian penting dari rangkaian acara ini.
Mendagri Tito didampingi Gubernur Ansar turut memantau GPM yang menyediakan bahan pokok dengan harga terjangkau. Pada kesempatan yang sama, diserahkan juga sertifikat juru sembelih halal dan bantuan sosial berupa beras serta minyak goreng kepada perwakilan masyarakat di ajang KURMA 2026. Ini menunjukkan komitmen acara terhadap kesejahteraan sosial.
Dampak Positif dan Harapan Masa Depan
Mendagri Tito Karnavian memuji KURMA karena menjadi ruang interaksi dan hiburan yang positif bagi masyarakat. Lokasi pelaksanaan di tepi laut dengan panorama alam dan angin segar menambah daya tarik acara. Lingkungan yang kondusif ini mendukung suasana festival yang meriah dan produktif.
Mendagri berharap KURMA dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, khususnya di Kepulauan Riau. Gubernur Ansar Ahmad juga menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari implementasi sinergi pemerintah daerah. Sinergi ini bersama instansi vertikal dan KDEKS Kepri bertujuan memperkuat ekonomi masyarakat.
Sumber: AntaraNews