Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kepulauan Riau mencatat capaian impresif dari ajang "Kepri Ramadhan Fair (KURMA) 2026". Total transaksi penjualan produk UMKM selama kegiatan ini berhasil menembus angka Rp2,54 miliar. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan sebesar 9 persen dibandingkan capaian tahun 2025 yang hanya sebesar Rp2,3 miliar.
Kepala Perwakilan BI Kepulauan Riau (Kepri), Rony Widijarto, menyatakan rasa syukurnya atas peningkatan ini. "Alhamdulillah, penjualan UMKM yang ada di Batam dan Tanjungpinang meningkat selama kegiatan KURMA, 2-8 Maret 2026," ujarnya saat penutupan acara di Taman Gurindam 12, Kota Tanjungpinang.
Rony juga menyoroti bahwa sebagian besar penjualan produk UMKM tersebut dilakukan melalui sistem daring atau online. Hal ini menjadi indikator kuat bahwa masyarakat semakin terbiasa dan mudah dalam berbelanja berbagai keperluan secara digital, mendukung tren ekonomi modern.
Advertisement
Advertisement
Digitalisasi Dorong Peningkatan Transaksi UMKM
Peningkatan penjualan UMKM yang mencapai Rp2,54 miliar pada KURMA 2026 merupakan bukti nyata efektivitas digitalisasi dalam mendorong perekonomian daerah. Tren belanja online yang semakin masif memberikan kemudahan akses bagi konsumen untuk menjangkau produk-produk UMKM lokal.
Fokus pada platform daring memungkinkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah untuk memperluas jangkauan pasar mereka melampaui batas geografis. Kemudahan berbelanja secara daring juga menjadi faktor kunci yang menarik minat masyarakat, sehingga mendorong volume transaksi secara keseluruhan.
Adopsi teknologi digital menjadi krusial bagi keberlanjutan dan pertumbuhan UMKM di era sekarang. Dengan memanfaatkan kanal penjualan online, UMKM dapat beradaptasi dengan perubahan perilaku konsumen dan tetap kompetitif di pasar.
Advertisement
Advertisement
Pembiayaan dan Sinergi Kuatkan Ekosistem Ekonomi Syariah
Selain peningkatan penjualan, ajang KURMA 2026 juga mencatat kenaikan signifikan dalam pembiayaan pelaku UMKM. Pembiayaan dari hasil business matching atau pertemuan bisnis dengan Bank Riau Kepri Syariah (BRKS) naik 3,34 persen, mencapai Rp2,24 miliar dibandingkan tahun 2025. Pembiayaan ini berhasil menyasar sebanyak 35 pelaku UMKM, memberikan dorongan modal yang penting bagi pengembangan usaha mereka.
Rony Widijarto menjelaskan bahwa KURMA 2026 menjadi wadah sinergi dan kolaborasi yang kuat antara Pemerintah Provinsi Kepri dengan BI, Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS), Perbankan, OJK, serta seluruh instansi terkait. Kolaborasi ini menunjukkan komitmen bersama untuk memajukan ekonomi syariah di Bumi Melayu.
Kegiatan "KURMA" sendiri merupakan wujud implementasi dari strategi masterplan ekonomi syariah Indonesia yang digagas oleh Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS). Inisiatif ini diharapkan dapat menjadi pendukung utama dalam agenda pembangunan ekonomi nasional, khususnya melalui sektor ekonomi syariah.
Advertisement
Advertisement
Pilar Ekonomi Syariah dan Kontribusi Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Kepri
Implementasi "KURMA" didasarkan pada empat pilar utama yang komprehensif. Pilar-pilar tersebut meliputi industri halal dan UMKM halal, ekspor dan kerja sama internasional, keuangan syariah, dana sosial syariah, serta ekosistem pendukung dari ekonomi syariah. Pendekatan multi-pilar ini memastikan pengembangan ekonomi syariah yang holistik dan berkelanjutan.
Selama KURMA 2026 berlangsung, berbagai kegiatan rantai nilai industri halal telah dilaksanakan, mencakup sektor modis (fashion) dan makanan halal. Rony mengungkapkan bahwa acara fashion show, khususnya, telah menyumbang pembelian penjualan terbesar selama KURMA, menunjukkan potensi besar industri fashion muslim.
Di samping itu, KURMA 2026 juga menyelenggarakan berbagai lomba edukasi dan literasi keuangan syariah. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat serta memberikan perlindungan konsumen. Bank Indonesia secara konsisten berkomitmen untuk terus mendukung KURMA sebagai bagian integral dari pengembangan ekonomi syariah, sekaligus meningkatkan kontribusinya dalam mendongkrak pertumbuhan ekonomi daerah maupun nasional.
Advertisement
Rony Widijarto menambahkan bahwa pencapaian ekonomi Kepri pada tahun 2025 menunjukkan pertumbuhan yang tinggi, mencapai 6,98 persen. Angka ini merupakan yang tertinggi di Pulau Sumatera dan ketiga secara nasional. Pertumbuhan ekonomi yang kuat ini juga diimbangi dengan stabilitas harga serta inflasi yang masih terkendali, yaitu sebesar 3,47 persen. "Momentum ini akan kita jaga, salah satunya melalui integrasi ekonomi syariah dengan sektor industri di Batam supaya terus bertumbuh dan berkelanjutan," pungkas Rony.
Sumber: AntaraNews