Pemprov Kepri Gelar Kurma 2026: Semarak Ramadhan, Dorong UMKM, dan Perkuat Ekonomi Daerah
Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) menyelenggarakan Kepulauan Riau Ramadhan Fair (Kurma) 2026 untuk menyemarakkan Ramadhan 1447 H, sekaligus menjadi strategi penguatan UMKM dan ekonomi syariah lokal yang menarik minat masyarakat.
Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) kembali menyelenggarakan perhelatan akbar bertajuk Kepulauan Riau Ramadhan Fair (Kurma) 2026. Acara ini digelar guna menyemarakkan bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah dengan berbagai kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat dan pelaku usaha.
Kurma 2026 bukan sekadar bazar Ramadhan biasa, melainkan sebuah inisiatif strategis untuk mendorong penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta ekonomi kreatif di daerah. Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kepri, Luki Zaiman Prawira, menegaskan komitmen Pemprov dalam membangun ekosistem usaha berkelanjutan.
Kegiatan ini akan diawali dengan Bazar Ramadhan mulai 20 Februari hingga 14 Maret 2026, dengan puncak acara pada 2-8 Maret 2026. Seluruh rangkaian acara akan dipusatkan di Kawasan Gurindam 12, Kota Tanjungpinang, berlangsung dari pukul 16.00 WIB hingga selesai setiap harinya.
Penguatan Ekonomi Lokal dan UMKM Melalui Kurma 2026
Kurma 2026 dirancang sebagai wadah strategis untuk memperkuat ekonomi syariah dan memberdayakan UMKM lokal di Kepulauan Riau. Luki Zaiman Prawira menekankan bahwa kegiatan ini harus menjadi ruang bertemunya ekonomi rakyat, pelayanan publik, dan syiar Ramadhan dalam satu kawasan.
Kehadiran ratusan stan UMKM dalam acara ini menjadi bukti nyata komitmen Pemprov Kepri dalam membangun ekosistem usaha yang berkelanjutan. UMKM dianggap sebagai tulang punggung ekonomi Kepri, sehingga melalui Kurma 2026, diharapkan perputaran ekonomi lokal semakin meningkat dan masyarakat merasakan langsung manfaatnya.
Melalui ajang ini, Pemprov Kepri berupaya agar Ramadhan 1447 H memberikan dampak langsung bagi para pelaku UMKM. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan memperkuat ekonomi kreatif dan memudahkan masyarakat dalam mengakses berbagai layanan pemerintah.
Layanan Publik Terpadu dan Edukasi Keuangan
Kurma 2026 tidak hanya fokus pada UMKM, tetapi juga dirancang sebagai event terpadu yang melibatkan berbagai perangkat daerah, instansi vertikal, perbankan, hingga komunitas. Masyarakat dapat mengakses beragam layanan publik secara langsung di lokasi kegiatan.
Beberapa layanan yang tersedia meliputi pelayanan hak kekayaan intelektual dari Kemenkumham, pelayanan kepesertaan BPJS Kesehatan, serta pemeriksaan kesehatan gratis oleh Dinas Kesehatan bekerja sama dengan Kimia Farma. Selain itu, terdapat pula layanan dari BPOM, pelayanan pajak kendaraan melalui Samsat/Bapenda, dan pelayanan keimigrasian.
Di sektor keuangan, Kurma 2026 menghadirkan tematik perbankan dan ekonomi syariah yang dikoordinasikan bersama Bank Indonesia dan OJK Kepri. Berbagai perbankan nasional dan daerah seperti Bank Mandiri, BNI, BRI, BTN, BSI, BRK, dan BCA turut serta, memberikan edukasi keuangan serta layanan perbankan langsung kepada masyarakat.
Masyarakat juga bisa mendapatkan informasi dan konsultasi haji dari Kantor Wilayah Kementerian Agama, layanan zakat melalui Baznas, pelayanan Pegadaian, hingga fasilitasi sertifikasi halal bagi pelaku usaha. Tersedia pula pasar murah sembako yang dikelola oleh Disperindag dan Dinas Ketahanan Pangan untuk membantu masyarakat.
Semarak Ramadhan dan Pelestarian Budaya Melayu
Selain aspek ekonomi dan layanan publik, Kurma 2026 juga menyajikan beragam kegiatan untuk menyemarakkan bulan suci Ramadhan 1447 H. Acara ini menjadi momentum penguatan ekonomi daerah sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat.
Terdapat area promosi pariwisata dan budaya yang menampilkan tematik bahari, nature, dan adventure, memperkenalkan kekayaan alam dan destinasi wisata Kepri. Pengunjung dapat menikmati permainan rakyat dan pertunjukan seni budaya Melayu yang otentik.
Kegiatan ini juga diramaikan dengan berbagai perlombaan bernuansa religi, seperti lomba adzan, da’i, salawat, kompang, hingga busana Muslim. Rangkaian acara ini diharapkan dapat memperkuat nilai-nilai keagamaan dan melestarikan tradisi lokal.
Sumber: AntaraNews