Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) baru-baru ini menyelenggarakan Halal Festival dan Tabligh Akbar di Kupang. Acara ini merupakan bagian dari rangkaian Road to Festival Ekonomi Syariah (FESyar) 2026. Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat malam, 18 April, untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha dan literasi masyarakat.
Kepala KPw BI Provinsi NTT Adidoyo Prakoso menjelaskan bahwa festival ini dirancang untuk memperkuat kapasitas pelaku usaha serta mendorong literasi dan edukasi ekonomi syariah secara lebih luas. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk mengakselerasi pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) halal di NTT secara lebih masif. Berbagai program telah disiapkan untuk mencapai target tersebut, termasuk bazar dan perlombaan.
Inisiatif ini diharapkan dapat membuka peluang bagi seluruh lapisan masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam meningkatkan aktivitas dan perputaran ekonomi di Provinsi NTT. Ekonomi syariah, yang menjunjung tinggi prinsip keadilan dan transparansi, dianggap sebagai konsep yang inklusif dan tidak terbatas pada kelompok tertentu.
Advertisement
Advertisement
Akselerasi UMKM Halal dan Potensi Ekonomi Syariah di NTT
KPw BI Provinsi NTT mencermati pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di daerah ini memiliki potensi besar sebagai salah satu sumber pertumbuhan ekonomi baru yang berkelanjutan. Potensi ini diharapkan dapat berkontribusi signifikan terhadap peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) NTT di masa mendatang. Penguatan ekonomi syariah menjadi fokus utama untuk mencapai tujuan tersebut.
Pengembangan ini dapat diwujudkan melalui penguatan rantai pasok halal secara menyeluruh atau end-to-end, dimulai dari sertifikasi halal bagi UMKM hingga sertifikasi dan resertifikasi juru sembelih halal. Selain itu, BI NTT juga mendorong talenta-talenta UMKM untuk terus berkreasi dengan inovasi produk dan layanan. Langkah-langkah ini penting untuk memastikan standar halal terpenuhi serta meningkatkan nilai ekonomi dari komoditas yang dihasilkan.
Potensi ekonomi syariah semakin relevan dengan berkembangnya sektor pariwisata halal di NTT. Peningkatan penerbangan internasional, khususnya dari Kuala Lumpur, membawa wisatawan dari segmen halal tourism, menciptakan peluang besar bagi NTT. Hal ini menuntut kesiapan ekosistem halal dan peningkatan daya saing pariwisata daerah.
Advertisement
NTT juga dikenal sebagai salah satu daerah penghasil ternak sapi yang memasok kebutuhan berbagai wilayah. Dalam konteks ini, penguatan kapasitas pelaku usaha melalui penyediaan juru sembelih halal menjadi sangat krusial. Hal ini tidak hanya memastikan terpenuhinya standar halal, tetapi juga meningkatkan nilai ekonomi dari komoditas ternak yang dihasilkan.
Advertisement
Edukasi dan Kolaborasi untuk Ekosistem Ekonomi Inklusif
Halal Festival dan Tabligh Akbar menghadirkan berbagai rangkaian program yang komprehensif, mulai dari bazar produk UMKM halal hingga peningkatan literasi masyarakat. Acara ini juga menyelenggarakan berbagai perlombaan yang mendorong perkembangan ekonomi syariah serta pertunjukan seni islami. Puncaknya adalah tabligh akbar yang bertujuan menyampaikan nilai-nilai kebaikan kepada masyarakat umum.
Adidoyo Prakoso menegaskan bahwa ekonomi syariah adalah konsep yang tidak terbatas pada kelompok atau kalangan tertentu, melainkan merupakan sistem ekonomi yang menjunjung tinggi prinsip keadilan, transparansi, dan kebermanfaatan. Oleh karena itu, partisipasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat sangat diharapkan. Kehadiran masyarakat yang ramai dalam festival ini diharapkan memberikan efek berganda terhadap peningkatan pendapatan UMKM.
BI NTT sangat mengapresiasi seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah, pelaku usaha, perbankan, dan masyarakat, atas partisipasi mereka dalam mendorong perekonomian NTT melalui ekonomi syariah. Kolaborasi yang solid ini diyakini akan mewujudkan ekosistem ekonomi yang inklusif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.
Advertisement
Sebagai bagian dari upaya memperluas dampak sosial festival, BI NTT juga memfasilitasi penyaluran bantuan sosial melalui kanal donasi digital berbasis QRIS. Sistem ini memudahkan masyarakat untuk menyalurkan zakat, infak, dan sedekah secara mudah, cepat, dan aman. Inisiatif ini juga mengajak masyarakat untuk berbagi kepada mereka yang membutuhkan, terutama yang terdampak bencana alam gempa bumi di Flores Timur.
Sumber: AntaraNews