Pemkot Bukittinggi Gencarkan Pembagian Bibit Cabai, Perkuat Ketahanan Pangan dan Tekan Inflasi
Pemerintah Kota Bukittinggi aktif menyalurkan bibit cabai Bukittinggi kepada Dasawisma dan TP-PKK, sebuah langkah strategis untuk memperkuat ketahanan pangan lokal sekaligus mengendalikan laju inflasi daerah.
Pemerintah Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, melalui Dinas Pertanian dan Pangan, mengambil langkah proaktif dalam menjaga stabilitas ekonomi dan ketersediaan pangan warganya. Pada Jumat, 22 November, Pemkot Bukittinggi secara resmi menyalurkan bantuan bibit cabai kepada kelompok Dasawisma dan TP-PKK di dua kelurahan.
Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya komprehensif pemerintah daerah untuk mewujudkan ketahanan pangan yang mandiri di tengah masyarakat. Dengan mendorong warga menanam sendiri, diharapkan kebutuhan rumah tangga akan komoditas penting seperti cabai dapat terpenuhi tanpa bergantung sepenuhnya pada pasokan pasar.
Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibnu Asis, menegaskan bahwa program ini tidak hanya bertujuan memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga berperan penting dalam menekan laju inflasi. Kenaikan harga cabai yang sering fluktuatif menjadi salah satu pemicu inflasi, sehingga gerakan menanam ini diharapkan dapat memberikan solusi jangka panjang.
Memperkuat Ketahanan Pangan dan Mengendalikan Inflasi
Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibnu Asis, menyatakan bahwa penyaluran bibit cabai ini adalah respons konkret pemerintah daerah terhadap tantangan ekonomi. "Bantuan bibit cabai ini merupakan langkah pemerintah daerah dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus menekan inflasi akibat kenaikan harga komoditas cabai," ujarnya.
Beliau juga berharap agar gerakan menanam ini dapat menjadi kebiasaan baru di kalangan masyarakat. Dengan membudayakan penanaman cabai di pekarangan rumah, setiap keluarga dapat secara langsung berkontribusi pada pemenuhan kebutuhan pangan mereka.
Kemandirian ini akan mengurangi ketergantungan pada fluktuasi harga pasar, yang pada akhirnya akan membantu menstabilkan perekonomian rumah tangga. Program ini menunjukkan komitmen Pemkot Bukittinggi dalam menciptakan ekosistem pangan yang lebih tangguh dan berkelanjutan.
Ibnu Asis menambahkan, "Melalui gerakan menanam ini, kita ingin masyarakat ikut terlibat dalam menjaga ketahanan pangan dan membantu mengendalikan inflasi. Menanam cabai bisa dimulai dari pekarangan rumah, sederhana namun berdampak besar."
Edukasi dan Peran Aktif Masyarakat Melalui Dasawisma
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Bukittinggi, Hendry, menjelaskan bahwa program ini adalah tindak lanjut dari edaran Gubernur Sumatera Barat. Edaran tersebut menyoroti tingginya harga cabai yang memerlukan perhatian serius dari pemerintah daerah.
Total 300 batang bibit cabai telah dibagikan secara merata, dengan masing-masing 150 batang untuk Kelurahan Campago Ipuah dan 150 batang untuk Kelurahan Puhun Pintu Kabun. Penyaluran bibit cabai Bukittinggi ini difokuskan kepada kelompok Dasawisma dan TP-PKK.
Kelompok-kelompok ini diharapkan tidak hanya menanam di pekarangan rumah mereka, tetapi juga mengedukasi warga sekitar agar lebih gemar menanam cabai. Peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan karena gerakan menanam tidak bisa hanya mengandalkan petani.
Hendry menegaskan, "Gerakan menanam tidak bisa hanya mengandalkan petani. Karena itu, Pemkot Bukittinggi mendorong agar masyarakat ikut aktif. Melalui Dasawisma dan TP-PKK, kita ingin mengedukasi warga agar lebih gemar menanam cabai untuk kebutuhan rumah tangga."
Distribusi bibit ini menjadi langkah awal untuk menciptakan kesadaran kolektif tentang pentingnya ketahanan pangan mandiri di tingkat keluarga. Dengan demikian, diharapkan masyarakat Bukittinggi semakin berdaya dalam menghadapi tantangan ekonomi.
Sumber: AntaraNews