Wakil Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Nyanyang Haris Pratamura menyampaikan bahwa produksi cabai besar lokal di provinsi tersebut hanya mampu memenuhi 37,38 persen dari total kebutuhan bulanan. Pernyataan ini disampaikan Nyanyang di Tanjungpinang pada hari Jumat, berdasarkan laporan akhir neraca bahan makanan tahun 2025. Kesenjangan ini menunjukkan tantangan signifikan bagi ketahanan pangan lokal di wilayah maritim tersebut.
Berdasarkan data yang ada, kebutuhan cabai besar di Kepri mencapai 12.074 ton per tahun, atau rata-rata sekitar 1.000 ton setiap bulannya. Namun, produksi lokal hanya tercatat di angka 4.508 ton per tahun, dengan rata-rata 375 ton per bulan. Angka ini menegaskan adanya defisit pasokan yang cukup besar dari sumber daya lokal.
Situasi serupa juga terjadi pada komoditas cabai rawit, di mana kebutuhan bulanan mencapai sekitar 641 ton dari total 7.236 ton per tahun. Sayangnya, produksi cabai rawit lokal hanya mampu menyediakan sekitar 124 ton per bulan, atau 1.488 ton per tahun. Ini berarti tingkat pemenuhan kebutuhan cabai rawit hanya sekitar 19,34 persen, menunjukkan kesenjangan yang lebih besar dibandingkan cabai besar.
Advertisement
Advertisement
Kesenjangan Produksi Cabai Besar dan Rawit di Kepri
Kesenjangan antara kebutuhan dan kemampuan produksi cabai di Kepulauan Riau menjadi sorotan utama. Data menunjukkan bahwa untuk cabai besar, produksi lokal hanya mencukupi 37,38 persen dari total kebutuhan bulanan yang mencapai 1.000 ton. Angka ini mengindikasikan bahwa sebagian besar pasokan masih harus didatangkan dari luar daerah untuk memenuhi konsumsi masyarakat Kepri.
Lebih lanjut, kondisi untuk cabai rawit bahkan lebih mengkhawatirkan, dengan produksi lokal hanya mencapai 19,34 persen dari kebutuhan. Kebutuhan cabai rawit di Kepri mencapai 641 ton per bulan, sementara produksi lokal hanya sekitar 124 ton. Defisit yang besar ini menyoroti kerentanan pasokan dan pentingnya upaya peningkatan produksi.
Wagub Nyanyang Haris Pratamura menekankan bahwa kondisi ini bukan hanya tantangan, melainkan juga peluang besar untuk mengembangkan sektor pertanian di Kepri. Meskipun mayoritas wilayahnya adalah daerah maritim, potensi untuk mengoptimalkan lahan dan teknologi pertanian harus terus digali. Peningkatan Produksi Cabai Lokal Kepri menjadi prioritas untuk mengurangi ketergantungan pada pasokan eksternal.
Advertisement
Advertisement
Strategi Peningkatan Produksi Cabai Lokal Kepri
Untuk mengatasi tantangan Produksi Cabai Lokal Kepri, Pemerintah Provinsi Kepri telah mengidentifikasi beberapa solusi adaptif dan efisien. Perubahan iklim dan keterbatasan lahan memerlukan pendekatan modernisasi pertanian, mekanisasi, dan digitalisasi. Penerapan teknologi ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas lahan yang tersedia.
Selain itu, pengembangan urban farming atau pertanian perkotaan juga menjadi salah satu strategi yang dipertimbangkan. Pendekatan ini relevan mengingat keterbatasan lahan di beberapa wilayah Kepri dan dapat memanfaatkan ruang-ruang yang tidak terpakai untuk budidaya cabai. Urban farming juga dapat mendekatkan sumber produksi dengan konsumen, mengurangi biaya distribusi.
Pemerintah Provinsi Kepri secara berkelanjutan memberikan dukungan nyata untuk peningkatan produksi cabai lokal. Program-program yang dijalankan meliputi pengembangan pertanian lahan kering, diversifikasi tanaman, serta penguatan dukungan dan kemitraan dengan para petani. Bantuan bibit cabai gratis juga disalurkan secara rutin kepada petani sebagai upaya konkret untuk mendorong peningkatan hasil panen.
Advertisement
Advertisement
Ketergantungan Pasokan dari Luar Daerah
Selama ini, pemenuhan kebutuhan cabai di Kepulauan Riau sangat bergantung pada pasokan dari provinsi lain. Daerah-daerah pemasok utama meliputi Sumatera Barat, Sumatera Utara, Aceh, hingga Pulau Jawa. Ketergantungan ini menimbulkan risiko fluktuasi harga dan ketersediaan, terutama jika terjadi gangguan pasokan dari daerah asal.
Menyadari hal tersebut, Pemerintah Provinsi Kepri terus berupaya menjalin kerja sama antar-daerah untuk menjamin stabilitas pasokan. Terbaru, Kepri telah bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk memenuhi kebutuhan pokok, termasuk pasokan cabai. Kerja sama ini diharapkan dapat menjadi salah satu solusi jangka pendek untuk menutupi defisit produksi lokal.
Meskipun demikian, tujuan jangka panjang tetap pada peningkatan kemandirian pangan melalui optimalisasi Produksi Cabai Lokal Kepri. Upaya diversifikasi sumber pasokan dan peningkatan kapasitas produksi di dalam provinsi merupakan langkah krusial untuk mencapai ketahanan pangan yang berkelanjutan. Hal ini akan mengurangi kerentanan terhadap gejolak harga dan ketersediaan dari luar daerah.
Advertisement
Sumber: AntaraNews