Gandeng BRIN, BUMN BKI Bakal Kembangkan Riset Bidang Manufaktur dan Teknologi Nuklir
Hasil riset yang diimplementasikan dapat mendukung layanan BKI dalam bidang Testing, Inspection, Certification, Classification, and Statutory (TICCS).
PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero) atau BKI resmi menandatangani Nota Kesepahaman dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Kerja sama ini merupakan langkah penting dalam memperkuat kolaborasi di bidang riset dan inovasi, yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas industri di tanah air.
Acara penandatanganan ini dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, termasuk Direktur Operasi Bisnis Klasifikasi BKI, Arief Budi Permana, dan Direktur Operasi Bisnis Komersial BKI, Erwin Ernanto Hoesni, serta pimpinan dari SBU Energi dan Industri dan SBU Marine Services. Melalui kolaborasi dengan BRIN, yang merupakan lembaga pemerintah dengan tanggung jawab dalam riset dan inovasi nasional, diharapkan akan lahir terobosan yang bermanfaat bagi industri dan pembangunan nasional.
"BKI percaya bahwa riset dan inovasi adalah fondasi untuk memperkuat daya saing bangsa. Melalui kerja sama ini, kami tidak hanya membuka ruang kolaborasi, tetapi juga memastikan hasil riset dapat diterapkan langsung dalam layanan industri, mulai dari klasifikasi, sertifikasi, hingga pengujian di berbagai sektor strategis," ungkap Direktur Operasi Bisnis Klasifikasi BKI, Arief Budi Permana dikutip di Jakarta, Selasa (16/9).
Nota Kesepahaman ini menjadi landasan bagi BKI dan BRIN untuk memaksimalkan kompetensi, fasilitas, serta tenaga ahli yang dimiliki masing-masing. Kerja sama ini akan difokuskan pada berbagai bidang, termasuk teknologi nuklir, energi, manufaktur, hayati, lingkungan, nanoteknologi, material, serta elektronika dan informatika.
Hasil riset yang diimplementasikan diharapkan dapat mendukung layanan BKI dalam bidang Testing, Inspection, Certification, Classification, and Statutory (TICCS).
Ruang Lingkup Kolaborasi
Selain melakukan riset, kedua pihak juga sepakat untuk melaksanakan program kolaboratif seperti workshop, pameran, dan pertemuan bisnis yang menghubungkan dunia penelitian dengan sektor industri. Inisiatif ini diharapkan dapat mempercepat hilirisasi inovasi sehingga dapat memberikan dampak yang signifikan.
Dengan adanya sinergi ini, BKI dan BRIN menegaskan komitmen mereka untuk berkontribusi pada pembangunan yang berkelanjutan dan memperkuat posisi Indonesia di arena industri global yang berbasis riset dan teknologi.
Melalui kerjasama ini, diharapkan akan tercipta berbagai inovasi yang dapat meningkatkan daya saing nasional.
Strategi BKI Tingkatkan Daya Saing Industri Maritim Indonesia
Dalam rangka mendukung perkembangan industri maritim dan offshore, PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero) atau BKI ikut berpartisipasi dalam acara INAMARINE 2025. Pameran yang berlangsung di JIExpo Kemayoran, Jakarta ini menjadi kesempatan penting bagi BKI untuk menunjukkan perannya dalam meningkatkan daya saing industri maritim nasional di tingkat global.
Booth yang dihadirkan BKI menampilkan berbagai inovasi layanan, termasuk solusi klasifikasi dan sertifikasi yang ditujukan untuk sektor maritim dan offshore. Kehadiran booth ini memungkinkan interaksi langsung antara BKI dan berbagai pemangku kepentingan, baik dari dalam maupun luar negeri, guna berbagi informasi, membangun hubungan, serta membuka peluang kolaborasi di masa mendatang.
Direktur PT BKI, R. Agus Doddy Dwisagita, menyatakan bahwa pameran ini merupakan platform strategis bagi pelaku industri maritim, baik nasional maupun internasional, untuk memperluas jaringan.
"Ini membangun kemitraan, serta mendorong pertumbuhan sektor maritim di Indonesia secara berkelanjutan," ungkapnya.
Selain berperan sebagai peserta, BKI juga aktif dalam rangkaian acara utama INAMARINE 2025, yaitu International Blue Economy Expo and Summit (IBEES) 2025. Partisipasi ini menunjukkan komitmen BKI dalam mendukung pengembangan industri maritim yang berkelanjutan dan inovatif.