Strategi Anyar Perusahaan BUMN Hadapi Era Transisi Hijau
Pengetahuan yang diperoleh dari workshop ini tidak hanya berguna bagi perusahaan, tetapi juga berdampak positif pada sektor publik.
Dalam era perubahan global yang semakin cepat, pentingnya pemimpin yang mampu mengelola transisi menuju keberlanjutan semakin meningkat. Untuk menjawab tantangan tersebut, Neyen Consulting bekerja sama dengan PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero) atau BKI, melalui inisiatif inFUSE, mengadakan Executive Workshop yang berjudul Navigating Sustainability, Risk, and Opportunity in a Changing World.
Direktur Keuangan, Manajemen Risiko & Dukungan Bisnis BKI, R. Agus Doddy Dwisagita menyatakan bahwa workshop ini ditujukan bagi eksekutif C-level dan pengambil keputusan senior yang memiliki peran strategis dalam organisasi.
"Melalui kegiatan ini, para peserta mendapatkan gambaran menyeluruh tentang bagaimana risiko global, peluang bisnis, dan tuntutan keberlanjutan mempengaruhi arah perkembangan sektor industri di Indonesia," ujarnya.
Pengetahuan yang diperoleh dari workshop ini tidak hanya berguna bagi perusahaan, tetapi juga berdampak positif pada sektor publik dengan meningkatkan tata kelola, efisiensi sumber daya, dan praktik bisnis yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan. Selain pemaparan materi, peserta juga akan terlibat dalam diskusi interaktif dan pembahasan studi kasus yang mencerminkan tantangan nyata di dunia bisnis saat ini.
Pendekatan ini memungkinkan para pemimpin organisasi untuk memahami konteks lapangan dan merumuskan respons strategis yang sesuai dengan kebutuhan industri dan masyarakat. Sebagai bagian dari pengayaan pengetahuan, sesi tatap muka opsional bersama Prof. Ricardo G. Barcelona juga disediakan. Sesi ini menawarkan perspektif akademis dan praktis untuk memperdalam pemahaman peserta mengenai pengelolaan keberlanjutan di tengah dinamika perubahan global.
Pelaksanaan workshop ini merupakan langkah konkret dalam meningkatkan kapasitas kepemimpinan di Indonesia, khususnya dalam menghadapi isu-isu keberlanjutan, ketidakpastian global, dan tuntutan perubahan industri.
Dengan memperkuat kompetensi pemimpin perusahaan, diharapkan pengambilan keputusan strategis dapat lebih adaptif dan berorientasi pada kepentingan publik, lingkungan, serta keberlanjutan jangka panjang.
BUMN Pastikan Standar Keselamatan
Sebagai lembaga klasifikasi nasional, PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero) memainkan peran yang sangat penting dalam memastikan bahwa setiap kapal memenuhi standar keselamatan dan kelaikan yang berlaku. BKI juga telah memperkenalkan Petunjuk Penilaian Risiko (PR) (Bag.8, Vol.A), yang merupakan pedoman terbaru dalam sistem klasifikasi kapal, khususnya untuk kapal atau bangunan apung yang beroperasi di perairan domestik, termasuk sungai dan danau.
Pendekatan ini menekankan pada kapal yang sudah ada, dengan fokus pada pendekatan berbasis risiko. "Pendekatan ini memungkinkan evaluasi terhadap potensi bahaya selama masa operasional kapal, sehingga tindakan pencegahan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat," ujar Direktur Operasi Bisnis Klasifikasi BKI, Arief Budi Permana, pada Rabu (5/11/2025).
Selain itu, BKI juga meluncurkan aplikasi digital bernama Dewaruci Risk-Based Assessment (Dewaruci RBA), yang merupakan salah satu fitur dalam aplikasi Dewaruci yang telah dikembangkan oleh BKI. Dewaruci RBA adalah sistem yang dirancang untuk membantu pemilik kapal dalam proses penilaian risiko kapal yang akan diklasifikasikan.
Dengan sistem ini, baik pemilik kapal maupun BKI dapat dengan mudah mengidentifikasi potensi bahaya dan menetapkan kontrol risiko secara lebih transparan, akurat, dan terdokumentasi dalam format digital. Penerapan penilaian risiko ini tidak hanya memperkuat sistem klasifikasi kapal, tetapi juga merupakan bagian dari transformasi digital BKI dalam layanan maritim.
Langkah ini sejalan dengan upaya nasional untuk menciptakan transportasi laut yang aman, efisien, dan berkelanjutan, serta meningkatkan daya saing industri pelayaran Indonesia di kancah global. Dengan pendekatan ini, BKI berkomitmen untuk mempercepat proses klasifikasi, meningkatkan transparansi dalam pengambilan keputusan teknis, dan memperkuat budaya keselamatan di sektor pelayaran nasional.
Eksplorasi Potensi Pemanfaatan Biodiesel B40
PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero) berupaya meningkatkan perannya di tingkat internasional dengan bergabung dalam ACS (Asian Classification Societies). Melalui keanggotaan ini, BKI ikut serta dalam kegiatan TMG (Technical Management Group) ACS dan Seminar ACS 2025. Senior Manager Konvensi BKI, Aditya Trisandhya Pramana ST, menjelaskan bahwa dalam kegiatan TMG, dibahas perkembangan aturan internasional terbaru dari IMO dan EU yang dapat mempengaruhi kapal-kapal di Asia.
"Ini membahas mengenai turunan Guidelines/Guidance/FAQ yang dapat diberikan ACS kepada regional Asia," ujarnya pada Selasa (14/10).
BKI juga menyampaikan informasi mengenai potensi pengembangan Biofouling Guidelines. Sebelumnya, telah diadakan pertemuan global di Bali untuk membahas dampak aturan tersebut dan implementasinya di dunia. Sebagai catatan, Australia dan New Zealand telah menerapkan aturan ini secara nasional. Dalam kegiatan berikutnya, yaitu Seminar ACS, PT BKI (Persero) mempresentasikan materi tentang implementasi bahan bakar alternatif, yaitu B40 yang berbahan dasar Crude Palm Oil (CPO) pada seminar ACS 2025.
Hal ini menarik perhatian peserta forum dan memicu diskusi mengenai potensi penggunaan B40 pada kapal-kapal militer serta upaya Indonesia dalam mendorong penggunaannya, mengingat Indonesia dan Malaysia merupakan produsen dan eksportir sawit terbesar.
"BKI akan senantiasa melakukan peningkatan keterlibatan di dalam forum internasional untuk menyelaraskan industri maritim nasional dengan regulasi yang ada serta menjadi kepanjangan tangan pemerintah dalam menyampaikan aspirasi nasional," tegas Aditya.
Dengan langkah-langkah ini, BKI menunjukkan komitmennya untuk berkontribusi dalam pengembangan industri maritim yang berkelanjutan dan sesuai dengan standar internasional.