SIG Tetapkan Seluruh Laba 2025 sebagai Dividen Tunai, Komitmen Kuat untuk Pemegang Saham

PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) mengumumkan penetapan seluruh laba tahun buku 2025 sebagai dividen tunai sebesar Rp190,85 miliar, menunjukkan komitmen kuat perseroan terhadap pemegang saham dan optimisme akan kinerja berkelanjutan.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
SIG Tetapkan Seluruh Laba 2025 sebagai Dividen Tunai, Komitmen Kuat untuk Pemegang Saham
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) mengumumkan penetapan seluruh laba tahun buku 2025 sebagai dividen tunai sebesar Rp190,85 miliar, menunjukkan komitmen kuat perseroan terhadap pemegang saham dan optimisme akan kinerja berkelanjutan. (AntaraNews)

PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) telah memutuskan untuk mengalokasikan seluruh laba bersih tahun buku 2025 sebagai dividen tunai kepada para pemegang saham. Keputusan penting ini diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang diselenggarakan pada Jumat (8/5) lalu di Jakarta.

Total laba yang akan dibagikan sebagai dividen mencapai Rp190,85 miliar, menegaskan komitmen perseroan dalam memberikan nilai tambah kepada investor. Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni, menyatakan bahwa langkah ini merupakan bentuk apresiasi atas kepercayaan pemegang saham.

Penetapan dividen tunai ini menjadi sorotan utama setelah perseroan berhasil melewati berbagai tantangan ekonomi pada paruh kedua tahun 2025. Kinerja positif SIG terus berlanjut hingga kuartal I 2026, menjadi landasan kuat untuk pertumbuhan di masa mendatang.

Kinerja Positif dan Optimisme Pertumbuhan Industri Semen

SIG menunjukkan resiliensi yang kuat dalam menghadapi dinamika pasar, terutama pada paruh kedua tahun 2025. Implementasi strategi transformasi yang disiplin menjadi kunci keberhasilan perseroan dalam menjaga daya saing di industri domestik sekaligus memperkuat posisi di pasar internasional.

Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni, mengungkapkan bahwa tren positif tersebut berlanjut hingga kuartal I 2026. Hal ini menjadi modal penting bagi perseroan untuk menjaga momentum pertumbuhan yang berkelanjutan. SIG siap mengoptimalkan kinerja positif ini demi nilai tambah bagi pemegang saham.

Industri semen nasional diproyeksikan akan memasuki fase pemulihan yang lebih stabil pada tahun 2026. Proyeksi ini sejalan dengan target pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di kisaran 5,2 persen hingga 5,5 persen. Pemulihan daya beli masyarakat dan realisasi berbagai proyek pemerintah diharapkan menopang pertumbuhan permintaan semen domestik.

Permintaan semen domestik diperkirakan tumbuh moderat sekitar 1-2 persen. Pada kuartal I 2026, SIG mencatat volume penjualan naik 1,7 persen secara tahunan menjadi 8,71 juta ton. Pendapatan perseroan juga tumbuh signifikan sebesar 8,3 persen menjadi Rp8,29 triliun.

Ekspansi Strategis dan Tata Kelola Perusahaan

Selain fokus pada kinerja jangka pendek, SIG juga aktif membangun sumber pertumbuhan baru yang lebih berkelanjutan. Salah satu inisiatif strategis adalah penyelesaian proyek pengembangan dermaga dan fasilitas produksi ekspor di Tuban, Jawa Timur. Proyek ini dikerjakan melalui PT Solusi Bangun Indonesia Tbk bersama Taiheiyo Cement Corporation.

Fasilitas baru di Tuban tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada pertengahan tahun 2026. Vita Mahreyni menjelaskan bahwa fasilitas ini akan menjadi basis penguatan ekspor perusahaan. Kehadiran fasilitas ini diharapkan dapat membuka peluang peningkatan margin usaha di tengah kompetisi pasar domestik yang semakin ketat.

RUPST SIG tahun buku 2025 juga menyetujui beberapa agenda penting lainnya. Di antaranya adalah laporan tahunan perseroan tahun buku 2025 serta penetapan kantor akuntan publik untuk mengaudit laporan keuangan perusahaan. Persetujuan ini menunjukkan transparansi dan akuntabilitas perseroan.

Rapat turut menyetujui laporan pertanggungjawaban realisasi penggunaan dana penawaran umum terbatas melalui penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD I) serta perubahan anggaran dasar perseroan. RUPST juga menyepakati pemberian kuasa kepada Dewan Komisaris untuk menyetujui Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) 2026–2030 dan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2027.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi