Fakta Unik: Pangkalpinang Capai 48 Ribu Rumah Layak Huni, Kemendagri Bahas Perkembangan Program Tiga Juta Rumah
Pemerintah Kota Pangkalpinang berkoordinasi dengan Kemendagri membahas progres Program Tiga Juta Rumah, menunjukkan capaian signifikan 48.075 unit rumah layak huni. Simak detailnya!
Pemerintah Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, baru-baru ini menggelar rapat koordinasi penting bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Pertemuan daring ini berfokus pada dua agenda krusial yang menjadi perhatian nasional dan daerah.
Inspektur Pemkot Pangkalpinang, Syahrial, menjelaskan bahwa rapat tersebut membahas perkembangan pelaksanaan Program Tiga Juta Rumah dan upaya pengendalian inflasi di daerah. Kedua isu ini memiliki dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat dan stabilitas ekonomi lokal.
Koordinasi ini menunjukkan komitmen Pemkot Pangkalpinang dalam mendukung program nasional serta menjaga daya beli masyarakat. Hasil pendataan dan strategi yang dibahas diharapkan dapat mempercepat capaian target perumahan dan menekan laju inflasi di kota tersebut.
Perkembangan Program Tiga Juta Rumah di Pangkalpinang
Terkait progres Program Tiga Juta Rumah, Pemerintah Kota Pangkalpinang telah menunjukkan capaian yang signifikan. Pemkot telah melakukan pendataan rinci di lapangan, menghasilkan data komprehensif mengenai sektor perumahan di wilayahnya.
Hingga Desember 2024, data menunjukkan total 345 lokasi perumahan di Pangkalpinang. Angka ini terdiri dari 301 lokasi perumahan subsidi, 30 lokasi perumahan komersil, dan empat lokasi gabungan subsidi serta komersil. Selain itu, terdapat pula 10 lokasi rumah dinas milik pemerintah.
Pemkot Pangkalpinang juga bekerja sama dengan perusahaan pengembang untuk mendata unit-unit rumah. Dari total rencana tapak sebanyak 21.631 unit, sebanyak 16.294 unit telah berhasil dibangun. Dari jumlah yang terbangun tersebut, 14.061 unit di antaranya sudah dihuni oleh masyarakat.
Secara keseluruhan, Kota Pangkalpinang memiliki 49.414 unit rumah, dengan 48.075 unit di antaranya tergolong rumah layak huni. Namun, masih terdapat 1.339 unit rumah tidak layak huni (RTLH), termasuk 59 unit yang berada di kawasan kumuh, yang menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah daerah.
Upaya Pengendalian Inflasi dan Stabilitas Ekonomi Lokal
Selain membahas Program Tiga Juta Rumah, rapat koordinasi tersebut juga menyoroti upaya pengendalian inflasi di Kota Pangkalpinang. Pemkot telah menyiapkan beberapa agenda strategis sesuai arahan Kemendagri.
Strategi pengendalian inflasi ini mengacu pada empat prinsip utama: keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi yang efektif. Penerapan pola ini terbukti berhasil menjaga stabilitas harga di Pangkalpinang.
Syahrial menyatakan, "Dengan pola itu, inflasi bisa kita kendalikan bersama, terbukti pada bulan ini masih stabil dan menjadikan Pangkalpinang sebagai salah satu dari 10 kota dengan inflasi terendah di Indonesia." Hal ini menunjukkan efektivitas kebijakan yang diterapkan oleh pemerintah daerah.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi month-to-month Kota Pangkalpinang hanya mencapai 0,59 persen, jauh lebih rendah dari rata-rata nasional. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang utama inflasi dengan kontribusi 1,90 persen, meskipun harga sembako secara umum tetap stabil dan tidak mengalami kenaikan signifikan.
Sumber: AntaraNews