Donald Trump Bakal Kirim Surat ke 150 Negara, Isinya Soal Biaya Tarif Harus Dibayar
Surat-surat tersebut menetapkan tarif dasar baru yang berkisar antara 20 persen hingga 40 persen.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan bahwa dia akan mengirimkan surat kepada lebih dari 150 negara. Pengiriman surat ini terkait dengan rencananya untuk menerapkan serangkaian bea masuk yang akan mulai berlaku pada 1 Agustus, termasuk pungutan untuk impor farmasi dan semikonduktor.
"Kami hanya akan mengirimkan pemberitahuan pembayaran, dan pemberitahuan pembayaran tersebut akan menyebutkan berapa tarif-nya," seperti yang dilansir dari Yahoo Finance pada Kamis (17/7).
"Semuanya akan sama untuk semua orang, dan kelompok," kata Trump sekaligus menegaskan kesetaraan dalam penerapan bea masuk tersebut.
Sebelumnya, Trump telah menyampaikan bahwa pungutan untuk obat-obatan dan chip akan diberlakukan pada bulan Agustus. Penerapan ini akan bersamaan dengan tarif timbal balik yang ditangguhkan pada bulan April, serta rencana untuk mengenakan tarif impor tembaga.
Langkah yang diambilnya ini muncul setelah dia mengirimkan surat kepada lebih dari 20 mitra dagang yang menjelaskan tarif atas barang-barang impor dari negara-negara tersebut.
Surat-surat tersebut menetapkan tarif dasar baru yang berkisar antara 20 persen hingga 40 persen, dengan pengecualian pungutan 50 persen untuk barang-barang dari Brasil. Kebijakan ini berpotensi mengganggu politik dalam negeri.
Beberapa waktu lalu, Trump juga mengumumkan tarif sebesar 35 persen untuk barang-barang yang diimpor dari Kanada, dan menindaklanjuti dengan janji untuk mengenakan bea masuk sebesar 30 persen untuk Meksiko dan Uni Eropa.
Uni Eropa telah menyiapkan daftar panjang tarif balasan yang akan berdampak pada produk-produk Amerika senilai USD 84 miliar, jika negosiasi tidak berhasil. Tindakan ini terkadang mengacaukan negosiasi yang telah berlangsung selama berbulan-bulan. Meskipun Trump menyatakan bahwa ia terbuka untuk mencapai kesepakatan yang berbeda, ia juga menyebut surat-suratnya sebagai "kesepakatan" itu sendiri.
Pada hari Selasa, Trump mengungkapkan bahwa timnya telah mencapai kesepakatan dagang dengan Indonesia, yang akan menyebabkan barang-barang dari negara tersebut dikenakan tarif sebesar 19 persen. Ini merupakan penurunan tarif yang sebelumnya ia ancamkan dalam suratnya.
Keadaan Mitra Utama
Dalam konteks perundingan yang sedang berlangsung di Amerika Serikat (AS), penting untuk memperhatikan kondisi mitra utama lainnya.
Vietnam:
Presiden Trump menyatakan bahwa kesepakatan dengan Vietnam sudah cukup matang. Dua minggu yang lalu, Trump mengungkapkan bahwa perjanjian tersebut akan mengurangi tarif impor dari negara tersebut menjadi 20 persen, jauh lebih rendah dibandingkan dengan 46 prsen yang sebelumnya diancamkan pada bulan April.
Selain itu, terdapat tarif yang lebih tinggi yakni 40 persen yang akan dikenakan untuk setiap transshipment, yaitu ketika barang yang dikirim dari Vietnam berasal dari negara lain seperti Tiongkok.
India:
Kebijakan tarif Trump terhadap Brasil ternyata juga berdampak pada India, yang merupakan anggota lain dari koalisi BRICS. Menurut laporan dari Bloomberg, kedua negara kini sedang berupaya untuk mencapai kesepakatan kerangka kerja yang bertujuan untuk menurunkan tarif AS pada barang-barang yang berasal dari India menjadi di bawah 20 persen.
Dengan langkah ini, India berharap dapat meningkatkan akses pasar dan mendorong pertumbuhan ekonomi mereka di tengah ketegangan perdagangan global.