Bulog Turun Tangan, Biayai Pengiriman Beras SPHP ke Wilayah Terpencil di Tanah Papua
Perum Bulog Kanwil Papua mengambil alih biaya pengiriman Beras SPHP ke 10 kabupaten terpencil, menekan harga jual agar terjangkau masyarakat.
Perum Bulog Kantor Wilayah Papua kini mengambil langkah strategis untuk memastikan ketersediaan dan keterjangkauan harga beras bagi masyarakat di wilayah terpencil. Mereka secara aktif membiayai pengiriman beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ke berbagai kabupaten di Tanah Papua. Kebijakan ini bertujuan untuk menekan biaya logistik yang selama ini menjadi kendala utama.
Kepala Perum Bulog Kanwil Papua, Ahmad Mustari, menjelaskan bahwa inisiatif ini dilakukan untuk menyamakan harga beras SPHP di seluruh wilayah Tanah Papua. Tujuannya adalah agar harga jual beras SPHP dapat seragam, yaitu Rp13.500 per kilogram. Langkah ini diharapkan dapat meringankan beban ekonomi masyarakat setempat.
Program penyaluran beras SPHP ini menyasar 10 kabupaten yang dikenal memiliki tingkat kemahalan ongkos kirim yang sangat tinggi. Kerjasama dengan Polda Papua juga dijalin untuk memastikan kelancaran dan keamanan distribusi. Beras SPHP akan disimpan di gudang polres setempat sebelum didistribusikan.
Menekan Biaya Logistik Tinggi untuk Beras SPHP
Tingginya biaya transportasi menjadi salah satu tantangan terbesar dalam penyaluran kebutuhan pokok di Tanah Papua. Ongkos angkut beras ke daerah-daerah terpencil dapat mencapai Rp20.000 hingga Rp30.000 per kilogram, jauh melampaui harga beras itu sendiri. Kondisi ini menyebabkan harga jual beras di tingkat konsumen menjadi sangat mahal.
Menyadari permasalahan tersebut, Perum Bulog Kanwil Papua memutuskan untuk menanggung seluruh biaya pengiriman beras SPHP. "Memang benar saat ini Bulog mengambil alih pengiriman beras SPHP agar dapat menekan harganya, sehingga sama dengan daerah lainnya di Tanah Papua, yakni Rp13.500 per kilogram," ujar Ahmad Mustari. Ini adalah upaya konkret untuk mewujudkan pemerataan harga pangan.
Dengan subsidi ongkos kirim ini, Bulog berharap masyarakat di wilayah sasaran dapat membeli beras SPHP sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET). HET beras SPHP ditetapkan sebesar Rp13.500 per kilogram atau Rp67.500 per karung berisi lima kilogram. Kebijakan ini diharapkan membawa dampak positif signifikan bagi daya beli masyarakat di Tanah Papua.
Target Penyaluran dan Kolaborasi Distribusi Beras SPHP
Ada sepuluh kabupaten yang menjadi prioritas utama dalam penyaluran beras SPHP dengan subsidi ongkos kirim ini. Daerah-daerah ini dipilih karena karakteristik geografisnya yang menantang dan biaya logistik yang ekstrem. Program ini memastikan akses pangan yang lebih baik di wilayah yang sulit dijangkau.
Daftar kabupaten yang menjadi sasaran penyaluran beras SPHP di antaranya meliputi:
- Kabupaten Pegunungan Bintang
- Kabupaten Mamberamo Tengah
- Kabupaten Tolikara
- Kabupaten Lanny Jaya
- Kabupaten Puncak Jaya
- Kabupaten Puncak
- Kabupaten Intan Jaya
- Kabupaten Jayawijaya
Untuk menjamin kelancaran dan keamanan distribusi, Bulog menjalin kerja sama erat dengan Kepolisian Daerah (Polda) Papua. Beras SPHP yang akan disalurkan akan disimpan terlebih dahulu di gudang-gudang milik polres setempat sebelum didistribusikan ke masyarakat. "Penyaluran atau penjualan beras SPHP di kabupaten akan menggandeng polres," tambah Ahmad Mustari. Kolaborasi ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas harga pangan.
Sumber: AntaraNews