Badan Urusan Logistik (Bulog) terus memperluas jangkauan distribusi beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ke pulau-pulau terpencil di Provinsi Kepulauan Riau. Upaya ini dilakukan untuk memastikan akses pangan yang merata di luar pusat kota. Langkah strategis ini bertujuan menjaga ketersediaan dan stabilitas harga beras bagi masyarakat di seluruh wilayah.
Kepala Bulog Batam, Guido XL Pereira, menyatakan bahwa Karimun menjadi fokus utama peningkatan distribusi beras SPHP. Rata-rata penjualan harian di Karimun kini mencapai 10 ton, menunjukkan tingginya permintaan di wilayah tersebut. Pengiriman rutin dilakukan secara berkala ke pulau-pulau kecil seperti Kundur dan Belat.
Pada hari Sabtu, 6 September, Bulog mengirimkan 10 ton beras ke tiga titik distribusi di Pulau Kundur dan Belat. Beras SPHP dijual seharga Rp58.000 per karung 5 kilogram, sebuah harga yang ditetapkan untuk menjaga keterjangkauan bagi seluruh lapisan masyarakat, terutama di daerah terpencil.
Advertisement
Advertisement
Bulog Batam secara aktif meningkatkan upaya distribusi beras SPHP di Kabupaten Karimun, mengingat adanya peningkatan permintaan yang signifikan. Guido XL Pereira menjelaskan bahwa penjualan harian di Karimun kini mencapai rata-rata 10 ton, sebuah angka yang menunjukkan kebutuhan pasar yang tinggi. Ini menjadi indikator penting bagi Bulog untuk terus mengoptimalkan pasokan ke wilayah tersebut.
Bulog memiliki gudang operasional di Kota Batam dan Kabupaten Karimun untuk mendukung kelancaran distribusi. Hingga Jumat, 5 September, total penjualan beras SPHP di Karimun telah mencapai 52,8 ton. Angka ini merupakan bagian dari target bulanan yang ditetapkan sebesar 594,6 ton, menunjukkan komitmen Bulog dalam memenuhi kebutuhan pangan di daerah.
Pada bulan Agustus, total penjualan beras SPHP gabungan di Batam dan Karimun mencapai 224,9 ton. Dari jumlah tersebut, sekitar 200 ton di antaranya berasal dari penjualan di Karimun. Data ini menegaskan peran penting Karimun sebagai salah satu pusat distribusi utama beras SPHP di Kepulauan Riau.
Advertisement
Sebagai bagian dari komitmennya, pada hari Sabtu, Bulog mengirimkan 10 ton beras ke tiga titik distribusi baru di Pulau Kundur dan Belat. Pengiriman ini memastikan bahwa masyarakat di pulau-pulau yang lebih terpencil juga dapat menikmati akses terhadap beras SPHP dengan harga yang terjangkau.
Advertisement
Harga jual beras SPHP yang ditetapkan sebesar Rp58.000 per karung 5 kilogram merupakan strategi Bulog untuk menjaga keterjangkauan produk pangan esensial ini bagi masyarakat. Kebijakan harga ini penting untuk memastikan bahwa beras berkualitas dapat diakses oleh semua kalangan, termasuk mereka yang berada di daerah terpencil.
Selain distribusi rutin, Bulog juga menjalankan inisiatif pangan berbiaya rendah dan menjangkau desa-desa terpencil seperti Tebias di Pulau Belat. Ini adalah bagian dari komitmen Bulog untuk memastikan bahwa komunitas pulau juga mendapatkan manfaat penuh dari program beras SPHP. Inisiatif ini menunjukkan perhatian Bulog terhadap pemerataan akses pangan.
Guido XL Pereira menegaskan bahwa harga pangan, termasuk beras, tetap stabil di Batam dan Karimun. Stabilitas harga ini merupakan hasil dari upaya distribusi yang konsisten dan terencana yang dilakukan oleh Bulog. Kondisi ini sangat vital untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah fluktuasi ekonomi.
Advertisement
Menurut Pereira, upaya Bulog bukan hanya sekadar memastikan ketersediaan pasokan. Lebih dari itu, tujuan utamanya adalah untuk menjaga daya beli masyarakat agar tetap stabil. Dengan harga yang terkendali, masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pokok tanpa terbebani oleh kenaikan harga yang tidak wajar.
Advertisement
Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) merupakan inisiatif nasional yang dikelola oleh Bulog. Program ini dirancang untuk menjaga keseimbangan pasokan dan harga komoditas pangan pokok di seluruh Indonesia. Tujuannya adalah untuk mencegah lonjakan harga yang dapat merugikan masyarakat dan menjaga stabilitas ekonomi.
Tujuan utama dari program SPHP adalah untuk menstabilkan harga pangan dan meningkatkan akses terhadap barang-barang pokok. Fokus program ini terutama ditujukan pada daerah-daerah yang kurang terlayani atau memiliki tantangan geografis. Ini memastikan bahwa tidak ada wilayah yang tertinggal dalam hal akses pangan.
Program SPHP berperan sebagai pilar penting dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Dengan memastikan pasokan yang memadai dan harga yang stabil, Bulog membantu menciptakan lingkungan di mana setiap warga negara memiliki akses terhadap pangan yang cukup dan terjangkau. Ini adalah kunci untuk kesejahteraan dan stabilitas sosial.
Advertisement
Sumber: AntaraNews