XChat Resmi Hadir di iOS, Ini Daftar Fitur Unggulannya
X baru saja meluncurkan XChat, aplikasi mandiri yang dirancang khusus untuk layanan pesan instan. Fitur-fitur apa saja yang ditawarkan oleh aplikasi ini?
Media sosial X, yang sebelumnya dikenal sebagai Twitter, baru saja meluncurkan XChat, sebuah aplikasi terpisah yang dirancang khusus untuk layanan pesan instan.
Saat ini, seperti yang dilaporkan oleh Engadget pada hari Sabtu, 25 April 2026, XChat telah tersedia dan dapat diunduh oleh pengguna iOS (iPhone) di Amerika Serikat.
Namun, sayangnya, aplikasi ini belum dapat diakses oleh pengguna di Indonesia.
Meskipun pada tahun 2025 X sempat memberikan sinyal bahwa fitur pesan langsung (Direct Message) akan dipisahkan dari aplikasi utama, saat ini layanan berkirim pesan tetap terintegrasi di aplikasi X asli dan versi web.
Dalam video peluncuran resminya, XChat menawarkan berbagai fitur modern yang sebelumnya diperkenalkan secara bertahap di platform utama. Beberapa fitur utama yang ditawarkan antara lain:
- Kontrol Pesan: Memungkinkan pengguna untuk menghapus dan menyunting (edit) pesan yang telah terkirim.
- Privasi Ketat: Tersedia fitur pemblokiran tangkapan layar (screenshot) serta pengiriman pesan yang dapat menghilang secara otomatis (disappearing messages).
- Komunikasi Multimedia: Mendukung penuh untuk panggilan audio dan video.
- Keamanan Data: X mengklaim bahwa semua pesan yang dikirim melalui XChat dilindungi dengan sistem enkripsi ujung-ke-ujung (end-to-end encryption).
Fitur 'Communities' telah digantikan
XChat diproyeksikan untuk menjadi "rumah baru" bagi kelompok-kelompok yang sebelumnya terdaftar dalam fitur Communities.
Dengan pengumuman dari X yang menyatakan akan menghentikan layanan Communities pada akhir bulan Mei mendatang, XChat muncul sebagai solusi alternatif untuk diskusi kelompok dalam skala besar.
Saat ini, grup obrolan di XChat dapat menampung hingga 350 peserta. Namun, manajemen X mengungkapkan rencana untuk meningkatkan kapasitas jumlah anggota grup tersebut di masa depan guna memenuhi kebutuhan komunitas yang lebih luas.
Perubahan Strategi
Peluncuran aplikasi mandiri ini menimbulkan pertanyaan mengenai visi awal Elon Musk yang ingin menjadikan X sebagai "everything app".
Pada awalnya, Musk memiliki ambisi untuk mengintegrasikan berbagai layanan seperti umpan algoritmik, perpesanan, informasi lowongan kerja, dan sistem pembayaran ke dalam satu ekosistem, mirip dengan model bisnis WeChat di China.
Namun, munculnya aplikasi terpisah seperti XChat dianggap sebagai langkah yang berbeda dari tujuan tersebut. Hal ini mencerminkan perubahan posisi strategis X pada tahun 2026, yang telah mengalami restrukturisasi besar-besaran.
Saat ini, X beroperasi sebagai anak perusahaan dari xAI, yang secara struktural berada di bawah SpaceX. Fokus utama Musk tampaknya telah beralih secara signifikan ke pengembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), sehingga ambisi untuk menciptakan "aplikasi segalanya" bukan lagi menjadi prioritas utama perusahaan.
Dengan demikian, langkah-langkah yang diambil oleh Musk dan timnya menunjukkan adanya perubahan arah yang cukup signifikan dalam visi jangka panjang mereka.