BPH Migas Tingkatkan Kapasitas IT Banjarmasin Capai 64 Ribu KL BBM
BPH Migas mengumumkan peningkatan signifikan Kapasitas IT Banjarmasin hingga 64 ribu KL BBM, guna memperkuat ketahanan energi dan memastikan pasokan aman di Kalimantan.
Anggota Komite Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), Fathul Nugroho, mengumumkan rencana peningkatan Kapasitas Integrated Terminal (IT) Banjarmasin, Kalimantan Selatan, hingga mencapai 64 ribu kiloliter (KL) bahan bakar minyak (BBM). Peningkatan ini bertujuan untuk memperkuat ketahanan stok energi di wilayah Kalimantan, khususnya pasca periode Ramadan dan Idul Fitri (RAFI) 2026.
Saat ini, IT Banjarmasin sedang dalam proses penambahan tangki baru sebesar 10 ribu KL dan peningkatan kapasitas eksisting sebesar 5.000 KL, sehingga total kapasitas akan mencapai 52.000 KL dari sebelumnya 42.000 KL. Rencana selanjutnya adalah penambahan 12.000 KL lagi, yang akan menggenapkan total Kapasitas IT Banjarmasin menjadi 64.000 KL.
Kunjungan lapangan Fathul Nugroho ke Banjarmasin pada Sabtu lalu difokuskan pada pemantauan ketahanan stok BBM, keandalan pasokan Avtur di Aviation Fuel Terminal (AFT) Syamsudin Noor, serta pelayanan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Banjarmasin. Langkah ini menegaskan komitmen BPH Migas dalam menjaga stabilitas pasokan energi nasional.
Peningkatan Kapasitas IT Banjarmasin untuk Ketahanan Energi
Fathul Nugroho menjelaskan bahwa IT Banjarmasin memiliki peran krusial sebagai simpul distribusi energi utama di Kalimantan. Terminal ini bertanggung jawab menyuplai BBM ke sebelas Kabupaten/Kota di Kalimantan Selatan dan empat wilayah di Kalimantan Tengah, menjadikannya infrastruktur vital bagi mobilitas dan perekonomian regional.
BPH Migas secara penuh mendukung penambahan tangki baru dan peningkatan kapasitas penyimpanan ini. Langkah strategis ini dianggap sebagai upaya antisipatif yang penting untuk menghadapi lonjakan kebutuhan energi di masa mendatang, sekaligus memperkuat ketahanan stok BBM di seluruh wilayah yang dilayani.
Selama proses peningkatan Kapasitas IT Banjarmasin berlangsung, masyarakat Kalimantan Selatan diimbau untuk tidak khawatir mengenai ketersediaan BBM. Fathul memastikan bahwa kondisi stok saat ini berada dalam status aman dan andal, berkat penguatan infrastruktur yang terus dilakukan oleh pihak terkait.
Kesiapan Pasokan Avtur dan Pelayanan SPBU Optimal
Selain memantau Kapasitas IT Banjarmasin, Fathul Nugroho juga meninjau AFT Syamsudin Noor untuk memastikan kesiapan pasokan avtur. Peninjauan ini sangat penting mengingat persiapan menghadapi arus balik Lebaran dan peningkatan penerbangan menjelang musim haji, yang menuntut ketersediaan avtur yang memadai dan lancar.
Fathul menegaskan komitmen BPH Migas untuk memastikan seluruh kebutuhan avtur selama periode sibuk ini terpenuhi dengan aman dan lancar, demi kenyamanan masyarakat pengguna jasa penerbangan. Kesiapan infrastruktur dan logistik menjadi prioritas utama dalam menjamin kelancaran operasional.
Lebih lanjut, kunjungan juga dilakukan ke salah satu SPBU di Banjarmasin untuk memantau langsung pelayanan pasca-Lebaran. Hasil pemantauan menunjukkan bahwa penyaluran BBM berjalan aman dan tidak ditemukan antrean panjang, menandakan pelayanan kepada masyarakat berjalan optimal.
Janatul Arif, Pjs Manager Reliability & Project Development Regional Kalimantan Pertamina Patra Niaga (PPN), menjelaskan bahwa penambahan tangki merupakan langkah strategis untuk meningkatkan pelayanan. Ia juga mengapresiasi masukan dari BPH Migas yang dinilai krusial dalam memperkuat sistem dan memastikan stok BBM tetap optimal.
Sumber: AntaraNews