BEI NTT Sukses Tingkatkan Literasi Pasar Modal: Puluhan Ribu Orang Ikuti SPM Hingga November 2025
PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan NTT berhasil meningkatkan literasi pasar modal, menjangkau 31.775 orang melalui program Sekolah Pasar Modal (SPM) hingga November 2025. Peningkatan ini dorong pertumbuhan investor.
PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Nusa Tenggara Timur (NTT) gencar meningkatkan literasi pasar modal di wilayahnya. Upaya ini berhasil menjangkau puluhan ribu masyarakat melalui program edukasi intensif yang diselenggarakan secara berkelanjutan.
Hingga 30 November 2025, sebanyak 31.775 orang telah mengikuti kegiatan Sekolah Pasar Modal (SPM) yang diselenggarakan BEI NTT. Program ini bertujuan untuk membekali masyarakat dengan pemahaman investasi yang komprehensif dan terukur.
Kegiatan edukasi ini digelar melalui 448 sesi baik secara luring maupun daring di berbagai lokasi di NTT. Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen BEI untuk mendorong inklusi keuangan serta investasi yang lebih teredukasi di kalangan masyarakat.
Peran dan Tujuan Sekolah Pasar Modal (SPM) dalam Literasi Investasi
Kepala BEI Perwakilan NTT, Adevi Sabath Sovani, menjelaskan bahwa program Sekolah Pasar Modal dirancang untuk memberikan edukasi mendalam. "Sejak awal tahun hingga 30 November 2025, tercatat 31.775 orang telah mengikuti kelas edukasi pasar modal melalui 448 kegiatan yang digelar secara luring dan daring," ujarnya di Kupang pada Senin (8/12).
BEI NTT tidak bekerja sendiri dalam menyelenggarakan program SPM ini. Mereka berkolaborasi erat dengan berbagai pihak seperti perusahaan sekuritas, manajer investasi, analis pasar modal, dan stakeholders pasar modal lainnya untuk memperluas jangkauan.
Program SPM memiliki tujuan utama yang sangat jelas, yaitu untuk meningkatkan pemahaman masyarakat. "SPM bertujuan untuk memberikan edukasi agar seseorang semakin memahami produk dan risiko dalam berinvestasi di pasar modal," tambah Adevi.
Salah satu hasil yang diharapkan dari SPM adalah kemandirian investor dalam mengambil keputusan. Peserta didorong untuk mampu membuka rekening efek secara mandiri di perusahaan sekuritas pilihan mereka. Selain itu, mereka diharapkan dapat membuat keputusan investasi yang logis dan teredukasi berdasarkan pengetahuan yang telah diperoleh.
Pertumbuhan Investor dan Potensi Pasar Modal di NTT
Pelaksanaan Sekolah Pasar Modal (SPM) menunjukkan korelasi positif yang signifikan dengan pertumbuhan jumlah investor pasar modal di NTT. Data Single Investor Identification (SID) memperlihatkan peningkatan yang konsisten selama empat tahun terakhir.
Pada tahun 2021, tercatat 35.761 SID, kemudian angka ini meningkat menjadi 56.872 SID pada 2022, dan mencapai 79.026 SID di tahun 2023. Angka ini terus melonjak hingga 102.898 SID pada tahun 2024, menunjukkan minat yang terus bertumbuh.
Terbaru, jumlah SID di NTT telah mencapai 133.048, menunjukkan kenaikan sebesar 29 persen dibandingkan tahun sebelumnya. "Tahun ini, jumlahnya mencapai 133.048 SID, atau naik 29 persen dibanding tahun sebelumnya," ungkap Adevi.
Adevi menilai bahwa potensi pertumbuhan investor pasar modal di wilayah NTT masih sangat besar dan belum sepenuhnya tergarap. Oleh karena itu, BEI NTT berkomitmen untuk terus berinovasi dan memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak. Tujuannya adalah menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan keuangan dan investasi yang baik secara berkelanjutan.
BEI NTT juga berharap agar informasi mengenai program SPM dapat tersebar lebih luas dan mudah diakses oleh masyarakat di seluruh provinsi berbasis kepulauan tersebut. Hal ini krusial untuk mendukung peningkatan literasi investasi dan kemandirian finansial yang lebih merata di masa depan.
Sumber: AntaraNews