Sekolah Pasar Modal BEI NTT Dorong Literasi Investasi, Cegah Masyarakat dari Investasi Bodong

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan NTT kembali menggelar Sekolah Pasar Modal BEI NTT secara gratis, bertujuan meningkatkan literasi investasi masyarakat dan melindungi dari investasi bodong.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Sekolah Pasar Modal BEI NTT Dorong Literasi Investasi, Cegah Masyarakat dari Investasi Bodong
PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Nusa Tenggara Timur (NTT) aktif mendorong literasi investasi masyarakat secara gratis melalui program Sekolah Pasar Modal, membekali investor pemula dengan pengetahuan pasar modal yang aman dan benar. (AntaraNews)

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Nusa Tenggara Timur (NTT) secara aktif mendorong peningkatan literasi investasi bagi masyarakat melalui program Sekolah Pasar Modal (SPM). Inisiatif ini diselenggarakan secara gratis untuk memastikan akses edukasi yang merata.

Kegiatan edukatif ini merupakan langkah strategis BEI NTT dalam mengedukasi publik tentang praktik investasi pasar modal yang baik dan benar. Tujuannya adalah membangun pemahaman yang kuat di kalangan investor pemula.

Kelas perdana SPM tahun 2026 baru saja dimulai di Kupang, NTT, dihadiri oleh puluhan peserta dari wilayah Kota Kupang dan sekitarnya. Program ini diharapkan mampu menjangkau lebih banyak masyarakat.

Membangun Fondasi Investasi Melalui Edukasi Komprehensif

Sekolah Pasar Modal BEI NTT dirancang sebagai rangkaian kegiatan edukasi mendalam mengenai pasar modal Indonesia. Program ini merupakan kelanjutan dari inisiatif sebelumnya, yakni Belajar Saham Bareng (BSB).

BSB lebih fokus pada pengenalan awal cara berinvestasi di pasar modal Indonesia, seringkali dilaksanakan secara daring. Metode ini memungkinkan jangkauan luas ke masyarakat NTT yang tersebar di wilayah kepulauan, seperti Manggarai Barat dan Waingapu.

Sementara itu, SPM membahas materi yang lebih mendalam terkait pasar modal Indonesia dan dapat dilaksanakan secara luring maupun daring, memberikan fleksibilitas bagi peserta. Setelah BSB dan SPM, tersedia pula kegiatan lanjutan yaitu Kelas Investor untuk pendalaman lebih lanjut.

Deputi Kepala Wilayah BEI NTT, Danang Raharjo, menjelaskan bahwa dalam Kelas Investor, peserta akan mempelajari aspek teknis berinvestasi. Ini termasuk cara melakukan transaksi di pasar modal Indonesia serta analisis saham.

Mendorong Partisipasi Investor Aman dan Terhindar dari Risiko

Melalui dua kegiatan utama, BSB dan Sekolah Pasar Modal BEI NTT, diharapkan peserta dapat segera membuka rekening saham. Hal ini memungkinkan mereka untuk langsung mempraktikkan cara membeli saham yang aman dan benar.

BEI NTT berharap program edukasi ini dapat membantu masyarakat NTT, khususnya para peserta, untuk semakin memahami cara berinvestasi yang aman dan tepat. Ini juga menjadi benteng terhadap maraknya investasi bodong yang merugikan.

Masyarakat diharapkan tidak lagi ragu untuk belajar dan berinvestasi di pasar modal, mengingat akses edukasi dan pendampingan kini semakin mudah tersedia. Semua kelas edukasi yang diselenggarakan BEI NTT diberikan secara gratis kepada masyarakat.

Selain dilaksanakan secara tatap muka di Kantor BEI NTT, kegiatan edukasi juga dapat digelar langsung di kantor atau lokasi lembaga maupun komunitas yang mengajukan undangan. Ini menunjukkan komitmen BEI NTT dalam mendekatkan diri kepada masyarakat.

Dampak Positif dan Capaian Literasi Investasi di NTT

Upaya BEI NTT dalam meningkatkan literasi investasi telah menunjukkan hasil yang signifikan. Selama periode Januari hingga November 2025, tercatat sebanyak 31.775 orang telah mengikuti kegiatan SPM.

Angka partisipasi ini mencerminkan tingginya minat masyarakat NTT terhadap edukasi pasar modal dan kesadaran akan pentingnya investasi yang teredukasi. Ini adalah indikator positif bagi pertumbuhan investor di daerah.

Program Sekolah Pasar Modal BEI NTT tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga pada praktik langsung. Dengan begitu, peserta memiliki bekal yang cukup untuk berinvestasi secara mandiri dan bertanggung jawab.

Inisiatif ini krusial untuk menciptakan ekosistem investasi yang sehat dan berkelanjutan di Nusa Tenggara Timur, mendukung pertumbuhan ekonomi lokal melalui partisipasi aktif masyarakat di pasar modal.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi