Banyak Dikritik, Purbaya Buka Suara soal Program MBG
Menteri Keuangan Purbaya memberikan penjelasan mengenai program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menekankan pentingnya untuk tidak terus-menerus memperdebatkan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menjelaskan bahwa program ini bukan sekadar bantuan sosial biasa, melainkan merupakan bagian integral dari strategi pembangunan yang lebih besar di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Purbaya menyatakan bahwa MBG dirancang sebagai alat untuk memperkuat pemerataan kesejahteraan serta menjaga stabilitas sosial dan politik. Ia berpendapat bahwa kedua aspek ini merupakan fondasi utama agar pertumbuhan ekonomi yang tinggi dapat dicapai secara nyata dan berkelanjutan.
Menurut Purbaya, kritik yang sering muncul terhadap MBG dan program-program lainnya menunjukkan kurangnya pemahaman tentang tujuan kebijakan ekonomi pemerintah saat ini.
"Orang-orang sering protes MBG dan program-program yang lain, itu adalah satu pilar dari program pembangunan Pak Presiden, pemerataan dan stabilitas sosial, politik. Kalau itu nggak ada, yang high economic growth-nya nggak bisa tercipta," ujarnya dalam acara Bloomberg Technoz Economic Outlook 2026, Kamis (12/2/2026).
Ia menambahkan bahwa kritik tersebut sering kali mengabaikan posisi strategis program MBG dalam kerangka pembangunan yang lebih luas.
Purbaya juga menegaskan bahwa tanpa adanya pemerataan dan stabilitas sosial, pertumbuhan ekonomi yang tinggi tidak akan memiliki arti yang signifikan bagi masyarakat. Ia menekankan kembali bahwa MBG ditujukan langsung kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan keadilan sosial.
Pertumbuhan Ekonomi Tidak T erjamin
Purbaya menekankan bahwa meskipun program sosial seperti MBG ada, hal itu tidak menjamin pertumbuhan ekonomi akan tetap stabil jika kondisi ekonomi secara keseluruhan mengalami gangguan. Ia memberikan contoh gejolak sosial yang pernah terjadi sebelumnya sebagai bukti adanya hubungan yang erat antara ekonomi dan stabilitas.
"Agustus kemarin, tahun lalu, suasana agak menegangkan kan? Banyak orang turun ke jalan, protes di seluruh Indonesia tanpa komando, itu menandakan memang pertumbuhan ekonomi, walaupun kita punya program MBG dan lain-lain, ketika pertumbuhan ekonomi terganggu, nggak bisa juga. Nah ini juga sama, ketika pertumbuhan ekonomi kita tinggi, kalau nggak ada pemerataan, sama juga akan menimbulkan instability sosial yang akan dengan cepat bergerak ke politik," pungkasnya.
Dalam konteks ini, Purbaya menggarisbawahi pentingnya pemerataan dalam pertumbuhan ekonomi. Ia menjelaskan bahwa jika pertumbuhan tinggi tidak diimbangi dengan distribusi yang adil, maka hal ini berpotensi memicu ketidakstabilan sosial.