Bank Mandiri Raup Minat Investor Lewat Obligasi Rp5 Triliun
Bank Mandiri menerbitkan obligasi berkelanjutan Rp5 triliun yang diminati investor hingga 3,1 kali, terdiri dari tiga seri dengan tenor berbeda.
Bank Mandiri kembali menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2025 senilai Rp5 triliun.
Penerbitan ini mendapat respons kuat dari pasar dengan tingkat kelebihan permintaan mencapai 3,10 kali atau setara Rp15,5 triliun dalam masa book building yang singkat.
Direktur Treasury dan International Banking Bank Mandiri, Ari Rizaldi, menyebut tingginya minat investor mencerminkan kepercayaan pasar terhadap kinerja dan prospek perseroan.
“Pencapaian ini mencerminkan kuatnya kepercayaan investor terhadap fundamental kinerja serta prospek pertumbuhan Bank Mandiri,” kata Ari, Rabu (24/12).
Obligasi tersebut diterbitkan dalam tiga seri, yakni Seri A bertenor 370 hari senilai Rp1 triliun dengan kupon 4,85 persen, Seri B bertenor tiga tahun sebesar Rp2 triliun dengan kupon 5,45 persen, serta Seri C bertenor lima tahun senilai Rp2 triliun dengan kupon 5,95 persen.
Rencana Penggunaan Dana
Dana hasil penerbitan obligasi akan digunakan untuk membiayai maupun membiayai kembali kegiatan yang masuk dalam kategori Kegiatan Usaha Berwawasan Lingkungan (KUBL) dan Kegiatan Usaha Berwawasan Sosial (KUBS), sesuai dengan ketentuan POJK Nomor 18 Tahun 2023.
“Keberhasilan penerbitan obligasi ini merupakan bukti nyata tingginya kepercayaan investor terhadap kinerja, stabilitas, serta potensi pertumbuhan Bank Mandiri,” ujar Ari.
Dari sisi peringkat kredit, obligasi ini memperoleh peringkat idAAA dari Pefindo. Adapun sindikasi penjamin emisi terdiri dari Mandiri Sekuritas, BCA Sekuritas, BNI Sekuritas, BRI Danareksa Sekuritas, Mega Capital Sekuritas, serta Trimegah Sekuritas Indonesia.
“Ke depan, Bank Mandiri berkomitmen memperkuat sinergi dengan para pemangku kepentingan untuk mendorong pertumbuhan bisnis yang inklusif dan berkelanjutan,” pungkas Ari.