Bursa Efek Indonesia (BEI) menutup pekan perdagangan dengan catatan positif, sebagaimana dilaporkan oleh Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad. Berbagai indikator utama perdagangan menunjukkan penguatan yang signifikan, mencerminkan sentimen pasar yang optimis di tengah dinamika ekonomi nasional. Laporan ini dirilis di Jakarta pada Jumat, 20 Februari 2026, merangkum kinerja pasar selama sepekan penuh.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menguat sebesar 0,72 persen, mencapai level 8.271,76 dari posisi 8.212,27 pada pekan sebelumnya. Kenaikan ini menjadi sinyal positif bagi para investor, menunjukkan resiliensi pasar modal Indonesia. Peningkatan IHSG didukung oleh aktivitas transaksi yang lebih tinggi di seluruh segmen pasar.
Selain itu, kapitalisasi pasar BEI juga mengalami peningkatan sebesar 0,35 persen, mencapai Rp14.941 triliun dari Rp14.889 triliun pada pekan sebelumnya. Pertumbuhan kapitalisasi pasar ini mengindikasikan adanya penambahan nilai aset yang diperdagangkan di bursa. Data ini menegaskan bahwa pasar modal Indonesia terus menunjukkan performa yang solid dan menarik bagi pelaku pasar.
Advertisement
Advertisement
Pekan lalu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan penguatan yang menggembirakan, naik 0,72 persen ke level 8.271,76. Angka ini lebih tinggi dibandingkan posisi 8.212,27 pada pekan sebelumnya, menunjukkan tren positif yang berkelanjutan di pasar modal Indonesia. Kenaikan IHSG ini menjadi barometer utama kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi.
Sejalan dengan penguatan IHSG, kapitalisasi pasar BEI juga tumbuh 0,35 persen, mencapai Rp14.941 triliun dari Rp14.889 triliun. Peningkatan ini mencerminkan apresiasi nilai perusahaan-perusahaan tercatat. Kenaikan kapitalisasi pasar menunjukkan bahwa nilai keseluruhan saham yang beredar di BEI mengalami peningkatan signifikan.
Aktivitas transaksi harian juga menunjukkan peningkatan yang solid. Rata-rata frekuensi transaksi harian melonjak 11,99 persen menjadi 3,06 juta kali transaksi. Sementara itu, rata-rata volume transaksi harian BEI naik 3,87 persen, mencapai 47 miliar lembar saham dari 45,24 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya.
Advertisement
Tidak hanya itu, rata-rata nilai transaksi harian bursa juga meningkat 3,02 persen, mencapai Rp23,89 triliun dari Rp23,19 triliun pada pekan sebelumnya. Data-data ini secara kolektif mengindikasikan bahwa pasar saham Indonesia semakin aktif dan likuid, menarik minat lebih banyak investor untuk berpartisipasi.
Advertisement
Selain pasar saham, pasar obligasi juga menunjukkan dinamika positif dengan pencatatan baru. Terhitung dari 16 hingga 20 Februari 2026, PT Energi Mega Persada Tbk mencatatkan Obligasi Berkelanjutan I Tahap II Tahun 2026 pada Rabu, 18 Februari 2026. Obligasi ini memiliki nilai pokok sebesar Rp1.150,2 miliar, menambah variasi instrumen investasi di BEI.
Obligasi yang diterbitkan oleh PT Energi Mega Persada Tbk ini mendapatkan peringkat idA+ (Single A Plus) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo), menunjukkan kualitas kredit yang baik. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk bertindak sebagai Wali Amanat, memastikan kepentingan pemegang obligasi terwakili dengan baik.
Pencatatan obligasi tersebut turut berkontribusi pada total penerbitan obligasi dan sukuk sepanjang tahun 2025 yang mencapai 20 emisi dari 13 emiten, dengan nilai total Rp15,71 triliun. Angka ini menunjukkan pertumbuhan signifikan dalam penerbitan surat utang korporasi di pasar modal Indonesia.
Advertisement
Secara keseluruhan, total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di bursa saat ini berjumlah 672 emisi, dengan nilai nominal outstanding mencapai Rp549,76 triliun dan 134,01 juta dolar AS. Selain itu, Bursa juga mencatat 190 seri Surat Berharga Negara (SBN) senilai Rp6.674,24 triliun dan 352,1 juta dolar AS, serta 7 emisi Efek Beragun Aset (EBA) senilai Rp3,69 triliun.
Advertisement
Pergerakan investor asing menjadi salah satu faktor penting dalam dinamika pasar modal. Pada hari pelaporan, investor asing mencatatkan nilai beli bersih (net buy) sebesar Rp240,57 miliar. Ini menunjukkan adanya minat beli dari investor global terhadap aset-aset di Indonesia pada akhir pekan.
Namun, perlu dicatat bahwa sepanjang tahun 2026 berjalan, investor asing secara kumulatif mencatatkan nilai jual bersih (net sell) sebesar Rp14.420 miliar. Data ini mengindikasikan adanya fluktuasi dalam strategi investasi asing, yang mungkin dipengaruhi oleh berbagai faktor ekonomi global dan domestik.
Sumber: AntaraNews
Advertisement