Energi Mega Persada Terbitkan Obligasi Rp500 Miliar dengan Kupon Menarik, Ini Rinciannya
PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I Tahap I senilai Rp500 miliar dengan kupon 6,75-9,25 persen. Simak detail penawaran Obligasi Energi Mega Persada ini!
Perusahaan industri minyak dan gas bumi (migas) PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) resmi mengumumkan penerbitan obligasi baru. Obligasi Berkelanjutan I Energi Mega Persada Tahap I Tahun 2025 ini bernilai Rp500 miliar. Langkah strategis ini dilakukan untuk memperkuat struktur keuangan dan mendukung operasional perseroan ke depan.
Penawaran obligasi ini hadir dalam tiga seri berbeda, menawarkan tingkat kupon menarik antara 6,75 hingga 9,25 persen. Dana yang terhimpun akan dialokasikan untuk pembayaran utang ke bank dan lembaga keuangan non bank, serta memenuhi kebutuhan modal kerja perseroan. Ini menunjukkan komitmen ENRG dalam mengelola liabilitas dan menjaga likuiditas.
Proses book building telah dimulai sejak 27 November 2025 dan akan berakhir pada 11 Desember 2025. Obligasi ini ditargetkan melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 8 Januari 2026 mendatang. Investor diharapkan dapat memanfaatkan peluang investasi pada Obligasi Energi Mega Persada ini.
Detail Penawaran dan Jadwal Obligasi Energi Mega Persada
Obligasi Berkelanjutan I Energi Mega Persada Tahap I Tahun 2025 ditawarkan dalam tiga seri dengan jangka waktu dan tingkat kupon yang bervariasi. Seri A memiliki jangka waktu 1 tahun dengan kupon 6,75-7,25 persen. Seri B berjangka waktu 3 tahun dengan kupon 7,50-8,25 persen, sementara Seri C berjangka waktu 5 tahun menawarkan kupon 8,50-9,25 persen. Pilihan seri ini memberikan fleksibilitas bagi investor sesuai profil risiko.
Masa book building obligasi ini dijadwalkan berlangsung dari 27 November 2025 hingga 11 Desember 2025. Pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) diharapkan terbit pada 23 Desember 2025. Setelah itu, masa penawaran umum akan berlangsung dari 29 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026.
Selanjutnya, masa penjatahan obligasi ditetapkan pada 5 Januari 2026, dengan pembayaran dari investor pada 6 Januari 2026. Distribusi dan pembayaran kepada penerbit akan dilaksanakan pada 7 Januari 2026. Obligasi ini kemudian ditargetkan secara resmi listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 8 Januari 2026, menandai dimulainya perdagangan di pasar sekunder.
Penerbitan Obligasi Berkelanjutan I Energi Mega Persada Tahap I Tahun 2025 ini merupakan bagian dari Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) Obligasi Berkelanjutan I Energi Mega Persada. PUB ini menargetkan total pendanaan maksimal mencapai Rp4 triliun. Obligasi tersebut juga telah memperoleh hasil pemeringkatan A+ (Single A plus) dari Pefindo, yang menunjukkan kategori layak investasi. Mandiri Sekuritas, Sucor Sekuritas, dan Trimegah Sekuritas bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi atau underwriter.
Prospek Bisnis dan Komitmen Berkelanjutan ENRG
Wakil Direktur Utama ENRG, Edoardus Ardianto, menjelaskan bahwa penerbitan obligasi ini sejalan dengan visi perseroan untuk membangun masa depan berkelanjutan. Visi ini diwujudkan melalui keunggulan energi dan sumber daya, mencerminkan komitmen untuk menciptakan nilai jangka panjang. ENRG berupaya memenuhi kebutuhan energi secara bertanggung jawab dan berkesinambungan.
Pihaknya optimistis prospek bisnis migas akan tetap menjadi pilar utama sistem energi nasional dalam beberapa tahun ke depan. Hal ini terutama seiring dengan proyeksi pertumbuhan permintaan minyak sebesar 139 persen dan gas sebesar 298 persen sampai tahun 2050. Energi Mega Persada melihat peluang besar dalam memenuhi kebutuhan energi yang terus meningkat.
Perseroan telah mengelola 13 aset minyak dan gas upstream yang tersebar di Indonesia dan Mozambik. ENRG juga memiliki rekam jejak kuat dalam pengelolaan cadangan migas. Ini termasuk pengembangan Green Fields, seperti menginisiasi produksi Lapangan TSB (Kangean PSC) dengan puncak 300 MMSCFD, serta produksi gas Bentu PSC rata-rata sekitar 80 MMSCFD.
Selain itu, ENRG sukses merevitalisasi Mature Fields atau lapangan tua. Hal ini tercermin dari peningkatan produksi minyak Malacca Strait PSC dari 1.100 BOPD pada 2017 menjadi sekitar 5.000 BOPD secara berkelanjutan. Produksi gas Sengkang juga meningkat menjadi sekitar 40 MMSCFD secara berkelanjutan. Tingkat keberhasilan eksplorasi perseroan cukup baik, dengan Reserves Replacement Ratio sebesar 2,15x dan Reserves to Productions sebesar 10,89x.
Perseroan juga memiliki reputasi yang baik dalam praktik Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (ESG). Ini dibuktikan dengan perolehan peringkat ESG “Sangat Baik” dari Dunn & Bradstreet dan “Medium” risk dari Sustainalytics. ENRG juga menerima penghargaan lingkungan PROPER Hijau dan Biru dari Pemerintah, menegaskan komitmennya terhadap keberlanjutan.
Sumber: AntaraNews