Amartha Ungkap 60 Persen Portofolio UMKM Berasal dari Luar Jawa, Dorong Ekonomi Desa
Platform fintech lending Amartha mencatat 60 persen dari 3,7 juta mitra UMKM penerima modal usahanya berasal dari luar Jawa, menegaskan komitmen pemerataan ekonomi dan inklusi keuangan di pedesaan.
PT Amartha Financial Group (Amartha) menunjukkan komitmen kuat terhadap pemerataan ekonomi di Indonesia, khususnya di wilayah pedesaan. Andi Taufan Garuda Putra, Founder & CEO Amartha, mengungkapkan bahwa 60 persen dari total 3,7 juta mitra UMKM yang menerima penyaluran modal usaha dari Amartha berlokasi di luar Pulau Jawa.
Sejak didirikan pada tahun 2010, Amartha telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp37 triliun hingga tahun 2025 kepada para pelaku UMKM. Pembiayaan ini menjangkau sekitar 50 ribu desa di seluruh Indonesia, mendukung berbagai sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk tumbuh dan berkembang.
Pencapaian ini menyoroti peran penting teknologi finansial (fintech) dalam mendorong inklusi keuangan bagi masyarakat akar rumput, terutama di daerah yang selama ini kurang terlayani oleh lembaga keuangan konvensional. Strategi Amartha berfokus pada pemahaman pasar dan pengembangan produk yang relevan untuk memenuhi kebutuhan UMKM di pedesaan.
Kinerja Keuangan Amartha Tunjukkan Pertumbuhan Positif
Sepanjang tahun 2025, Amartha berhasil menyalurkan pembiayaan senilai Rp13,2 triliun, menandai pertumbuhan dua digit sebesar lebih dari 20 persen secara tahunan (year-on-year). Pertumbuhan yang solid ini didukung oleh manajemen risiko yang efektif, dengan rasio kredit macet (Non-Performing Loan/NPL) yang terjaga di angka sekitar 4 persen.
Diversifikasi portofolio pembiayaan Amartha juga menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam menjaga tata kelola dan manajemen risiko. Mitra Amartha tersebar di berbagai sektor usaha, dengan dominasi pada sektor perdagangan (53 persen), diikuti oleh pertanian (23 persen), peternakan (9 persen), jasa (6 persen), serta industri rumah tangga dan sektor lainnya (7 persen).
Inovasi Layanan untuk Ekosistem Keuangan Digital Inklusif
Pertumbuhan Amartha tidak hanya berasal dari penyaluran modal kerja, tetapi juga berkat inovasi berkelanjutan dalam memperluas jangkauan layanan teknologi finansial. Salah satu inovasi utama adalah aplikasi AmarthaFin, yang telah memiliki lebih dari 1 juta pengguna pada tahun 2025.
Selain itu, Amartha juga mengembangkan layanan Payment Point Online Bank (PPOB) melalui AmarthaLink, yang kini telah menjangkau 50 ribu mitra. Perseroan juga menawarkan produk investasi mikro yang diikuti oleh 130 ribu mitra, serta fasilitas penyaluran zakat. Semua layanan ini dirancang untuk meningkatkan inklusivitas ekosistem keuangan Amartha, khususnya bagi UMKM di wilayah perdesaan.
Andi Taufan Garuda Putra menekankan bahwa kombinasi pemahaman mendalam terhadap pasar, produk yang relevan, tata kelola yang baik, dan kemitraan dengan institusi global, menjadi fondasi utama bagi Amartha untuk terus tumbuh secara berkelanjutan. Pendekatan ini memungkinkan Amartha untuk memberdayakan lebih banyak pelaku usaha mikro dan kecil, menciptakan lapangan kerja, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif di seluruh Indonesia.
Sumber: AntaraNews