Koperasi Babel Serap Tenaga Kerja Ribuan Orang, Dorong Perekonomian Daerah
Dinas Koperasi dan UMKM Babel melaporkan 130 unit Koperasi Babel serap tenaga kerja hingga 11.218 orang, menjadi tulang punggung perekonomian dan penekan angka pengangguran di Bangka Belitung.
Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mengumumkan kabar baik terkait kontribusi signifikan sektor koperasi. Sebanyak 130 unit koperasi yang beroperasi di wilayah tersebut berhasil menyerap ribuan tenaga kerja, secara efektif membantu mengurangi angka pengangguran di daerah ini.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Kepulauan Babel, Arie Primajaya, menyatakan bahwa peran koperasi tidak hanya terbatas pada penyerapan tenaga kerja. Lebih dari itu, koperasi juga menjadi pendorong utama perekonomian masyarakat setempat, menciptakan dampak positif yang luas. Pernyataan ini disampaikan di Pangkalpinang pada Sabtu, 4 Juli 2026, menyoroti keberhasilan program-program koperasi.
Data terbaru yang dihimpun hingga Juni 2026 menunjukkan bahwa sektor koperasi di Babel terus menunjukkan geliat positif dan pertumbuhan yang stabil. Keberadaan koperasi ini secara langsung memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan warga melalui berbagai peluang kerja yang berhasil diciptakan.
Koperasi Babel Serap Tenaga Kerja: Kontribusi Signifikan dalam Penyerapan Pekerja
Hingga pertengahan tahun 2026, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mencatat total 142 unit koperasi. Dari jumlah tersebut, 130 unit di antaranya berstatus aktif dan menjalankan operasionalnya dengan baik, sementara 12 unit lainnya dinyatakan tidak aktif. Koperasi-koperasi aktif ini tersebar luas di berbagai wilayah, meliputi Kota Pangkalpinang, Kabupaten Bangka, Bangka Barat, Bangka Tengah, Bangka Selatan, Belitung, dan Belitung Timur.
Jumlah tenaga kerja yang berhasil diserap oleh 130 koperasi aktif ini sangat mengesankan, mencapai total 11.218 orang. Rinciannya, terdapat 6.289 tenaga kerja laki-laki dan 4.289 tenaga kerja perempuan, menunjukkan inklusivitas serta partisipasi yang seimbang dari berbagai gender dalam sektor koperasi di Babel.
Penyebaran koperasi aktif ini cukup merata di seluruh kabupaten dan kota, memastikan dampak ekonomi terasa di berbagai penjuru provinsi. Kabupaten Bangka memiliki 15 unit, Belitung 3 unit, Bangka Selatan 7 unit, Bangka Tengah 21 unit, Belitung Timur 18 unit, Bangka Barat 3 unit, dan Kota Pangkalpinang menjadi wilayah dengan jumlah koperasi aktif terbanyak, yaitu 63 unit. Sementara itu, 12 koperasi yang tidak aktif seluruhnya berada di Kota Pangkalpinang, karena tidak lagi melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT).
Keberhasilan koperasi dalam menyerap tenaga kerja ini menjadi bukti konkret bahwa sektor ini memiliki peran strategis dalam pembangunan ekonomi daerah. Ini juga menunjukkan bagaimana Koperasi Babel serap tenaga kerja secara efektif dan efisien, memberikan solusi nyata bagi tantangan ketenagakerjaan lokal.
Potensi Ekonomi dan Keberlanjutan Koperasi di Bangka Belitung
Selain keberhasilan dalam penyerapan tenaga kerja, koperasi di Bangka Belitung juga menunjukkan potensi ekonomi yang sangat kuat dan menjanjikan. Total volume usaha dari 130 koperasi aktif tersebut mencapai angka yang signifikan, yaitu Rp25.684.761.245.
Dari volume usaha yang besar tersebut, Sisa Hasil Usaha (SHU) yang berhasil dibukukan mencapai Rp5.657.344.812. Angka ini tidak hanya mencerminkan profitabilitas, tetapi juga efisiensi operasional koperasi, yang pada akhirnya memberikan keuntungan substansial yang dapat dinikmati oleh para anggotanya.
Arie Primajaya lebih lanjut menegaskan bahwa operasional usaha koperasi di Babel saat ini masih berjalan dengan sangat baik dan stabil. Bahkan, keberadaan program pemerintah seperti Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang dibentuk untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, tidak sedikit pun memengaruhi kinerja positif koperasi yang sudah ada.
Kondisi ini secara jelas menunjukkan adaptabilitas dan ketahanan sektor koperasi di tengah berbagai inisiatif pembangunan dan perubahan. Dengan demikian, prospek keberlanjutan dan pertumbuhan koperasi Babel serap tenaga kerja serta meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat di masa depan sangatlah cerah dan menjanjikan.
Sumber: AntaraNews