5 Strategi Ketahanan Pangan DIY: Rahasia Ekonomi Tertinggi Se-Jawa di Triwulan II 2025
Pemerintah Daerah DIY menyiapkan lima strategi utama untuk memperkuat ketahanan pangan DIY, sekaligus menjadi kunci di balik pertumbuhan ekonomi tertinggi se-Jawa.
Yogyakarta, 26 Agustus – Pemerintah Daerah (Pemda) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) telah mengumumkan lima strategi utama yang akan menjadi pedoman dalam memperkuat pengamanan produksi pangan dan efisiensi rantai pasok. Langkah ini diambil sebagai respons proaktif terhadap berbagai tantangan global, termasuk perubahan iklim dan ketidakpastian geopolitik yang kerap memengaruhi harga komoditas serta daya beli masyarakat.
Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X, dalam gelaran Yogyakarta Economic Symposium (YES) 2025, menegaskan bahwa strategi ini dirancang untuk menciptakan kebijakan ketahanan pangan yang efektif dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. Melalui kolaborasi lintas sektor, Pemda DIY berupaya mewujudkan inovasi kebijakan yang berkelanjutan demi masa depan pangan yang lebih terjamin di wilayah tersebut.
Inisiatif ini juga selaras dengan capaian ekonomi DIY yang impresif, di mana pada triwulan II 2025, perekonomian DIY tercatat tumbuh 5,49 persen (year-on-year), menjadikannya yang tertinggi di Pulau Jawa. Pertumbuhan signifikan ini didorong oleh produktivitas sektor pertanian, perdagangan besar dan eceran, serta pariwisata, dengan ketahanan pangan menjadi fondasi utama bagi stabilitas sosial ekonomi.
Lima Pilar Strategi Ketahanan Pangan DIY
Untuk mencapai tujuan ketahanan pangan yang kuat, KGPAA Paku Alam X merinci lima strategi krusial yang akan diimplementasikan oleh Pemda DIY. Strategi ini mencakup berbagai aspek, mulai dari hulu hingga hilir, untuk memastikan ketersediaan dan aksesibilitas pangan yang merata bagi seluruh warga.
- Penguatan Produksi Pangan: Fokus pada peningkatan kapasitas dan kualitas hasil pertanian lokal.
- Percepatan Digitalisasi Pertanian: Pemanfaatan teknologi untuk efisiensi dan peningkatan produktivitas sektor pertanian.
- Dorongan Investasi: Menarik investasi di sektor pangan untuk pengembangan infrastruktur dan inovasi.
- Pemutakhiran Sistem Logistik: Optimalisasi rantai pasok untuk distribusi pangan yang lebih efisien dan mengurangi kerugian.
- Penguatan Sinergi Antarlembaga: Membangun kerja sama yang solid antara pemerintah, swasta, akademisi, dan masyarakat.
Langkah-langkah strategis ini diharapkan dapat memitigasi dampak fluktuasi harga dan ketidakpastian iklim, yang secara langsung berdampak pada ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat DIY.
Ketahanan Pangan dan Pertumbuhan Ekonomi DIY
Ketahanan pangan bukan hanya isu sosial, tetapi juga pilar penting bagi stabilitas dan pertumbuhan ekonomi suatu daerah. Di DIY, kontribusi sektor pangan terhadap pertumbuhan ekonomi sangat nyata. Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) DIY, Sri Darmadi Sudibyo, mengonfirmasi bahwa pertumbuhan ekonomi DIY sebesar 5,49 persen pada triwulan II 2025 menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan triwulan sebelumnya yang sebesar 5,11 persen.
Angka ini bahkan melampaui pertumbuhan ekonomi Jawa secara keseluruhan yang sebesar 5,24 persen dan nasional 5,12 persen. Dari sisi permintaan, konsumsi rumah tangga dan pembentukan modal tetap bruto menjadi motor penggerak utama pertumbuhan ini, didukung oleh momentum libur sekolah dan cuti bersama yang menjaga konsumsi tetap positif.
Salah satu contoh konkret dari upaya penguatan ketahanan pangan adalah Program Lumbung Mataraman. Program ini dirancang untuk mengoptimalkan pertanian lokal, meningkatkan kesejahteraan petani, dan memperkuat kemandirian pangan melalui investasi pada teknologi pertanian serta infrastruktur logistik. Keberhasilan program semacam ini sangat bergantung pada sinergi antarpihak untuk menciptakan sistem pangan yang inklusif dan berdaya saing.
Sinergi dan Inovasi untuk Masa Depan Pangan DIY
Yogyakarta Economic Symposium (YES) 2025, yang merupakan pembaruan dari Jogja Economic Forum 2024, menjadi wadah penting untuk dialog dan rekomendasi berbasis riset. Acara ini diinisiasi oleh Kantor Perwakilan BI DIY bekerja sama dengan Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Yogyakarta dan Pemda DIY, menunjukkan komitmen kuat terhadap kolaborasi.
KGPAA Paku Alam X menyampaikan apresiasi atas fasilitasi kompetisi, dialog, dan rekomendasi yang dihasilkan dari forum tersebut. Ia berharap YES 2025 dapat menjadi forum strategis yang melahirkan ide-ide inovatif, memperkuat sinergi antarpihak, dan mendorong komitmen bersama untuk investasi dalam ketahanan pangan.
Melalui upaya kolektif dan inovasi berkelanjutan, Pemda DIY bersama seluruh pemangku kepentingan bertekad untuk memastikan ketahanan pangan yang berkelanjutan. Ini tidak hanya menjamin ketersediaan pangan bagi masyarakat, tetapi juga mendukung stabilitas dan pertumbuhan ekonomi DIY di masa depan.
Sumber: AntaraNews