Pemda DIY Targetkan Penurunan Kemiskinan DIY Capai Satu Digit pada 2026
Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) berambisi besar untuk mencapai penurunan kemiskinan DIY hingga satu digit pada tahun 2026, meskipun angkanya masih di atas rata-rata nasional.
Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) telah menetapkan target ambisius untuk menurunkan angka kemiskinan di wilayahnya. Target ini diharapkan dapat tercapai hingga satu digit pada tahun 2026 mendatang. Upaya ini dilakukan melalui berbagai program terstruktur dan alokasi anggaran yang signifikan.
Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X, mengungkapkan bahwa angka kemiskinan di DIY per Maret 2025 masih berada di 10,23 persen. Angka ini sedikit lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional. Namun, dengan realisasi program yang masif, optimisme untuk mencapai target tersebut sangat tinggi.
Rapat Koordinasi Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) DIY pada Kamis lalu menjadi forum penting. Pertemuan ini membahas strategi dan evaluasi capaian program penanggulangan kemiskinan. Seluruh pihak terkait didorong untuk bekerja lebih keras demi kesejahteraan masyarakat.
Target Ambisius dan Capaian Positif
DIY menunjukkan komitmen kuat dalam mengatasi isu kemiskinan dengan menargetkan penurunan signifikan. Meskipun angka kemiskinan per Maret 2025 masih 10,23 persen, Pemda DIY optimis dapat mencapai satu digit pada 2026. Target ini menjadi fokus utama dalam perencanaan pembangunan daerah.
Dalam satu dekade terakhir, DIY telah mencatat penurunan kemiskinan dan kemiskinan ekstrem tertinggi di Pulau Jawa. Ini menunjukkan efektivitas program yang telah berjalan. Tidak hanya jumlah penduduk miskin yang berkurang, indikator kedalaman dan keparahan kemiskinan juga membaik.
KGPAA Paku Alam X mengapresiasi kinerja pemerintah kabupaten/kota. Mereka dinilai berhasil mencatat penurunan berbagai indikator kemiskinan secara konsisten. Capaian ini menjadi modal berharga untuk mencapai target satu digit yang telah ditetapkan.
Realisasi Anggaran dan Strategi Penanggulangan
Pemda DIY telah merealisasikan sebagian besar anggaran program pengentasan kemiskinan hingga triwulan ketiga 2025. Realisasi anggaran mencapai 77,97 persen dari total lebih dari Rp548 miliar. Dana ini dialokasikan untuk berbagai inisiatif penanggulangan kemiskinan.
Khusus untuk penanganan kemiskinan ekstrem, penyerapan anggaran telah mencapai 41,02 persen dari total lebih dari Rp538 miliar. Angka ini menunjukkan upaya serius dalam menangani kelompok masyarakat paling rentan. Program-program ini dirancang untuk memberikan dampak langsung dan berkelanjutan.
Untuk memperkuat langkah menuju 2026, Wagub DIY menekankan pentingnya memaksimalkan Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Data ini berfungsi sebagai dasar identifikasi akar persoalan kemiskinan. Selain itu, DTSEN juga memastikan ketepatan sasaran bantuan sosial yang disalurkan.
Penguatan Kebijakan dan Kolaborasi Daerah
Penanganan kemiskinan ekstrem di DIY perlu mengikuti arah kebijakan nasional. Wagub DIY mengingatkan pentingnya berpedoman pada Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025. Langkah-langkah intensif dan inovatif diperlukan untuk penghapusan kemiskinan ekstrem.
Peningkatan kapasitas kelembagaan dan penyusunan agenda kerja Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) menjadi prioritas. Hal ini bertujuan memperkuat tata kelola program di tingkat daerah. Kolaborasi antar sektor diharapkan dapat mendorong efektivitas program secara menyeluruh.
Kepala Bapperida DIY, Danang Setiadi, menyebut tren kemiskinan yang terus menurun memberikan peluang besar. Meskipun masih diperlukan penurunan sekitar 0,24 persen untuk mencapai batas satu digit, optimisme tetap tinggi. Pengurangan lokus kemiskinan, yang saat ini berjumlah 18, juga menjadi perhatian utama.
Sumber: AntaraNews