Teriak Oligarki, Mantan Pejabat Teras BUMN Era SBY Luapkan Amarah Ikut Obrak-abrik Cabut Pagar Laut
Dia ikut terjun langsung mengobrak-abrik pagar laut hingga lantang berteriak meluapkan kekesalan pribadi.
Pagar laut yang membentang di pesisir utara Kabupaten Tangerang belakangan menuai sorotan dari berbagai kalangan. Hal ini lantaran keberadaan pagar laut dianggap tidak memenuhi nilai etika hingga mengganggu ekosistem.
Polemik mengenai pagar laut pun menemui babak baru. Secara tegas di bawah komando TNI AL, pagar berbahan bambu itu dicabut dari lokasi.
Salah seorang eks pejabat elit di lingkungan Kementerian BUMN pun bahkan turun tangan. Dia ikut terjun langsung mengobrak-abrik pagar laut hingga lantang berteriak meluapkan kekesalan pribadi. Berikut ulasan selengkapnya, dilansir dari kanal YouTube MerdekaDotCom, Jumat (23/1).
Said Didu Ikut Persiapan TNI AL & Warga
Eks Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu terpantau terjun langsung saat TNI AL hendak beraksi membongkar pagar laut misterius yang disinyalir merentang sejauh 30 km di Kabupaten Tangerang.
Didu terlihat mengenakan kaos pendek berwarna gelap saat dirinya tiba di area Pantai Tanjung Pasir, Kecamatan Teluknaga, Rabu (22/1) lalu.
Sama halnya dengan para personel TNI AL, nelayan, hingga KKP, Didu tampak bersiap mengenakan pelampung. Bahkan, Didu turut merentangkan ikat kepala berwarna merah dan putih.
"Ini saya sedang berada di pangkalan AL di Tanjung Pasir melihat kesiapan di sini," terangnya.
Bongkar Pagar Teriak Lantang
Bersama sejumlah pihak, Didu kemudian melintasi perairan Pantai Tanjung Pasir dengan menggunakan perahu karet gelap.
Setibanya di dekat area pagar laut, Didu tak segan langsung terjun ke air laut. Masih menggunakan pelampung, dia mencoba berusaha mencabut satu per satu pagar bambu yang tertancap di lokasi.
Meski sempat terombang-ambing dengan ombak, Didu tetap berpegangan bambu.
Saat berada di tengah perairan, dia lantas berbicara lantang. Didu terdengar berteriak kencang menyuarakan amarah.
Disebutnya, pelaku pemagaran laut misterius itu merupakan sosok yang dilindungi oleh sistem oligarki. Mereka disebut Didu merupakan sosok zalim lantaran menguras harta dan menyiksa rakyat kecil.
"Keterlaluan, kalian licik. Oligarki menyiksa rakyat," teriaknya.
Tak berselang lama, Didu yang kala itu tampak ditemani sejumlah kerabat lantas mengibarkan bendera merah putih. Di sana, dia dan sejumlah orang langsung melantunkan lagu kebangsaan 'Indonesia Raya.
Pembongkaran tersebut diketahui mendapat pengawalan langsung oleh Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Muhammad Ali, Direktur Jenderal PSDKP KKP Pung Nugroho Saksono, hingga Ketua Komisi IV DPR Siti Hediati Haryadi.
Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Danlantamal) III Jakarta Brigjen TNI Mar. Harry Indarto mengatakan, proses pembongkaran pagar laut itu bakal dilakukan secara bertahap.
TNI AL 'Obrak Abrik' Pagar Laut Tangerang
Sebelumnya, pada Sabtu 18 Januari lalu, TNI AL bersama masyarakat nelayan diketahui juga melaksanakan pembongkaran pagar laut di perairan pesisir Kabupaten Tangerang Banten.
Pembongkaran ini dilakukan karena keberadaan pagar laut dirasakan langsung dan sangat merugikan bagi nelayan di wilayah tersebut.
Bahkan, pembongkaran pagar laut juga atas instruksi langsung dari Presiden Indonesia Prabowo Subianto.
Dalam proses pembongkaran, prajurit TNI AL dan para nelayan telah berhasil membongkar pagar laut sepanjang lebih dari 2 Km dari 30,16 Km dalam kurun waktu 1 hari.
Dengan adanya pembongkaran pagar laut, mampu memberikan akses berlayar bagi nelayan di pesisir Tangerang.
Tindakan tegas ini tak lain merupakan tindak lanjut dari laporan masyarakat di pesisir Kabupaten Tangerang yang dihebohkan dengan adanya pagar laut berbahan bambu. Disinyalir, pagar itu terbentang hingga 30,16 kilometer dan mencakup enam kecamatan hingga 16 desa di Kabupaten Tangerang.
Munculnya pagar bambu tersebut membuat para nelayan di sekitar Karang Serang, Kecamatan Sukadiri, Kabupaten Tangerang, khawatir dengan mata pencahariannya. Selain telah menutup akses para nelayan, pagar juga melenyapkan ikan yang ada di tempat berdirinya bambu itu.