Tanda-Tanda Diare pada Anak yang Harus Segera Ditangani Dokter, Waspadai Jika Disertai Darah
Diare yang disertai dengan darah adalah gejala yang harus segera ditangani oleh dokter atau tenaga medis untuk mendapatkan perawatan yang tepat.
Diare adalah masalah yang sering terjadi pada sistem pencernaan anak. Seorang anak dikategorikan mengalami diare jika ia buang air besar lebih dari tiga kali dalam sehari atau lebih sering daripada biasanya. Selain itu, konsistensi tinja juga lebih cair dibandingkan kondisi normal.
Para orangtua harus lebih waspada terhadap diare yang dialami oleh anak, khususnya bayi, karena kondisi ini dapat menyebabkan dehidrasi atau kekurangan cairan. Oleh karena itu, sangat penting bagi orangtua untuk memastikan anak mendapatkan cukup cairan, seperti dengan meminta anak untuk banyak minum atau tetap memberikan ASI bagi bayi mereka.
Untuk anak yang lebih besar, disarankan untuk memberikan cairan pengganti atau oralit, sebagaimana dijelaskan oleh dokter spesialis anak subspesialis gastrohepatologi, Himawan Aulia Rahman.
Pemberian cairan pengganti sangat krusial karena diare dapat mengakibatkan kehilangan cairan tubuh melalui feses. Mengingat komposisi tubuh anak yang sebagian besar terdiri dari cairan, maka saat diare, penting untuk memberikan cairan pengganti guna menjaga keseimbangan tubuh.
Sebagai pedoman, orangtua dapat memberikan oralit sebanyak 10 mililiter per kilogram berat badan setiap kali anak mengalami diare cair. Sebagai contoh, jika anak memiliki berat 10 kilogram, maka pemberian oralit yang dianjurkan adalah 100 mililiter setiap kali diare cair terjadi.
"Diare umumnya selesai dalam waktu kurang dari tujuh hari, dan perlu waspada bila lebih dari tujuh hari," ungkap Himawan.
Kapan Sebaiknya Anak yang Mengalami Diare Dibawa ke Dokter?
Segera konsultasikan ke dokter jika anak Anda mengalami diare dan menunjukkan ciri-ciri berikut: pertama, frekuensi diare yang sangat tinggi; kedua, muntah yang terjadi berulang kali.
Ketiga, jika anak tampak sangat kehausan dan tidak mampu untuk minum. Keempat, jika diare disertai dengan demam yang cukup tinggi. Terakhir, jika terdapat darah dalam tinja, ini menjadi tanda bahwa perlu penanganan medis segera.
Ketika Anak Menunjukkan Gejala Dehidrasi
Himawan menyarankan agar orang tua segera membawa anak ke fasilitas kesehatan jika anak menunjukkan gejala dehidrasi atau kekurangan cairan. Gejala tersebut dapat dikenali melalui beberapa tanda, seperti:
- Anak terlihat lemas
- Anak menunjukkan tanda-tanda kehausan
- Jumlah air mata yang berkurang
- Mata tampak cekung
- Frekuensi buang air kecil yang berkurang atau urine yang pekat, yang bisa dilihat pada popok jika anak masih menggunakannya.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4510236/original/055220700_1689952196-Infografis_Cerita_Akhir_Pekan.jpg)