Orangtua Tidak Tahu, Cerita Kolonel TNI Didi Carsidi saat Masuk Akabri Bikin Haru
Berikut cerita Kolonel Didi Carsidi saat masuk Akabri yang bikin haru.
Kolonel Kav Didi Carsidi menceritakan bagaimana awal mula dirinya menjadi prajurit TNI AD. Alih-alih mimpi sejak kecil, Ia justru baru mengenal lebih dalam soal TNI karena temannya.
Tak hanya itu, keputusannya untuk menjadi prajurit TNI ini juga sempat membuat kedua orang tuanya kaget. Lantas bagaimana cerita Kolonel Didi Carsidi saat masuk Akabri yang bikin haru tersebut?
Melansir dari akun YouTube MPS Mayor Purn Saleh, Senin (10/2), simak ulasan informasinya berikut ini.
Tahu soal Akabri dari Teman
Setiap kesuksesan tentu ada kisah berharga dan tak terlupakan di baliknya. Begitu pula dengan Kolonel Kav TNI Didi Carsidi. Melalui podcastnya bersama Mayor (Purn) Saleh, Didi menceritakan bagaimana awal mula dirinya masuk ke Akabri.
"Saya dulu kebetulan daftar dari Kodam III/Siliwangi di Bandung. Waktu itu saya kelas 2, kebetulan ada teman saya itu ada keponakan dari Kasdim di kampung saya Majalengka. Kebetulan dia ini yang memberikan informasi kepada saya tentang, waktu dulu namanya Akabri," cerita Didi.
Didi pun saat itu ditanya tentang masa depannya usai lulus SMA dan mengatakan jika dirinya ingin kuliah. Akan tetapi dijelaskan saat itu pendaftaran mahasiswa masih lama dibuka. Sedangkan, pendaftaran Akabri justru akan dibuka dalam waktu dekat.
"Akhirnya dia banyak memberikan masukan kepada saya apa itu Akabri. Karena dia mungkin keponakan dari Kasdim, dia sedikit banyaknya tahu tentang tentara. Akhirnya waktu itu saya berubah pikiran, saya bilang 'Syarat masuk Akabri itu apa?'," ungkapnya.
Mendapatkan pertanyaan seperti itu, Didi pun langsung dijelaskan oleh temannya mengenai persyaratan secara rinci. Tak hanya dijelaskan, Didi juga diberikan brosur pendaftaran Akabri oleh temannya tersebut.
Saat mempelajari brosur, Didi menyadari bahwa ada begitu banyak persyaratan yang harus dilengkapi. Khususnya yang berkaitan dengan administrasi.
"Tapi waktu itu saya kelas 2 (SMA) itu, memang hobi saya dari dulu olahraga. Akhirnya saya berpikir, ada kesempatan baik ini kenapa tidak kita ambil," ujarnya.
Hal ini lantaran Didi melihat adanya persyaratan yang menurutnya bisa dilengkapi. Mulai dari persyaratan administrasi, kesehatan, jasmani dan akademi.
"Karena beruntungnya saya dulu sekolah di SMA unggulan lah, setidaknya dari sisi akademik SMA saya ini betul-betul diperhitungkan. Alhamdulillah karena saya hobi olahraga dari dulu. Sehingga dari sisi jasmani, saya tidak ada masalah," lanjutnya.
Didi kemudian mendaftarkan diri di Korem Cirebon. Setelah melengkapi persyaratan, Didi berangkat ke Kodam III/Siliwangi di Bandung. Tidak sendiri, rupanya ada 3 orang lainnya dari satu sekolahan yang sama-sama mendaftar Akabri.
Lolos & Dikirim Pendidikan ke Magelang
Didi dan teman-temannya kemudian menjalani serangkaian seleksi di Kodam III Siliwangi. Meski penuh perjuangan, Ia mengaku tidak ada masalah saat menjalani serangkaian seleksi. Dari sekitar 400an peserta, hanya ada 160-180 orang yang dinyatakan lolos dan akan dikirim ke Akademi Militer, Magelang.
Menariknya, sosok teman yang memperkenalkan Akabri ke Didi sekaligus keponakan Kasdim ini ternyata tidak lolos. Mengetahui hal itu, Didi sempat merasa takut lantaran tidak memiliki teman dekat untuk berangkat ke Magelang.
Luar biasanya, temannya itu selalu memberikan motivasi agar Didi berani menjalaninya sendiri.
"Dan dia bilang ke saya, 'saya tahun ini gagal, tahun depan saya akan ikut lagi'. Inilah yang memotivasi saya, dia ini betul-betul juga ingin mendaftar Akabri," sambungnya.
Orang Tua Tidak Tahu
Didi pun mengatakan apabila ini kali pertamanya mendaftar dan langsung lolos untuk melanjutkan pendidikan di Magelang.
"Waktu itu orang tua saya juga bingung, saya minta KTP dan Kartu Keluaga. 'Ini untuk daftar apa Di?' katanya, saya waktu itu belum cerita. Saya bilang ini hanya sekadar minta persyaratan dari sekolah," ungkap Didi.
"Orang tua tidak tahu kalau saya daftar Akabri," ulangnya.
Lebih lanjut, Didi menjelaskan bahwa orang tuanya baru mengetahui saat dirinya pamitan dan minta doa restu ingin menjalankan pendidikan ke Magelang. Karena inilah orang tuanya mengetahui jika anaknya ingin menjadi prajurit TNI.
Meski sempat terkejut, orang tuanya tetap memberikan restu dan mengizinkan Didi untuk pendidikan di Magelang.