Misteri Pembunuhan Karyawan Keramik di Ogan Ilir Terungkap, Pelaku Kesal Korban Ogah Bayar Utang
Tersangka sengaja menemui korban yang sering menghindar saat ditagih.
Polisi meringkus pembunuh karyawan perusahaan keramik di Ogan Ilir, Sumatera Selatan. Pelaku, S (50), tak lain adalah teman korban sendiri. Pelaku diangkap saat bersembunyi di rumah temannya di Tanjung Raja, Ogan Ilir. Dia bermaksud melarikan diri ke pulau Jawa agar luput dari kejaran polisi.
"Tersangka sudah ditangkap sekitar empat jam setelah kejadian," ungkap Kasatreskrim Polres Ogan Ilir AKP Mukhlis, Selasa (18/11).
Dari pemeriksaan, tersangka mengaku kesal dengan ulah korban, AM (52), yang enggan membayar utangnya sebesar Rp4 juta. Tersangka sengaja menemui korban yang sering menghindar saat ditagih.
"Motifnya masalah utang piutang, korban tak mau bayar," kata Mukhlis.
Cekcok Mulut Berujung Maut
Saat bertemu, keduanya terlibat cekcok mulut. Lantas tersangka memukul korban dengan besi yang sudah ia siapkan.
Begitu korban terjatuh, tersangka mengambil pisau temannya itu lalu menusuk perut dua kali yang menyebabkan korban tewas di tempat.
"Tersangka sudah membawa besi untuk melakukan kejahatan," kata Mukhlis.
Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dan Pasal 351 ayat (3) KUHP tentang penganiayaan yang menyebabkan kematian dengan ancaman hukuman mati. Barang bukti diamankan sebilah pisau, sebatang besi, dan kain sarung milik korban.
Korban Ditemukan Tewas dengan Banyak Luka
Diberitakan sebelumnya, AM (52), ditemukan tewas dengan banyak luka di tubuhnya di depan perusahaan keramik tempatnya bekerja di Desa Tanjung Pering, Indralaya Utara, Ogan Ilir, Sumatera Selatan, Senin (17/11) dini hari. Sontak penemuan membuat seluruh karyawan perusahaan keramik geger.
Mereka menyaksikan kondisi teman seprofesi tewas dengan banyak luka baik lebam maupun benda tajam di tubuhnya. Penyidik telah mengantongi identitas terduga pelaku dan jenazah dibawa ke tempat asalnya di Banyuasin setelah dilakukan visum.
Dari informasi yang diperoleh, korban cekcok mulut dengan seseorang. Pelaku lantas memukul korban dengan besi dan menikamnya.