Kronologi Penagih Utang Dibunuh Nasabahnya di Bekasi, Korban Dicekik dari Belakang hingga Tewas
Pelaku saat ini sudah diamankan petugas untuk keperluan pendalaman kasus.
Polisi menangkap pelaku pembunuhan terhadap seorang wanita berprofesi sebagai penagih utang bank keliling atau bank emok di Kampung Cikeronjo, Desa Sindangmulya, Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Pelaku berinisial S (44).
"Korban Sri Pujiyanti (22) berprofesi sebagai penagih utang sementara pelaku S merupakan nasabahnya. Korban ditemukan tewas di rumah pelaku," kata Kapolsek Cibarusah Ajun Komisaris Pol. Yendrizen di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Rabu (5/2).
Dia mengatakan, pelaku saat ini sudah diamankan petugas untuk keperluan pendalaman kasus, termasuk mengetahui motif serta kronologis pasti atas kejadian tersebut.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, korban diketahui mengalami luka memar di bagian wajah. Sementara jasad korban telah dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, untuk keperluan autopsi.
"Kami masih menyelidiki motif pembunuhan serta mengumpulkan bukti tambahan di lokasi kejadian," katanya.
Kronologi Korban Dibunuh
Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi, Kompol Onkoseno Grandiarso Sukahar mengatakan, pada Senin (3/2) sekira pukul 15.00 WIB, korban diketahui menagih utang ke rumah pelaku.
"Hari Senin sekitar jam 15.00 WIB, korban medatangi rumah pelaku untuk menagih uang cicilan yang sudah tidak dibayarkan oleh pelaku selama satu bulan," katanya.
Namun saat ditagih, pelaku tidak mampu membayar lantaran belum memiliki uang. Korban yang saat itu seorang diri tetap menagih dengan cara menunggu di depan rumah pelaku.
"Korban tetap menunggu dan meminta korban untuk segera membayarkan karena sudah lewat jatuh tempo," ucapnya.
Diduga karena merasa tertekan dan terdesak lantaran terus ditagih utang, pelaku akhirnya membunuh korban dengan cara dicekik menggunakan kerudung yang dipakai korban saat itu.
"Pelaku mencekik korban dari arah belakang menggunakan kerudung yang sedang dipakai oleh korban dan menarik korban ke dalam rumah pelaku," ungkap Onkoseno.
Pelaku yang sudah gelap mata mencekik korban dengan sekuat tenaga. Bahkan ketika korban sudah tak lagi bergerak, pelaku kembali mencekik korban dengan kain putih.
Untuk menghilangkan jejak, pelaku kemudian membawa sepeda motor korban dan memarkirkannya di tempat penitipan motor. Sedangkan jasad korban dibawa masuk ke dalam kamar dan menutupinya dengan kasur springbed.
"Pelaku menaruh mayat korban di pinggir tembok kamar dengan posisi korban telungkup, tangan ke depan terikat dan ditutupi springbed," katanya.
Rumah Korban Digeledah Ketua RT
Menurut pengakuan Ketua RT setempat Misan, awal peristiwa pembunuhan ini diketahui saat dirinya menerima laporan kehilangan orang dari kepala cabang tempat korban bekerja.
"Laporan tersebut menyebutkan bahwa Sri hilang kontak sejak Senin (3/2) pukul 15.00 WIB, setelah menagih utang di rumah pelaku," katanya.
Sehari berselang, Misan bersama beberapa rekan korban kemudian mendatangi rumah pelaku. Saat dilakukan penggeledahan, jasad Sri ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di balik kasur dan bantal yang disandarkan ke tembok.
"Saya izin ke pelaku untuk memeriksa rumahnya dan agar disaksikan oleh pihak korban juga. Saat saya geledah, saya temukan korban sudah dalam keadaan tidak sadarkan diri, posisi tengkurap," katanya.
Saat jasad korban ditemukan, terduga pelaku yang berada di belakang Misan langsung melarikan diri dengan cara melompat keluar rumah. Misan pun berteriak meminta pertolongan warga dan melaporkan peristiwa tersebut kepada pihak berwajib.
Rekan korban mengaku korban sempat dua kali mendatangi rumah pelaku untuk menagih hutang pada hari kejadian yakni pukul 12.00 WIB dan 15.00 WIB.
Saat peristiwa terjadi, istri dan anak pelaku berada di dalam rumah, namun diduga tidak mengetahui insiden tersebut. Demikian dilansir Antara.