Pakai Modus Iming-Iming Uang Rp2000, Marbot di Ogan Ilir Diduga Cabuli Belasan Bocah di WC Masjid
Seorang kakek yang bertugas sebagai marbot di sebuah masjid diduga mencabuli belasan anak di Ogan Ilir, Sumatera Selatan.
Seorang kakek inisial A (70), dilaporkan ke polisi atas dugaan pencabulan terhadap anak di bawah umur. Tak hanya satu, korbannya diketahui mencapai belasan anak.
Pencabulan dilakukan pelaku terhadap anak-anak berusia 6-7 tahun di salah satu desa di Kecamatan Tanjung Batu, Ogan Ilir, Sumatera Selatan, pada September 2025. Kasus ini terungkap setelah dua korban melapor ke polisi pada Oktober 2025 disusul empat korban lainnya di bulan yang sama.
Pelaku yang sehari-hari menjadi marbot memanfaatkan ramainya anak-anak yang bermain di sekitar masjid. Dia memanggil korban dengan iming-iming memberi uang Rp2000 lalu diajak ke WC masjid dan terjadilah pencabulan.
Kabar Pelaku sebagai Tersangka
Tak hanya sekali, satu korban bahkan dicabuli pelaku berkali-kali. Bahkan sebagian dari mereka tak ingat lagi berapa kali mengalami peristiwa itu.
Kasus ini terbongkar setelah dua korban mengadu ke pengurus masjid. Pelaku pun tak bisa lagi mengelak saat dipanggil kepala desa setempat.
Warga dibuat geram dengan perbuatan pelaku. Namun pelampiasan amarah massa tak kesampaian karena pelaku keburu diungsikan keluarganya ke Prabumulih.
Setelah mencuat cukup lama, tersiar kabar polisi telah menetapkan A sebagai tersangka. Namun informasi itu dibantah dengan alasan kasusnya masih dalam proses penyelidikan.
"Ralat (informasi), belum ada penetapan tersangka," ungkap Kasatreskrim Polres Ogan Ilir AKP Mukhlis, Rabu (21/1).
Pelaku Belum Diketahui Lokasinya
Meski demikian, Mukhlis menyebut pihaknya akan segera mengungkap kasus ini. Sebab tidak menutup kemungkinan bakal adanya tersangka dalam waktu dekat.
"Iya (ada kemungkinan penetapan tersangka), kita masih intensifkan," kata Mukhlis.
Terkait keberadaan terlapor A sendiri, Mukhlis mengaku belum mendapat laporan. Petugas berusaha mencari posisi terlapor yang sebelumnya dilaporkan berada di Prabumulih.
"Belum diketahui posisi terlapor," kata Mukhlis.