Ipar Jadi Pelaku, Siswi SMP di Ogan Ilir Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual hingga Hamil
Kasus ini terungkap setelah orangtua korban curiga dengan perubahan perut anaknya yang semakin membesar. Korban barulah menceritakan perkosaan.
Seorang pria berinisial MA (30) diamankan pihak kepolisian setelah diduga terlibat dalam kasus kekerasan seksual terhadap adik iparnya yang masih berusia 13 tahun dan berstatus siswi SMP. Peristiwa yang berlangsung dalam kurun sekitar empat bulan terakhir itu diketahui menyebabkan korban mengalami kehamilan, hingga akhirnya kasus tersebut terungkap dan kini tengah diproses oleh aparat penegak hukum.
Kasus ini terungkap setelah orangtua korban curiga dengan perubahan perut anaknya yang semakin membesar. Korban barulah menceritakan perkosaan itu setelah terdesak.
Alhasil, keluarga melaporkan kasus ini ke polisi. Selang beberapa jam kemudian, polisi meringkus pelaku tanpa perlawanan di rumahnya di Inderalaya Utara, Ogan Ilir, Sumatera Selatan, Senin (8/6/2026) malam.
Dilakukan Tersangka Berkali-kali
Kasatres Perlindungan Perempuan dan Anak dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPA dan PPO) Polres Ogan Ilir Iptu Tei Nensy Nirmalasary mengungkapkan, perbuatan itu telah dilakukan tersangka berkali-kali sepanjang Februari-Juni 2026. Modusnya tersangka memaksa korban menemaninya pergi ke kebun.
"Sudah berkali-kali sejak empat bulan ini, korban dipaksa," ungkap Kasatres PPA dan PPO Polres Ogan Ilir Iptu Tri Nensy Nirmalasary, Selasa (9/6/2026).
Khilaf
Tersangka mengaku khilaf. Namun perbuatannya itu menyebabkan korban tengah hamil.
"Sudah diperiksa dokter dan korban diketahui telah hamil," kata Tri.
Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 82 Undang-undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman pidana penjara minimal 5 tahun.
Polres Ogan Ilir mengimbau masyarakat agar meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar dan tidak ragu melapor jika mengetahui adanya dugaan tindak kekerasan, eksploitasi, maupun kejahatan seksual terhadap perempuan dan anak.
"Peran aktif keluarga, masyarakat, dan seluruh pihak sangat penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan ramah bagi anak," katanya.