Mewah dan Megah, Potret Rumah Ipda Purnomo Polisi 'Ketagihan' Rawat ODGJ
Berikut potret rumah Ipda Purnomo Penolong para ODGJ.
Siapa yang tidak kenal dengan Ipda Purnomo. Personel Satuan Binmas Polres Lamongan Jawa Timur ini dikenal sebagai polisi baik. Bagaimana tidak, Purnomo kerap membagikan aktivitasnya ketika menolong orang-orang yang terlantar dan membutuhkan pertolongan.
Bukan hanya orang-orang terlantar saja, Ipda Purnomo juga sering kali membawa dan mengobati orang dengan gangguan kejiwaan (ODGJ). Tidak tanggung-tanggung, Ia sampai mendirikan Yayasan Sosial untuk membantu masyarakat.
Sontak saja sosok Ipda Purnomo berhasil mencuri perhatian masyarakat luas. Banyak dari masyarakat yang kemudian penasaran dengan keseharian sang polisi.
Lantas bagaimana potret rumah Ipda Purnomo penolong para ODGJ? Melansir dari akun YouTube Cakra Panorama, Rabu (26/2), simak ulasan informasinya berikut ini.
Potret Rumah Ipda Purnomo
Ipda Purnomo diketahui tinggal dekat dengan pasien Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Tercatat, saat ini Purnomo merawat hampir 300 pasien dengan berbagai usia dan latar belakang.
Karena rasa peduli dan banyaknya ODGJ yang ditolongnya, Ia sampai mendirikan Yayasan Sosial untuk membantu masyarakat. Tidak tanggung-tanggung, Purnomo rela membangun yayasan dengan bangunan terpisah bagi pasien ODGJ pria, wanita dan yang sudah hampir sembuh.
Untuk para ODGJ pria, bangunan tempat tinggal berada di belakang rumah. Sementara itu untuk para ODGJ wanita berada di depan rumahnya. Menariknya, bangunan untuk para ODGJ wanita ini dibangun dengan konsep bangunan Majapahit.
Bukan hanya rumah saja yang dibikin nyaman, Purnomo juga memikirkan matang-matang mengenai fasilitas-fasilitas lainnya yang mendukung. Selain dapur umum, Ia memiliki sistem sanitasi khusus yang diklaim setara dengan rumah sakit.
"Untuk hampir 300 pasien, gimana cara pengolahan limbahnya, BAB-nya ya jadi kami semuanya otomatis semuanya jadi enggak ada limbah jadi ini semuanya ini sudah standar rumah sakit jadi keluar sudah enggak bau keluar sudah enggak pengoalahan lagi, jadi ini otomatis dia bisa bunyi sendiri segala macam sendiri," ujar Ipda Purnomo.
Awal Mula Ipda Purnomo Rawat ODGJ
Ipda Purnomo pun menceritakan awal mula Ia merawat ODGJ di rumah. Kisahnya bermula saat Ia belum lama dimutasi ke Polres Lamongan dari tugas di Kalimantan. Dengan tugas barunya ini Purnomo dituntut untuk hadir di tengah-tengah masyarakat.
"Saya dulu dinas di luar Jawa, saya dinas di Kalimantan. Habis itu saya pindah ke ke Jawa Timur ke Polres lamongan berarti kan saya pulang ke daerah saya sendiri. Di mana saya sudah enggak memikirkan biaya cuti, saya enggak memikirkan biaya-biaya yang lain. Sehingga saya pulang ke Lamongan, saya langsung ditunjuk sebagai anggota Bhabinkamtibmas," jelas Ipda Purnomo.
Pada saat itu, Purnomo mendapat uang tunjangan yang ia pilih untuk modal aksi sosial. Niatnya tergerak saat ia bertemu ODGJ di jalan.
"Pada saat itu, saya dapat tunjangan atau uang saku senilai Rp1.150.000 kalau enggak salah. Itu seluruhnya saya pakai untuk kegiatan sosial. Awal mulanya itu, terus saya ketemu orang dengan gangguan jiwa saat saya berangkat dinas, dua sekaligus. Pertama, perempuan namanya Mbak Murniyatun, benar-benar tanpa baju. Saya lepas baju ini, saya pakaikan, Mbak Murniyatun saya bawa pulang," jelasnya.
Saat membawa pulang ke rumah, Purnomo kemudian menitipkan Mbak Murniyatun ke sang istri. Menariknya, saat itu Purnomo tidak memberi tahu ke sang istri apabila Mbak Murniyatun adalah ODGJ. Hingga akhirnya Ia menceritakan kepada sang istri lantaran ditelepon akibat Mbak Murniyatun yang marah-marah di rumah.
Siapa sangka, Ia kembali bertemu dengan pria ODGJ dengan kondisi yang hampir serupa dan dalam situasi memprihatinkan. Tidak berpikir banyak, Purnomo langsung menolong dan membawanya pulang.
Ketagihan Rawat ODGJ
Usai kejadian itu, Purnomo mengaku ketagihan merawat pasien ODGJ di rumahnya sendiri. Bahkan kini Ia telah memiliki yayasan khusus merawat ODGJ.
"Pada 5 tahun yang lalu saya fokus merawat orang dengan gangguan jiwa. Namun, yayasan ini sudah berdiri hampir 7 tahun. Tapi fokus merawat orang dengan gangguan jiwa ini 5 tahun ini. Dulu saya hanya mampu merawat ODGJ maksimal satu harinya 5 (orang), ini tanpa terapi obat, tanpa terapi apapun, saya cuma merawat atas bantuan teman-teman netizen Facebook zaman dulu," paparnya.
Aksinya pun mendapat banyak dukungan dari masyarakat. Apalagi banyak ODGJ yang dirawat kini bisa sembuh dan kembali ke keluarga mereka.
"Banyak orang-orang dengan gangguan jiwa ini yang berhasil kita ketemukan, berhasil kita antar pulang. Akhirnya ketagihan, ketagihan, ketagihan, ketagihan," tambahnya.
Punya Apotek dan Obat-obatan Khusus
Kerelaan Purnomo merawat pasien ODGJ mendapat dukungan dari pemerintah. Menurut pengakuannya, pihak Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan memberikan bantuan kepada yayasan yang dikelolanya.
"Alhamdulillah banyak yang sehat, Alhamdulillah banyak yang pulang dan kegiatan ini sekarang kami sudah bersinergi dengan pihak pemerintah setempat. Di tempat kami, sudah ada Dinas Sosial hadir. Di tempat kami, juga sudah ada dokternya. Kalau ada dokter, berarti minimal Dinas Kesehatan sudah ada di tempat kami," sambungnya.
Purnomo bahkan memiliki apotek dengan apoteker sendiri untuk mengatur pengelolaan obat sekaligus resep untuk para pasiennya.
Selain itu, ada dokter rutin yang datang untuk mengecek kesehatan pasien di yayasannya.
"Ada kamar obatnya segala macam. Untuk bisa untuk bisa nyetok obat ini, harus ada izin khusus. Harus ada izin khususnya, jadi ini ada dokternya juga di tempat kami. Terus ini kami siapkan apoteker," paparnya.
"Jadi kalau nggak ada apotekernya, enggak bisa. Ini (atur obat) harus benar-benar karena obat-obat keras," tegasnya.