Dirayu akan Dibelikan Motor ODGJ Ganteng Ini Mau Dipotong Rambutnya, Ipda Purnomo 'Saya Rawat Sehat'
Fathur, pria ODGJ dirayu Purnomo agar mau dicukur rambutnya.
Ipda Purnomo mendatangi sebuah rumah di kampung untuk mencari sosok pemuda yang mengalami gangguan jiwa. Pemuda itu bernama Fathur, yang telah mengalami gangguan kejiwaan sejak tahun 2018.
Fathur memiliki wajah yang tampan. Namun, karena kondisinya, ia tampak sangat tidak karuan. Di rumahnya sendiri, Purnomo menjumpai Fathur sedang telanjang dan tidak menggunakan celana dan rambutnya juga sangat berantakan.
Meski demikian, kehadiran Purnomo yang berniat baik itu ternyata juga harus dibumbui dengan rayuan-rayuan maut agar Fathur mau dibersihkan dan dipotong rambutnya. Simak ulasannya sebagai berikut.
ODGJ Dirayu agar Mau Dibersihkan
Sebuah video yang diunggah oleh channel PURNOMO BELAJAR BAIK memperlihatkan seorang Ipda Purnomo yang sedang datang ke sebuah rumah pemuda ODGJ bernama Fathur.
Awalnya, Fathur menolak ajakan Purnomo untuk membersihkan diri. Namun, setelah dirayu dengan menggunakan barang-barang mewah, akhirnya pria tersebut menurut dan bersedia untuk dibersihkan.
“Fathur, saya ke sini kemarin itu dimintai tolong ibu kamu. Suruh motong rambut habis itu disuruh nanya kamu ini minta hadiah apa. Minta hadiah sepeda motor, minta hadiah hape, atau nanti segera dinikahkan?” tanya Purnomo kepada Fathur.
Tidak lama setelah itu, setelah mempersiapkan diri dengan berpakaian layak, Fathur membiarkan rambutnya dicukur oleh Purnomo. Momen itu pun menjadi tontonan warga setempat.
Aslinya Tampan
Hilangnya rambut gondrong Fathur membuat wajahnya tampak jelas terlihat. Purnomo kaget karena ternyata Fathur memiliki wajah yang tampan dan kulit yang bersih. Hanya saja, selama ini tidak ada yang merawatnya.
“Masya Allah mas Fathur ganteng sekali,” ucap Purnomo.
Menurut keterangan warga setempat, ibu Fathur juga mengalami gangguan jiwa. Sehingga ia sangat menolak jika anaknya dirawat oleh Purnomo di rumahnya.
Maka dari itu, kedatangan Ipda Purnomo dan tim ke sana, hanya berniat untuk membersihkan dan membuka pintu, jika suatu saat ibunda Fathur sudah bersedia untuk membawa anaknya berobat ke rumah Purnomo.
“Alhamdulillah karena doanya warga masyarakat semuanya. Akhirnya yang awalnya menolak enggak mau akhirnya mau,” ucap Purnomo.
Menurut Purnomo, Fathur memiliki peluang yang besar untuk sembuh. Saat ditanya apakah ia bersedia untuk dirawat, Fathur langsung setuju. Bahkan, sempat bertanya alamat rumah Purnomo agar bisa datang tanpa harus dijemput.
Hal itu membuat Purnomo dan beberapa warga di sekitar rumahnya senang. Mereka juga mendoakan untuk kesehatan Fathur, sebelum akhirnya Purnomo meninggalkan rumah Fathur.