Latih Kesabaran dan Kejujuran, Pria Paruh Baya Ini Jalan Kaki Selama Dua Bulan Untung Ketemu Ipda Purnomo

Selama itu, tujuannya bepergian jalan kaki yakni untuk melatih kesabaran dan kejujuran. Beruntung, pejalan kaki itu mendapat bantuan dari Ipda Purnomo.

Mutia Anggraini
Oleh Mutia Anggraini - Reporter
Latih Kesabaran dan Kejujuran, Pria Paruh Baya Ini Jalan Kaki Selama Dua Bulan Untung Ketemu Ipda Purnomo
Latih Kesabaran dan Kejujuran, Pria Paruh Baya Ini Jalan Kaki Selama Dua Bulan (YouTube Purnomo Belajar Baik)

Ipda Purnomo seringkali bertemu dengan banyak orang tak terduga di jalanan. Dia bahkan tak segan merawat orang yang terindikasi gangguan jiwa jika diperlukan. Hingga saat ini, diketahui terdapat ratusan ODGJ yang tinggal di rumah asuhan sang polisi.

Beberapa waktu lalu, sang perwira Polisi ini kembali bertemu dengan seorang pejalan kaki di sekitar lokasi berdinasnya. Dari perbincangan terungkap, pria tersebut nekat tinggalkan anak istri selama kurang lebih dua bulan.

Selama itu, tujuannya bepergian jalan kaki yakni untuk melatih kesabaran dan kejujuran. Beruntung, pejalan kaki itu mendapat bantuan dari Ipda Purnomo. Berikut ulasan selengkapnya, dilansir dari Kanal YouTube Purnomo Belajar Baik, Selasa (11/3).

Belum lama ini, Ipda Purnomo secara tidak sengaja bertemu dengan seorang pria yang tengah berjalan kaki di pinggir jalan raya. Saat dihampiri, pria berkaos oblong putih itu menuturkan jika dia hendak menuju ke Pondok Pesantren Langitan yang berlokasi di Dusun Mandungan, Desa Widang, Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur.

Padahal, dia sendiri diketahui berasal dari Jetis, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Pria pejalan kaki yang memperkenalkan diri dengan nama Iqbal Hidayatullah itu mengaku jika dirinya telah melakukan kegiatan tersebut selama kurang lebih dua bulan.

“Bapak mau kemana?” tanya Ipda Purnomo.

“Pesantren Langitan pak,” jawabnya.

“Jalan sudah berapa lama?” tanyanya.

“Insya Allah sudah 2 bulan,” jelasnya.

Selama itu, Iqbal bercerita jika dirinya telah meninggalkan sang istri beserta dua anaknya di kediaman. Diungkapnya, berjalan kaki jauh dari Jogja ke Tuban merupakan pilihan kegiatannya sendiri untuk mengisi waktu di bulan suci Ramadhan.

“Sudah punya anak istri, pak?” tanya Purnomo.

“Sudah, ini kegiatan buat mengisi Ramadhan saja,” ungkap Iqbal.

Pada saat bertemu Ipda Purnomo, Iqbal menyebut jika dia telah berjalan kaki secara berkeliling hingga ke Pasuruan. Padahal, kondisinya tengah berpuasa. Saat merasa lelah, Iqbal mengaku jika dia bakal sekadar beristirahat di area masjid terdekat.

“Iya, saya puasa pak. Kalau misal lagi capek, ke masjid saja,” ceritanya.

Cerita kegiatan unik yang dipilih Iqbal pun membuat Ipda Purnomo takjub. Saat ditanya mengenai tujuannya, Iqbal menceritakan jika dia ingin merasa dekat dengan sosok ulama andalan hingga melatih kesabaran serta kejujuran.

“Apa pak tujuannya bapak jalan kaki jauh begini?” tanyanya.

“Biar lebih dekat dengan kiai saja, pak. Di sini juga bisa melatih kesabaran dan kejujuran. Misal di jalan nemuin hp atau barang tertentu padahal enggak bawa bekal. Itu kan bisa menguji kejujuran. Selama ini kalau saya nemuin hp saya kasih takmir masjid pak,” ungkapnya.

Setelah berbincang, Ipda Purnomo pun lantas mengajak Iqbal untuk berkendara bersama. Sang polisi berhati emas itu rela mengantarkan sang pejalan kaki hingga ke lokasi tujuan dengan mobil.

Setibanya di depan gerbang utama Pondok Pesantren Langitan, Ipda Purnomo kemudian memberi sejumlah uang tunai bagi sang pejalan kaki.

“Bapak, ini saya enggak bisa kasih (bantuan uang) banyak. Tapi insha Allah cukup dibawa sampai ke Jogja,” katanya.

“Alhamdulillah, terima kasih banyak pak,” balasnya.

Rekomendasi