Momen Kapolres Lamongan AKBP Arif Fazlurrahman Buka Puasa Bareng Tahanan, Makan Satu Nampan Nasi Kebuli

Momen ini terlihat dalam video yang diunggah langsung oleh Arif dalam akun media sosial pribadinya.

Nur Habibie
Oleh Nur Habibie - Reporter
Momen Kapolres Lamongan AKBP Arif Fazlurrahman Buka Puasa Bareng Tahanan, Makan Satu Nampan Nasi Kebuli
Momen Kapolres Lamongan AKBP Arif Fazlurrahman Buka Puasa Bareng Tahanan, Makan Satu Nampan Nasi Kebuli (Merdeka.com)

Sebuah momen indah terjadi ketika Kapolres Lamongan AKBP Arif Fazlurrahman berbuka puasa bersama dengan para tahanan.

Momen ini terlihat dalam video yang diunggah langsung oleh Arif dalam akun media sosial pribadinya.

Kapolres Lamongan Bukber Tahanan
Kapolres Lamongan Bukber Tahanan screenshot video

Pada video itu, Arif terlihat makan nasi kebuli bersama tahanan. Tidak dengan menggunakan piring dan sendok, ia terlihat asyik menyantap makanan satu nampan dengan para tahanan dan menggunakan tangan.

Dalam akun itu, ia ingin agar para tahanan berjanji untuk tidak lagi mengulangi perbuatannya atau kejahatan kembali usai selesai menjalani masa tahanannya.

"Janji ya sama saya, habis keluar dari sini bakal jadi orang baik ya. Mumpung ini di bulan Ramadan, mumpung Allah masih beri kesempatan," tulis dalam akun @arif_fazlurrahman seperti dikutip merdeka.com, Rabu (25/2).

"Segera bertaubat ya, mohon ampun sama Allah, dan niatkan secara sungguh-sungguh untuk berubah menjadi lebih baik," sambungnya

Kapolres Lamongan Bukber Tahanan
Kapolres Lamongan Bukber Tahanan screenshot video

Pada video itu, Arif juga sempat bercengkrama bersama para tahanan sambil menikmati nasi kebuli. Salah satunya dengan menanyakan kasus yang menjerat para tahanan.

Berikut percakapan antara Arif dengan para tahanan atau narapidana:

Arif: Sini ayo makan sama saya, ayo sini sini sini. Oke let's go. Ayo. Bismillahirrohmanirrohim. Mimpi apa makan nasi kebuli? Bismillahirrohmanirrohim. Nah ini, wah wah wah. Wah hajar. Wah ini ada penyusup ini. Ayo sini sini sini.

Arif: Narkoba, koe apa?

Tahanan: Narkoba

Arif: Koe apa?

Tahanan: Narkoba

Usai menanyakan kasus yang menjerat para tahanan, Arif meminta agar mereka bisa menjadi orang baik usai keluar dari tahanan atau menjalani masa tahanannya.

Arif: Pokoknya abis makan bareng sama saya, inget inget ini. Kalian keluar jadi orang baik semua ya. Kamu jangan nanti ngerasain di penjara yang lain. Enggak ada begini-gini nih. Cuma di sini aja.

Di sela-sela tersebut, ternyata ada salah satu tahanan yang sudah lebih dari satu kali menjalani masa hukuman. Sehingga, ia mengaku baru ini bisa makan bersama langsung dengan Kapolres.

Mendengar hal itu, Arif ingin tahanan tersebut berjanji untuk tidak melakukan tindak pidana kembali usai menjalani masa hukumannya.

Tahanan: Baru kali ini pak. Sekali ini makan sama Kapolres

Arif: Selama dihukum? Kamu berapa kali masuk penjara emangnya?

Tahanan: Saya pulang 2 tahun kemarin dari Nusakambangan Ndan

Arif: Hah? Gemblung awakmu. Di Nusakambangan perkara apa?

Tahanan: Perkara curanmor, cuma dibawa ke sana selama 7 tahun 6 bulan

Arif: 7 tahun Nusakambangan? Lah kamu ora kapok wis 7 tahun, cak, cak.

Tahanan: kapok, ini terakhir Ndan, asli

Arif: Asli ya? Beneran ya?

Tahanan: Demi Allah

Arif: Demi Allah, janji karo aku?

Wis tak rela-relain aku karo awakmu mangan kebuli, kudu sadar

Tahanan: Meskipun makannya mewah, tapi kalau enggak kumpul sama keluarga, enggak enak, enggak enak.

Arif: Di rumah nggak makan. Ayo gara-gara koe. Udah hukum, enggak yang kerja. Enggak ada Napi yang lemu (gemuk) kaya gini.

Arif: Enak apa ora?

Tahanan: Enak.

Arif: Hah? Kalo saya udah ngomong kaya tadi. Terus kalian enggak bener-bener tobat. Wis tak buka ayatnya. Tak buka hadisnya.

Tak kasih makanan nasi kebuli. Kalian enggak jadi wong waras. Ben ora waras. Ora genah. Ciloko awakmu. Sehat-sehat, salam buat keluarga kalian kalau jenguk. Saya pamit.

Arif: Assalamualaikum.

Kompak tahanan: Waalaikumsalam.

Rekomendasi