Menyambung Tekad Galang yang Terputus
Polri tergugah untuk membantu agar Galang dapat melanjutkan mimpi menempuh pendidikan Sekolah Dasar.
Suara tangis terdengar keras dari balik dinding kayu. Kaki kurusnya menendang tikar yang menutup lantai. Sementara tangannya, berpegang erat pada sebuah tiang.
Ini bukan sebuah tangisan anak yang ingin dibelikan mainan. Tapi pelampisan akan sebuah kekecewaan yang mendalam, karena dipaksa berhenti sekolah. Bukan oleh orang lain, tapi orang tuanya sendiri.
Galang Ramadhan, namanya. Usianya baru 12 tahun. Tubuh kecilnya. Tetapi tekadnya untuk sekolah sangat besar melebihi bocah sepantarannya di Kecamatan Una-Una, Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah.
Sang buah hati dilarang sekolah Rikson Lawadang. Alasan ekonomi serta kelumpuhan, menjadi alasan utama.
Sehari-hari, Rikson hanya bisa duduk di kursi roda. Di sisa-sisa hidupnya saat ini, tentu fakta ini sungguh berat dijalani.
Tangis Galang akhirnya menggugah rasa humanis Korps Bhayangkara. Polri tergugah untuk membantu agar Galang dapat melanjutkan mimpi menempuh pendidikan Sekolah Dasar (SD).
Hal ini juga sebagai bukti Polri yang mengedepankan nilai kemanusiaan. Kapolres Tojo Una-Una AKBP Ridwan Jason Maruli Hutagaol bertekad membantu Galang merampungkan masa pendidikan di sekolah.
Bahkan, bantuan yang diberikannya itu bukan hanya menanggung seluruh biaya pendidikan Galang hingga lulus, tetapi juga memberikan bantuan konkret berupa seragam sekolah, alat tulis, dan paket sembako melalui Kapolsek Una-Una AKP Mustarim Abbas.
Langkah ini memastikan Galang dapat belajar tanpa hambatan ekonomi. Apalagi, Ridwan Jason juga secara khusus mengimbau lingkungan sekolah dan masyarakat untuk melindungi Galang dari potensi perundungan serta mendukung penuh pendidikannya.
Apa yang telah dilakukan Polri ini juga menegaskan bahwa aksi tersebut merefleksikan jiwa pelayanan Polri. Sehingga, masyarakat pun diminta untuk melaporkan kejadian serupa melalui hotline 110.
"Setiap personel harus menggunakan hati nurani dalam melayani masyarakat, terutama yang membutuhkan. Bantuan sekecil apapun adalah bentuk kehadiran nyata Polri untuk rakyat. Kepedulian kolektif adalah kunci masa depan anak Indonesia," kata Irwasum Polri, Komjen Dedi Prasetyo.
Bantuan terhadap Rikson Lawadang bukan hanya saat videonya itu menjadi viral saja. Namun, sudah sejak lama kepedulian Polri terhadap keluarga itu diberikan.
Bantuan itu berupa kursi roda untuk Rikson dari petinggi Polri yang menduduki kursi Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulawesi Tengah (Sulteng).
Bahkan, Rikson saat ini pun mendapatkan pengobatan secara medis di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sulteng. Terlihat dalam rekaman video, di mana ayah Galang tengah ditangani oleh seorang Polisi Wanita (Polwan).
Pada video yang diunggah akun media sosial (medsos) Rikson itu, beberapa kali Polwan yang berpangkat Brigadir itu meminta Rikson untuk melatih kakinya dengan cara ditekuk beberapa kali.
"Tapi untuk sementara ini, perkembangan itu Bapaknya Galang itu sementara dirawat di rumah sakit Bhayangkara Polda itu Pak," ujar Kasi Humas Polres Tojo Una-Una, Iptu Martono kepada merdeka.com.
Tidak hanya sampai memberikan bantuan berupa sembako, peralatan sekolah hingga memberikan penyembuhan terhadap Rikson. Ternyata, niat tulus Polri untuk memberikan bantuan juga sampai ingin merenovasi tempat tinggalnya.
Akan tetapi, apa daya niat baik itu pun belum bisa dilakukan oleh Kapolres Tojo Una-Una, AKBP Ridwan J. M Hutagaol. Karena, bangunan yang ditempati oleh Rikson dan Galang masih milik salah satu SD Al-Khairat.
Sehingga, Polres pun tidak bisa langsung untuk memperbaiki tempat tinggal Rikson menjadi lebih nyaman untuk mereka beristirahat.
"Makanya kemarin ada inisiatif dari Bapak Kapolres untuk merehab maksudnya, tapi ada jawaban bahwa tanya dulu sama sekolah, diizinkan enggak, karena itu bukan pribadi, itu sekolah punya gitu. Maksudnya ada inisiatif dari Bapak Kapolres untuk memberikan bantuan, rehab juga rumah, cuma harus tanya sama pemilik itu sekolah," cerita Iptu Martono.
Saat ini permasalahan yang dialami Rikson dan Galang sudah diambil alih oleh Pemda setempat. Bahkan, Galang pun diangkat menjadi seorang anak dari Anggota DPRD Touna, Fraksi Partai NasDem, Jafar Muhammad Amin.
"Memang dari Pemda ini atau Dewan sudah mengambil alih ini kan, jadi karena Polri sudah duluan ya. Jadi dari Pemdanya ngambil alih, jadi ngambil anak angkat dan orang tuanya sekarang ada di rumah sakit Bhayangkara perawatan untuk kakinya itu," pungkas Iptu Martono.