Sosok Aipda Purnomo belakangan menjadi sorotan usai memiliki 'hobi' unik merawat orang terlantar dan Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Niat hati berbuat baik, Aipda Purnomo kerap kali bertengkar dengan sang Istri karena hal tersebut.
Advertisement
Setelah peristiwa tersebut, Aipda Purnomo tergerak hati untuk mencari dan merawat ODGJ lain karena berbagai alasan. Bahkan ia rela menggunakan rumahnya untuk tempat pemondokan ODGJ.
Banyak kisah menarik yang diceritakannya bersama sang Istri selama merawat ODGJ di rumahnya. Bahkan sang Istri yang bernama Lily mengaku kerap bertengkar karena kebiasaan sang Suami membawa pulang ODGJ di rumah.
Ceritanya sempat diungkapklan dalam video perbincangan pada podcast Youtube Deddy Corbuzier belum lama ini. Berikut informasinya.
Advertisement
Aipda Purnomo memulai inisiatifnya merawat ODGJ saat bertemu seorang wanita di jalanan dalam kondisi telanjang dada.
Bukan hanya itu, ia juga memutuskan untuk membawa perempuan itu pulang ke kediamannya.
"Iya pakaian dalam dinas saya warna cokelat (diberikan kepada wanita ODGJ). Setelah itu saya bawa pulang, iya si mbak itu," tutur sang polisi baik.
Pada malam yang sama, Aipda Purnomo bertemu lagi dengan seorang pria ODGJ dalam kondisi telanjang bulat. Namun saat itu ia sudah tidak memiliki pakaian untuk diberikan kepada ODGJ tersebut.
Akhirnya ia meminta sang anak untuk datang membawa pakaian dan memberikannya kepada ODGJ tersebut. Bahkan dirinya sempat membawa pulang ODGJ tersebut sebelum akhirnya dipersilahkan pergi pada keesokan harinya.
Aipda Purnomo mengatakan bahwa pria tersebut mau menerima bantuannya namun dengan beberapa syarat. Dis menceritakan kisah selama bertemu pria tersebut.
"Saya mau dibantu pak polisi dengan beberapa syarat, gak boleh nanya namanya dan gak boleh tanya mau kemana. Dia minta jalan kaki gak boleh diikutin pertama-pertamanya. Mohon izin kalau kata orang Jawa bilang masnya ini Lelaku. Lelaku itu dia memang sengaja jalan kaki yang memiliki tujuan khusus kaya tapa tapi dengan di jalan," jelas Aipda Purnomo.
"Dia jalan gak mau ditolong apa-apa, kasih minum gak mau hilang sudah. Dikasih uang mau," kata Aipda Purnomo.
Advertisement
Advertisement
Setelah dua kali bertemu ODGJ dan menolong, Aipda Purnomo malah sengaja mencari karena alasan yang menyentuh hati.
Dia mengatakan bahwa para ODGJ biasanya memiliki masalah keluarga yang tidak memungkinkan bertemu lagi dengan pihak keluarga.
Bahkan tak sedikit yang sengaja dibuang dan mendapat perilaku tak manusiawi selama berada di jalan.
Awalnya Aipda Purnomo membawa pulang lima orang ODGJ ke rumahnya. Dia rela tinggal satu atap dengan para ODGJ tersebut.
"Lima orang itu di rumah dan tidak boleh kurang dari lima dan satu atap dengan kami," kata Aipda Purnomo dan istrinya.
Kondisi rumah Aipda Purnomo memang terbilang memungkinkan karena menggunakan satu buah pondok di belakang rumah yang sebelumnya digunakan untuk santunan anak yatim dan mengaji anak-anak. Namun setelah kehadiran para ODGJ, tempat tersebut kini beralih fungsi seketika.
"Hobi pak Pur yang nyeleneh ini tadi akhirnya kan beralih fungsi. Anak anak pada takut gak mau ngaji di situ karena kedatangan tamu-tamu tak diundang," kata Lily.
Advertisement
Advertisement
Kondisi rumah yang menjadi satu dengan para ODGJ membuat para 'tamu' tersebut bisa dengan bebasnya keluar masuk ke rumahnya.
"Pintu kami dapur itu satu pintu dengan pondok jadi kita keluar dapur itu langsung masuk dengan pondok itu lewat samping rumah," kata Lily.
"Anak saya dilempar batu, kita tidur nyelonong ke kamar ya ada," ucap Aipda Purnomo.
Lily bahkan kerap kali merasa jengkel dengan suaminya karena dihadapkan dengan hal tersebut. Para ODGJ sering melakukan hal-hal yang tidak diketahui suaminya namun selalu dirasakan setiap hari olehnya.
Advertisement
"Awal-awal ya kelahi, saya ini setiap hari sampean hadapkan dengan masalah yang sama yang sama dan yang sama. Setiap hari itu kelahinya itu gini berak dimana mana kita yang bersihkan kan gitu. Habis itu habis makan kececer-kececer semuanya. Kalau gak kaca dilempar lempar, ngamuk. Kalau ketemu korek, baju yang dikorek. sedangkan pak Pur kan dinas saya yang menghadapi siapa yang gak marah saya masih punya anak kecil-kecil," ungkap Lily.
"Sebenarnya kamu itu sayang gak sih sama istri? Kok dijadikan satu sama orang-orang yang seperti itu. Setiap hari kelahi setiap hari kelahi," lanjutnya.
Advertisement
Meski pada awalnya merasa berat dan penuh pertengkaran, Aipda Purnomo dan Lily merasa ada jalan yang diberikan Tuhan kepada keluarga mereka setelah dengan ikhlas merawat para ODGJ di rumah.
Advertisement
"Baru saja Pak Pur dapat hadiah mobil kemarin kan gitu. Terus kesehatan kami pandemi seperti itu kami bisa berangkat Umrah. Utang kami lunas semuanya," tambahnya.