Bukan Dibunuh Hamas, Tentara Israel di Gaza Mati Konyol Tertimpa Derek Roboh
Tentara Israel di Gaza mati konyol bukan karena dibunuh oleh Hamas, melainkan akibat tertimpa crane alias derek yang roboh. Berikut informasi selengkapnya.
Kelompok Pejuang Palestina, Hamas dan Israel sejak Januari telah menyepakati perjanjian gencatan senjata. Kesepakatan itu mulai berlaku 19 Januari 2025 silam.
Kondisi terkini, cuaca badai dilaporkan tengah melanda Gaza, Palestina. Berdasarkan laporan pihak berwenang setempat, Gaza dilanda cuaca badai dalam beberapa hari terakhir.
Akibat cuaca badai tersebut, puluhan tenda pengungsian warga Gaza, Palestina menjadi porak poranda.
Angin kencang ini juga dilaporkan membuat beberapa orang mengalami luka-luka. Bahkan dilaporkan cuaca badai ini sampai menelan korban jiwa.
Lantas bagaimana informasi selengkapnya? Melansir dari berbagai sumber, Jumat (7/2), simak ulasan informasinya berikut ini.
Tentara Israel di Gaza Mati Konyol Tertimpa Derek Roboh
Melansir dari Anadolu Ajansi, angin kencang melanda Gaza dalam beberapa hari terakhir. Angin kencang ini dilaporkan menyebabkan crane roboh.
Akibatnya, dua tentara Israel mati konyol dan 8 lainnya terluka akibat tertimpa derek. Hal ini sebagaimana dikatakan oleh pihak militer pada Kamis (6/2). Dijelaskan, dua militer Israel yang tewas merupakan seorang perwira dan tentara, seperti dikutip dari akun Instagram qudsn.
Pihaknya mengatakan bahwa insiden tersebut terjadi pada pagi hari di zona penyangga yang baru dibangun oleh Israel di dalam Gaza. Tak disangka, crane atau derek operasional jatuh menimpa tentaranya saat badai melanda.
Lebih lanjut, pihaknya mengatakan bahwa salah satu tentara yang terluka berada dalam kondisi serius. Sementara itu, tujuh tentara lainnya menderita luka sedang dan ringan.
Selama perang Israel di Gaza, tentara Zionis ini rupanya membangun zona penyangga di sepanjang wilayah timur wilayah kantong Palestina.
Hancurkan Puluhan Tenda Pengungsian
Cuaca badai yang melanda Gaza, Palestina ini ternyata juga menghancurkan puluhan tenda pengungsian warga Gaza. Hal itu berdasarkan laporan dari pihak berwenang setempat.
Kejadian ini tentu mendapat atensi luas biasa dari masyarakat luas. Terlebih, angin kencang tersebut melukai dan menewaskan tentara Zionis.
Sebagaimana diketahui, sejak 19 Januari, gencatan senjata mulai berlaku di Gaza. Gencatan senjata Hamas-Israel ini membuat perang genosida Israel dihentikan.
Di mana, genosida di Gaza ini telah menewaskan lebih dari 47.500 orang dan meninggalkan wilayah kantong tersebut dalam kehancuran.