Al Jazeera Ungkap Bocoran Dokumen Berisi Daftar Hampir 30.000 Personel Angkatan Udara dan Tentara Israel yang Terlibat Genosida di Gaza

Laporan investigasi Al Jazeera mengungkap daftar sekitar 30.000 personel Angkatan Udara dan Tentara Israel.

Pandasurya Wijaya
Oleh Pandasurya Wijaya - Reporter
Al Jazeera Ungkap Bocoran Dokumen Berisi Daftar Hampir 30.000 Personel Angkatan Udara dan Tentara Israel yang Terlibat Genosida di Gaza
tentara israel (Israel Genocide Tracker)

Stasiun televisi Al Jazeera baru-baru ini menggemparkan publik dengan pengungkapan sebuah dokumen yang bocor. Dokumen tersebut diduga memuat daftar sekitar 30.000 personel Angkatan Udara Israel (IAF).

Pengungkapan ini dilakukan melalui program investigatif Al Jazeera, "Hidden Is More Immense" atau "Yang Tersembunyi Lebih Besar". Informasi yang bocor mencakup data pribadi penting, bahkan foto personel militer aktif.

Kejadian ini sontak menimbulkan pertanyaan besar mengenai keamanan data militer Israel. Selain itu, hal ini juga berpotensi meningkatkan ketegangan yang sudah ada antara media Qatar tersebut dan pemerintah Israel.

Dalam episode terbarunya yang berjudul "The Pursued", program "Hidden Is More Immense" dari Al Jazeera secara spesifik menyoroti kebocoran ini. Mereka mengklaim telah memperoleh dokumen yang berisi daftar lengkap personel Angkatan Udara Israel.

Daftar tersebut tidak hanya mencakup nama, tetapi juga foto dan informasi pribadi dari sekitar 30.000 personel. Mereka adalah individu yang terlibat langsung dalam operasi militer di Gaza. Pengungkapan ini menunjukkan betapa sensitifnya informasi yang kini berada di tangan publik.

Episode tersebut juga mengulas upaya hukum terhadap tentara Israel di luar negeri oleh Hind Rajib Foundation yang berbasis di Brasil. Al Jazeera menampilkan gambar dan informasi yang dikumpulkan dari media sosial terkait tentara Israel selama penugasan mereka di Gaza.

tentara israel
tentara israel IDF

Kebocoran data personel militer Israel bukanlah insiden yang pertama kali terjadi. Tiga tahun sebelumnya, dilaporkan bahwa informasi pribadi sekitar 30.000 mantan dan personel Angkatan Udara saat ini telah bocor.

Data tersebut kemudian dipublikasikan di darknet oleh sebuah kelompok peretas yang dikenal sebagai "Leak the Analyst". Perusahaan keamanan siber Varonis menemukan basis data ini dan melakukan pemeriksaan silang. Mereka menemukan bahwa beberapa nama yang tertera adalah pilot IAF yang masih aktif.

Menurut penilaian Varonis, sumber awal basis data tersebut kemungkinan bersifat sipil. Ada dugaan bahwa data berasal dari basis data pemasaran penyedia layanan di sektor penerbangan. Namun, pemeriksaan lebih lanjut dengan informasi di media sosial mengonfirmasi keterlibatan personel Angkatan Udara. Kelompok "Leak the Analyst" sendiri dikenal sering menargetkan perusahaan keamanan siber dan lembaga pemerintah.

Pengungkapan dokumen bocor ini semakin memperuncing ketegangan antara Israel dan Al Jazeera. Pada Oktober 2024, militer Israel menuduh enam jurnalis Al Jazeera di Gaza sebagai anggota kelompok militan Hamas atau Jihad Islam. Tuduhan ini langsung ditolak keras oleh jaringan Qatar tersebut.

Al Jazeera mengutuk tuduhan Israel, menyebutnya sebagai upaya untuk membungkam jurnalis dan memperingatkan agar hal tersebut tidak dijadikan pembenaran untuk menargetkan mereka. Jaringan berita ini menegaskan bahwa tindakan Israel terhadap jurnalisnya adalah kriminal dan tidak bertanggung jawab.

Israel sendiri telah lama menuduh Al Jazeera sebagai corong Hamas. Selama setahun terakhir, pihak berwenang Israel telah memerintahkan penutupan operasional Al Jazeera di negaranya. Mereka bahkan menggerebek kantor dan menyita peralatan Al Jazeera dengan alasan keamanan. Al Jazeera menyatakan bahwa tuduhan terbaru ini adalah bagian dari pola permusuhan yang lebih luas terhadap mereka.

Rekomendasi