Sebuah investigasi dokumenter terbaru yang dilakukan oleh program Al Jazeera Arabic, "What's Hidden is Greater" (Ma Khafiya Aatham), telah berhasil mengidentifikasi personel militer Israel yang diduga bertanggung jawab atas pembunuhan tragis Hind Rajab, seorang gadis berusia enam tahun, keluarganya, dan kru ambulans Bulan Sabit Merah Palestina. Insiden memilukan ini terjadi pada Januari 2024 di Jalur Gaza, ketika tim penyelamat berupaya menjemput Hind yang terjebak di dalam mobil.
Investigasi komprehensif ini merupakan hasil kolaborasi antara Al Jazeera, Forensic Architecture, dan Hind Rajab Foundation (HRF), yang bertujuan untuk mengungkap kebenaran di balik peristiwa tersebut. Temuan ini memberikan detail penting mengenai unit dan individu militer Israel yang diduga terlibat dalam penembakan fatal yang merenggut nyawa warga sipil tak berdosa.
Laporan tersebut secara spesifik menunjuk beberapa perwira dari Brigade Lapis Baja ke-401 Israel, termasuk komandan brigade dan batalyon di bawahnya. Identifikasi ini menjadi dasar bagi langkah hukum internasional yang sedang ditempuh untuk mencari keadilan bagi Hind Rajab dan seluruh korban dalam insiden tersebut.
Advertisement
Investigasi Al Jazeera secara jelas menyebutkan beberapa nama perwira dan unit militer Israel yang diduga terlibat dalam insiden pembunuhan Hind Rajab. Kolonel Beni Aharon, komandan Brigade Lapis Baja ke-401 Israel, telah diidentifikasi sebagai komandan yang bertanggung jawab atas operasi militer di area tersebut. Hind Rajab Foundation (HRF) bahkan telah mengajukan pengaduan pidana terhadap Aharon ke Pengadilan Kriminal Internasional (ICC).
Selain itu, Letnan Kolonel Daniel Ella, komandan Batalyon Lapis Baja ke-52 yang beroperasi di bawah Brigade Lapis Baja ke-401, juga disebutkan dalam laporan. Peran kunci diduga dimainkan oleh Mayor Sean Glass, komandan kompi yang dikenal sebagai "Vampire Empire" di Batalyon Lapis Baja ke-52. Glass diidentifikasi sebagai orang yang diduga memberikan perintah untuk menembaki mobil yang ditumpangi Hind Rajab dan keluarganya, serta ambulans yang bergegas menyelamatkan mereka.
Menurut Al Jazeera, "Glass memerintahkan penembakan mobil sipil dan penargetan ambulans yang dikirim untuk menyelamatkan Hind." Seorang tentara lain, Itai Shukerkov (atau Itay Choukirkov), warga negara ganda Israel-Argentina dari kompi "Vampire Empire", juga disebutkan terlibat. Pengaduan terpisah telah diajukan terhadap Shukerkov di Argentina, menegaskan cakupan internasional dari kasus ini. HRF juga telah mengidentifikasi 22 anggota kru tank lainnya dari kompi "Vampire Empire" yang akan disebutkan secara progresif dalam pengaduan tingkat nasional di berbagai yurisdiksi.
Advertisement
Tragedi yang menimpa Hind Rajab bermula pada 29 Januari 2024, ketika gadis berusia enam tahun itu terjebak di dalam mobil keluarganya di lingkungan Tel al-Hawa, Kota Gaza. Mobil tersebut menjadi sasaran tembakan tank Israel, menyebabkan seluruh anggota keluarganya tewas, kecuali Hind dan sepupunya yang kemudian juga meninggal. Kata-kata terakhir Hind yang berbisik kepada penyelamat melalui telepon, "Tank itu ada di sampingku," menjadi viral dan menyentuh hati banyak orang di seluruh dunia.
Tim penyelamat kemudian menemukan kendaraan tersebut penuh dengan lubang peluru, dengan jenazah Hind tergeletak di samping ibu dan anggota keluarga lainnya. Investigasi oleh Goldsmiths Forensic Architecture menemukan bahwa hanya tank Merkava Israel yang berada di lokasi kejadian, dan tidak ada bukti baku tembak yang diklaim oleh pihak Israel. Investigasi menyimpulkan bahwa sebuah tank Israel kemungkinan besar menembakkan 335 peluru ke mobil yang ditumpangi Rajab, dan operator tank seharusnya dapat melihat bahwa mobil tersebut berisi warga sipil, termasuk anak-anak.
Pemerintah Israel sebelumnya mengklaim bahwa pasukan mereka tidak berada di daerah tersebut saat serangan, namun kemudian menyatakan bahwa 335 lubang peluru berasal dari baku tembak. Klaim ini dibantah oleh investigasi The Washington Post dan Sky News yang mengandalkan citra satelit dan bukti visual. Investigasi juga menyimpulkan bahwa sebuah tank Israel kemungkinan besar juga menyerang ambulans yang datang untuk membantu Rajab, yang kemudian ditemukan hangus dengan sisa-sisa dua paramedis di dalamnya.
Advertisement
Menyusul temuan investigasi yang mendalam, Hind Rajab Foundation (HRF) telah mengambil langkah serius dengan mengajukan pengaduan ke Pengadilan Kriminal Internasional (ICC). Pengaduan ini mencantumkan nama 24 tentara dan komandan Israel yang diduga terlibat dalam pembunuhan Hind Rajab, enam anggota keluarganya, dan dua paramedis Palestina. Bukti yang diajukan mencakup data digital, citra satelit, dan analisis forensik komprehensif.
Bukti-bukti tersebut mengkonfirmasi bahwa tank Merkava IV dari Kompi Vampire Empire berulang kali menembaki mobil Kia Picanto hitam tempat Hind dan keluarganya terjebak, dan kemudian menargetkan ambulans yang dikirim untuk menyelamatkannya. HRF menegaskan bahwa serangan itu dilakukan dengan pengetahuan penuh tentang status sipil dan terlindungi para korban, menyusul koordinasi sebelumnya antara Bulan Sabit Merah Palestina dan otoritas Israel.
Para ahli independen yang ditunjuk oleh Dewan Hak Asasi Manusia PBB pada Juli 2024 menyatakan bahwa pembunuhan Rajab mungkin merupakan kejahatan perang. Menurut Konvensi Jenewa dan Statuta Roma, Rajab, keluarganya, dan dua paramedis yang berusaha menyelamatkannya adalah korban kejahatan serius dan kompleks yang mencakup berbagai pelanggaran berat dan kejahatan perang, menuntut pertanggungjawaban di tingkat internasional.