Billy Davidson Anggap Peran di Takdir Cinta yang Kupilih Jadi Pemanasan untuk Aktingnya di Sinetron Luka Cinta
Setelah cukup lama tidak tampil, Billy Davidson kembali mendapatkan peran utama di sinetron SCTV berjudul Luka Cinta.
Billy Davidson saat ini sedang berperan sebagai tokoh utama pria dalam sinetron Luka Cinta yang tayang di SCTV.
Dalam sinetron tersebut, ia memerankan karakter bernama William Andrew Prawira, seorang pria yang jatuh cinta pada seorang gadis bernama Salma yang diperankan oleh Dinda Kirana. Ini adalah peran utama pertama Billy setelah ia cukup lama tidak aktif di dunia sinetron, yaitu sekitar 3,5 tahun sejak tahun 2019. Sebelum terlibat dalam Luka Cinta, Billy sempat tampil di sinetron berjudul Takdir Cinta yang Kupilih.
Dalam sebuah wawancara virtual yang berlangsung pada Rabu (5/3/2025), Billy Davidson menyatakan, "Aku cuti dari sinetron 3,5 tahun terus kembali lagi di sinetron itu di Takdir Cinta yang Kupilih." Dalam sinetron tersebut, ia memerankan karakter pendukung bernama Michael Thamrin. Menariknya, Billy menganggap bahwa perannya sebagai Michael di Takdir Cinta yang Kupilih adalah sebuah langkah awal sebelum ia berperan sebagai William di Luka Cinta. Ia mengungkapkan bahwa ia sempat terkejut ketika mendapatkan kesempatan untuk memerankan tokoh utama dalam sinetron tersebut.
Lebih Santai
"Sebelumnya, sinetron yang aku mainkan memiliki tempo yang lebih santai dan mengusung tema drama kehidupan yang sangat ringan. Dalam sinetron itu, peranku sebagai karakter pendukung tidak terlalu banyak, sehingga suasananya masih terasa ceria dan menyenangkan," ucap Billy Davidson mengenai penampilannya di Takdir Cinta yang Kupilih.
"Sekarang, aku berperan sebagai William di Luka Cinta, dan jujur saja, aku merasa agak terkejut. Rasanya, 'Hah! Ini bikin capek banget, ya!' Menurutku, peran William ini sangat menantang dan benar-benar membentuk citra yang kuat," tambah Billy.
Saya Merasa Beruntung
Billy Davidson mengakui bahwa perannya sebagai Michael dalam serial Takdir Cinta yang Kupilih sangat membantunya dalam mengembangkan karakter William di film Luka Cinta. Ia mengatakan, "Tapi aku untungnya ambil peran Michael itu (di Takdir Cinta yang Kupilih) karena aku bilang ke Dinda, 'Aku kayaknya enggak bakalan bisa gini kalau enggak ambil peran Michael, deh.'" Tanggapan dari Dinda Kirana yang ikut serta dalam wawancara tersebut menambahkan, "Itu warming up-nya Billy doang, sih sebenarnya."
Dengan pengalaman yang didapat dari peran Michael, Billy merasa lebih siap untuk menghadapi tantangan baru dalam karakter William.
Dinda, yang juga berperan penting dalam proyek tersebut, mengamati perkembangan Billy dan memberikan dukungan yang diperlukan. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya pengalaman sebelumnya dalam mempersiapkan aktor untuk peran-peran yang lebih kompleks. Melalui kolaborasi ini, keduanya menciptakan dinamika yang menarik dalam setiap adegan yang mereka tampilkan.
"William" dalam "Luka Cinta"
Billy Davidson mengonfirmasi pernyataan Dinda Kirana. Ia menjelaskan bahwa sosok William memiliki sekitar 30 persen karakter Michael.
"Ya, benar karena memang karena Michael itu cuma 30 persen, sih, benar-benar warming up aku banget. Aku bersyukur banget sempat ambil Michael, itu yang mempersiapkan aku jadi William yang sekarang. Karena menurut aku, William ini sangat sangat masih bisa mengambil simpati penonton," pungkasnya.
Dalam penjelasannya, Billy menekankan pentingnya pengalaman yang didapat dari perannya sebagai Michael. Ia merasa bahwa karakter tersebut telah membantunya untuk mengembangkan sosok William yang lebih baik.
"Aku merasa William ini masih memiliki potensi besar untuk menarik perhatian penonton," tambahnya. Dengan keyakinan tersebut, Billy berharap penonton dapat merasakan kedalaman karakter yang ia perankan.
Sebuah Episode yang Baru
Episode terbaru dari Luka Cinta menggambarkan kedatangan Salma di rumah sakit dengan perasaan bahagia, percaya bahwa Argo sudah pulih. Namun, harapannya hancur ketika ia melihat Ayunda dalam keadaan menangis dan Tania yang dibawa oleh suster untuk mendapatkan suntikan penenang.
Dalam kebingungan, Salma bertanya kepada Ayunda mengenai kondisi Argo, berharap mendapatkan berita baik. Namun, seorang suster datang dan memberitahukan bahwa kondisi Argo sangat kritis, membuat Salma terkejut dan merasa cemas.
Saat bersamaan, William datang ke rumah sakit untuk mencari Salma, tetapi hanya bertemu dengan Ayunda yang juga tidak mengetahui keberadaan Salma. Dengan penuh kemarahan, Ayunda menyalahkan William dan menuduh bahwa semua yang terjadi adalah kesalahan Tania. Ketegangan di antara mereka semakin meningkat, dan situasi di rumah sakit menjadi semakin dramatis saat mereka berusaha menghadapi kenyataan yang sulit.