Pagi yang tenang diwarnai dengan kehadiran geng asrama Sembilan Ilmu yang berkumpul di jalan menuju gerbang sekolah. Namun, keberadaan Zara dan Aqeela belum juga terlihat. Saat Zara akhirnya tiba di gerbang, suasana seketika menjadi sunyi. Dia memandang semua orang dengan tatapan datar sebelum melangkah melewati Flavio dan Cantika. Zara berhenti sejenak, menatap Aqeela yang semakin mendekat. Kedua gadis itu saling menatap dalam keheningan yang penuh ketegangan.
Dari kejauhan, Fattah dan Sandy terlihat berjalan berdampingan dengan santai. Victoria terkejut melihat mereka, begitu juga dengan Aqeela dan Zara yang langsung menoleh kaget. Semua orang saling memandang, menunggu siapa yang akan berbicara atau bergerak lebih dulu. Akhirnya, Victoria memecah keheningan dengan seruan, "Fattaaaaaaaah... omg Fattah! Gue nggak bisa percaya..." Sandy menatap Victoria dengan sinis dan menjawab, "Gue sama Fattah CUMAN BERTEMEN!"
Di sudut taman sekolah, Mohan dan Aqeela duduk bersama. Aqeela terlihat bingung, menatap lurus ke depan sambil menggelengkan kepalanya. Ketika Mohan datang, Aqeela mengungkapkan kebingungannya, "Fattah sebelumnya nggak pernah berteman sama cewek, kecuali sama gue. Setelah itu, muncul perasaan. Lalu sama Zara, meskipun Fattah tidak mau mengaku, ada perasaan juga. Sekarang sama Sandy. Asli, gue nggak ngerti."