Tak Sekadar Turunkan Berat Badan, Teknologi Ini Ubah Gaya Hidup Pasien Obesitas
Pendekatan inovatif untuk mengatasi obesitas tanpa memerlukan operasi, dengan penekanan pada penurunan berat badan dan perubahan gaya hidup yang berkelanjutan.
Obesitas kini bukan hanya masalah kelebihan berat badan, tetapi telah menjadi tantangan kesehatan global yang mempengaruhi kualitas hidup dan meningkatkan risiko berbagai penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, dan gangguan jantung. Dengan terbatasnya metode konvensional seperti diet dan olahraga, inovasi berbasis teknologi mulai muncul sebagai solusi yang lebih komprehensif untuk mengatasi masalah ini.
Salah satu inovasi yang kini mendapat perhatian di Indonesia adalah penggunaan intragastric balloon atau balon lambung modern. Metode ini tidak hanya berfokus pada penurunan berat badan, tetapi juga membantu pasien dalam melakukan perubahan gaya hidup secara menyeluruh. PT Regenesis Indonesia memperkenalkan teknologi Allurion Gastric Balloon dalam acara The 8th Bandung Nutri Wellness 2026, yang menawarkan penanganan obesitas tanpa melalui prosedur endoskopi, tanpa anestesi, dan tanpa tindakan invasif. Pendekatan ini dianggap lebih nyaman bagi pasien sekaligus efektif dalam membantu penurunan berat badan yang terkontrol.
Fokus pada metode ini juga terlihat dalam workshop bertajuk 'Intragastric Balloon Therapy in Advanced Obesity Management' yang diadakan di RS Al Islam Bandung. Workshop ini memberikan pendekatan praktis bagi tenaga medis dalam menangani obesitas secara modern. Dokter spesialis gizi klinik, dr. Shiela Stefani, M.Gizi, SpGK, menegaskan pentingnya pendekatan berbasis teknologi, terutama untuk kasus obesitas lanjut yang sulit ditangani dengan cara konvensional.
"Pendekatan ini memberikan solusi yang lebih aplikatif dalam praktik klinis sehari-hari, karena tidak hanya fokus pada penurunan berat badan, tapi juga perubahan gaya hidup pasien secara berkelanjutan," ungkap Shiela dalam keterangan resmi yang diterima oleh Health Liputan6.com pada Jumat, 24 April 2026.
Shiela menjelaskan bahwa obesitas terjadi ketika asupan kalori melebihi energi yang digunakan oleh tubuh. Namun, penyebab obesitas tidak sesederhana itu, melainkan melibatkan banyak faktor yang saling berkaitan, mulai dari pola makan yang tidak sehat, kurangnya aktivitas fisik, hingga kondisi medis tertentu.
Oleh karena itu, pencegahan sejak dini menjadi langkah penting untuk mencegah kondisi ini berkembang menjadi lebih serius. Obesitas tidak hanya menyebabkan penumpukan lemak, tetapi juga memicu perubahan metabolisme dalam tubuh. Ketika kalori berlebih terus disimpan, sel lemak akan membesar dan memicu peradangan, yang dapat menyebabkan resistensi insulin. Hal ini mengakibatkan tubuh tidak merespons hormon insulin dengan baik, sehingga kadar gula dan lemak dalam darah meningkat, memicu berbagai gangguan kesehatan.
Upaya berkelanjutan untuk melawan obesitas
Direktur Utama PT Regenesis Indonesia, Ir. Emmy Noviawati, menegaskan bahwa teknologi ini lebih dari sekadar inovasi medis biasa; ini merupakan bagian dari solusi jangka panjang untuk mengatasi masalah obesitas. Berbeda dengan metode penurunan berat badan yang bersifat instan, Emmy menjelaskan bahwa teknologi ini dirancang untuk mendorong perubahan perilaku pada pasien.
"Mulai dari pengaturan pola makan, pembentukan kebiasaan hidup sehat, hingga monitoring berbasis digital, semuanya terintegrasi dalam satu sistem," katanya. Selain itu, dukungan teknologi digital juga memungkinkan tenaga medis untuk memantau perkembangan pasien dengan lebih akurat dan terukur. Dengan pendekatan ini, hasil yang dicapai tidak hanya cepat, tetapi juga lebih stabil dalam jangka panjang.
Sejalan dengan pernyataan tersebut, Founder PT Regenesis Indonesia, Ron Pirolo, menekankan pentingnya keseimbangan antara teknologi dan kompetensi tenaga medis.
"Kami percaya bahwa kemajuan teknologi harus berjalan seiring dengan peningkatan kompetensi tenaga medis. Karena itu, kami terus menghadirkan edukasi dan pelatihan agar teknologi ini dapat diterapkan secara tepat dan aman," ujar Ron Pirolo. Dengan demikian, sinergi antara inovasi teknologi dan keterampilan profesional menjadi kunci untuk mencapai hasil yang optimal dalam penanganan obesitas.